Jangan Abaikan! Ini Bahaya Atrophic Gastritis Tanpa Gejala yang Mengintai
Kesehatan Tubuh

Jangan Abaikan! Ini Bahaya Atrophic Gastritis Tanpa Gejala yang Mengintai

16 Mei 2025 4 menit waktu baca
atrophic gastritis

 

Atrophic gastritis adalah kondisi peradangan kronis pada lapisan lambung yang menyebabkan penipisan mukosa (atrofi) serta berubahnya sel-sel di lapisan lambung yang penting dan bertanggung jawab untuk memproduksi asam lambung. Mari simak lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan atrophic gastritis melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Atrophic Gastritis?

 

Atrophic gastritis (AG) adalah peradangan kronis dan penipisan lapisan lambung. Pada kondisi ini, sel-sel di lapisan lambung mengalami perubahan menjadi lebih mirip dengan sel-sel usus (metaplasia intestinal pada mukosa lambung). Salah satu jenis gastritis atrofi, environmental metaplastic atrophic gastritis (EMAG), terjadi karena faktor lingkungan yang menyebabkan peradangan kronis. 

 

Infeksi kronis oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) sering menyebabkan terjadinya kondisi ini. Bakteri ini mengganggu lendir yang biasanya melindungi lapisan lambung dari cairan asam yang dilepaskan selama proses pencernaan. Selama bertahun-tahun, cairan asam ini menghancurkan sel-sel di lapisan lambung, yang menyebabkan EMAG.

 

Autoimmune atrophic gastritis (AAG) adalah jenis gastritis atrofi yang kedua, yang terjadi ketika sistem imun secara keliru menyerang sel-sel di lapisan lambung. Baik EMAG maupun AAG dapat menyebabkan peningkatan risiko berkembangnya tumor neuroendokrin kecil (NETs) di lambung. NETs biasanya bersifat non-kanker (jinak). EMAG dan AAG juga meningkatkan risiko berkembangnya kanker lambung.

 

Penyebab Atrophic Gastritis

 

Terdapat dua penyebab umum dari atrophic gastritis, yaitu infeksi bakteri dan respons autoimun. Di antara keduanya, infeksi bakteri H. pylori adalah penyebab yang paling umum. H. pylori menyebar melalui kontak dengan air liur, tinja, makanan, minuman atau muntahan yang terkontaminasi bakteri.

 

Sementara itu, atrophic gastritis autoimun (AAG) terjadi ketika antibodi (protein yang merupakan bagian dari sistem imun tubuh) secara keliru menyerang sel-sel sehat di lapisan lambung. Hal ini dapat menyebabkan penurunan faktor intrinsik, yaitu protein yang dihasilkan oleh sel-sel lambung untuk membantu penyerapan vitamin B12 dalam tubuh. 

 

Tanpa adanya faktor intrinsik, tubuh tidak dapat sel darah merah yang sehat sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia defisiensi vitamin B12 atau anemia pernisiosa. Kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan kerusakan saraf (neuropati).

 

Adapun orang-orang yang lebih berisiko mengalami atrophic gastritis autoimun adalah sebagai berikut:

 

  • Berjenis kelamin wanita.

  • Memiliki riwayat keluarga dengan atrophic gastritis autoimun.

  • Memiliki riwayat mutasi genetik.

  • Memiliki riwayat penyakit autoimun lainnya, seperti penyakit Addison, penyakit tiroid autoimun (seperti penyakit Hashimoto atau penyakit Graves), diabetes tipe 1, atau vitiligo.

 

Gejala Atrophic Gastritis

 

Gejala atau tanda dari gastritis atrofi bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya. Adapun gejala atrophic gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri H. Pylori adalah sebagai berikut:

 

 

Sementara itu, seseorang dapat mengalami atrophic gastritis autoimun (AAG) dan tidak memiliki tanda atau gejala apa pun. Namun, jika AAG telah menyebabkan kekurangan vitamin B12, maka beberapa gejala anemia dan kerusakan saraf adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri dada.

  • Pusing, sakit kepala, dan lemas.

  • Palpitasi jantung.

  • Mual dan muntah.

  • Kebingungan (delirium).

  • Kulit pucat.

  • Denyut nadi cepat.

  • Telinga berdenging (tinitus).

  • Kesemutan dan mati rasa di anggota tubuh.

 

Diagnosis Atrophic Gastritis

 

Sebelum menegakkan diagnosis gastritis atrofi, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan menekan perut dengan lembut untuk memeriksa apakah terdapat rasa nyeri.

 

Apabila dokter mencurigai pasien mengidap gastritis atrofi, dokter mungkin akan merekomendasikan tes darah untuk mengukur kadar:

 

  • Sel darah merah.

  • Zat besi.

  • Antibodi.

  • Gastrin, hormon yang meningkatkan produksi asam lambung.

  • Pepsinogen, protein yang dibuat oleh sel-sel lambung.

  • Vitamin B12.

 

Selain tes darah, dokter mungkin juga akan melakukan prosedur endoskopi saluran cerna bagian atas bila diperlukan. Prosedur ini dilakukan untuk:

 

  • Mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk memastikan tanda-tanda atrophic gastritis dan mengidentifikasi keberadaan bakteri H. pylori.

  • Mencari keberadaan tumor neuroendokrin kecil (NETs).

 

Pengobatan Atrophic Gastritis

 

Pengobatan gastritis atrofi akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Environmental metaplastic atrophic gastritis (EMAG) dapat ditangani dengan:

 

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi H. pylori.

  • Obat-obatan untuk mengurangi asam lambung.

  • Pemantauan secara rutin melalui prosedur endoskopi.

 

Sementara itu, untuk mengobati atrophic gastritis autoimun (AAG), dokter dapat memberikan:

 

  • Suntikan (injeksi) vitamin B12 untuk meningkatkan kadar vitamin B12 dalam tubuh.

  • Infus zat besi jika terdapat anemia akibat defisiensi zat besi.

 

Jika hasil pemeriksaan melalui prosedur endoskopi menunjukkan adanya tumor neuroendokrin kecil (NETs), dokter akan mengangkatnya selama prosedur (reseksi mukosa endoskopik). Tumor ini biasanya bersifat jinak. Namun, dokter tetap akan memantau perkembangan penyakit, biasanya setiap 1–2 tahun.

 

Pencegahan Atrophic Gastritis

 

Risiko gastritis atrofi dapat diminimalkan dengan menerapkan kebersihan yang baik. Usahakan untuk mencuci tangan sebelum ataupun sesudah melakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut ini:

 

  • Setelah mengganti popok.

  • Setelah menggunakan kamar mandi.

  • Sebelum makan.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis atau saran perawatan dari dokter. Selain itu, tanda dan gejala terkait atrophic gastritis di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. 

 

Pasalnya, bukan tidak mungkin, beberapa gejala atau tanda di atas juga dapat terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.


Siloam Hospitals juga menyediakan Skrining Sistem Pencernaan yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

StatPearls Publishing. Atrophic Gastritis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Atrophic Gastritis. Diakses pada 2024 | Very Well Health. Atrophic Gastritis: Definition, Causes, Prevention. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail