Pola Hidup Sehat
Mengenal Manfaat Lari Tanpa Alas Kaki beserta Risikonya

Table of Contents
Kebanyakan orang memilih untuk lari menggunakan sepatu daripada bertelanjang kaki untuk menghindari terluka atau cedera. Namun, tahukah Anda bahwa lari telanjang kaki juga memberikan beberapa manfaat bagi tubuh? Untuk mengetahui lebih lanjut terkait hal ini, mari simak ulasan mengenai manfaat lari tanpa alas kaki dalam ulasan di bawah ini.
Manfaat Lari Tanpa Alas Kaki
Beberapa orang mungkin memiliki mekanisme yang lebih baik saat berlari tanpa alas kaki. Pasalnya, langkah tanpa alas kaki biasanya lebih pendek dan kompak, serta mendarat secara tepat di bawah tubuh. Gaya lari ini dinilai lebih sesuai dengan pusat gravitasi tubuh dan biasanya mengarah pada peningkatan tekukan lutut. Alhasil, persendian bisa menerima hentakan dengan lebih baik.
Secara umum, beberapa manfaat berlari tanpa alas kaki yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai berikut.
1. Membantu Mengatasi Flat Foot
Manfaat lari tanpa alas kaki yang pertama adalah membantu mengatasi flat foot. Hal ini dikarenakan berlari tanpa alas kaki dapat memperkuat dan mengencangkan otot-otot kaki sehingga bisa menstabilkan lengkungan kaki yang datar.
Jika selalu memakai sepatu yang mendukung saat berlari, hal ini tidak akan menambah kekuatan otot pada kaki untuk menopang tulang yang secara alamiah tidak memiliki struktur yang rapat. Namun, jika kaki terasa tidak nyaman saat berlari tanpa alas kaki, maka tetap disarankan untuk menggunakan sepatu yang sesuai.
Jurnal berjudul Long-Term Effects of Habitual Barefoot Running and Walking: A Systematic Review menyebutkan bahwa terdapat bukti yang terbatas yang menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih terbiasa telanjang kaki memiliki risiko flat foot lebih rendah. Hal ini sesuai dengan temuan bahwa risiko flat foot lebih tinggi pada anak yang menggunakan alas kaki lebih awal.
2. Mengurangi Risiko Plantar Fasciitis
Mengurangi risiko plantar fasciitis juga menjadi salah satu manfaat lari telanjang kaki yang bisa Anda dapatkan. Plantar fasciitis merupakan kondisi ketika bagian bawah kaki di dekat tumit mengalami nyeri. Sebagai informasi, teknik lari yang buruk dapat menyebabkan pola kerja otot di kaki bagian bawah kurang efisien sehingga bisa memicu terjadinya cedera, seperti plantar fasciitis, akibat penggunaan yang berlebihan.
Lari telanjang kaki pun diketahui bisa menciptakan teknik dan irama lari yang lebih baik. Penelitian dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menyebutkan bahwa berlari tanpa alas kaki di atas rumput dapat ditoleransi dengan baik oleh orang dengan gejala plantar fasciitis. Selain itu, rasa sakit akibat plantar fasciitis juga bisa berkurang.
3. Membakar Kalori
Manfaat lari tanpa alas kaki berikutnya adalah membantu membakar kalori. Namun, perlu diketahui bahwa pada dasarnya berlari memang merupakan aktivitas fisik yang bisa membantu membakar kalori. Jurnal berjudul Metabolic cost of running barefoot versus shod: is lighter better? menyebutkan bahwa berlari tanpa alas kaki tidak memberikan keuntungan metabolik lebih dibandingkan berlari dengan sepatu. Jadi, baik berlari dengan atau tanpa alas kaki, keduanya tetap bisa membantu membakar kalori.
Risiko Lari Tanpa Alas Kaki
Terlepas dari manfaat lari tanpa alas kaki yang bisa Anda dapatkan, Anda pun harus berhati-hati dengan risikonya. Berlari tanpa alas kaki dapat meningkatkan risiko terjadinya luka, misalnya akibat tusukan serta infeksi. Selain itu, berlari telanjang kaki di permukaan yang suhunya terlalu panas atau dingin juga berisiko menyebabkan kerusakan pada telapak kaki.
Di samping itu, risiko patah tulang juga akan meningkat pada pelari yang tidak menggunakan alas kaki. Lari telanjang kaki juga tidak disarankan bagi orang yang sedang dalam masa perawatan neuropati diabetes. Sebagai informasi, neuropati diabetes adalah kondisi yang membuat kaki kehilangan sensasi pada penderita diabetes, sehingga penderita tidak menyadari jika terluka.
Tips Berlari Tanpa Alas Kaki
Sebelumnya, Anda bisa memberikan waktu bagi tubuh untuk terbiasa berlari dengan sedikit penyangga di bawah kaki. Jika penyesuaian terhadap sepatu dengan penyangga yang tipis berjalan dengan baik, Anda bisa mencoba beralih ke lari telanjang kaki. Namun, usahakan untuk memilih permukaan yang lembut, misalnya lapangan sepak bola, saat baru mulai.
Kombinasikan juga dengan mengurangi jarak tempuh pada minggu pertama setelah Anda mencoba berganti jenis sepatu, lalu tambahkan lagi secara perlahan. Jangan langsung berlari jarak jauh saat pertama kali mencoba lari tanpa alas kaki.
Itulah beberapa manfaat lari tanpa alas kaki yang sekiranya perlu Anda ketahui. Namun, manfaat yang ditawarkan tersebut tidak semerta-merta membuat Anda bisa berlari tanpa alas kaki, terutama jika memiliki kondisi tertentu. Untuk itu, Anda sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter agar memperoleh saran aktivitas fisik yang tepat sesuai kondisi kesehatan.
Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Siloam Hospitals terdekat. Jangan khawatir, bila tidak sempat ke rumah sakit, Anda bisa melakukan konsultasi secara virtual melalui layanan Telekonsultasi di aplikasi MySiloam.
Melalui aplikasi MySiloam, Anda juga bisa mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







