Kesehatan Tubuh
Cedera Otot Dada - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Strained chest muscle atau cedera otot dada adalah kondisi ketika tendon atau di area dada meregang atau bahkan robek. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa nyeri tajam ataupun tumpul yang muncul secara tiba-tiba di area dada. Lantas, apa penyebab cedera otot dada dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak informasi tersebut dalam artikel berikut ini.
Apa itu Cedera Otot Dada?
Strained chest muscle (cedera otot dada) adalah kondisi ketika tendon atau otot dada meregang secara berlebihan atau robek. Otot dada sendiri terdiri dari beberapa kelompok otot, yaitu pektoralis mayor, pektoralis minor, dan otot interkostal. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Pektoralis mayor: Otot ini berbentuk menyerupai kipas yang membentang dari ketiak sampai dengan bagian tengah tulang dada (sternum).
-
Pektoralis minor: Otot kecil di bawah pektoralis minor yang terletak di sepanjang tulang rusuk, tepatnya di bawah tulang selangka.
-
Otot interkostal: Berada di antara tulang rusuk yang membentuk dinding dada.
Secara umum, muscle strain, termasuk strained chest muscle, dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
-
Acute strain: Cedera langsung muncul sesaat setelah terjadinya trauma, misalnya akibat terjatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas.
-
Chronic strain: Terjadi akibat aktivitas yang dilakukan dalam jangka panjang, seperti gerakan berulang saat berolahraga.
Strained chest muscle biasanya hanya berupa cedera ringan dan dapat sembuh dalam beberapa hari atau minggu. Meski demikian, penting untuk tetap mewaspadai cedera ini karena bisa menimbulkan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab Cedera Otot Dada
Strained chest muscle biasanya dilakukan karena menggunakan otot dada secara berlebihan. Hal tersebut dapat menimbulkan tekanan berlebih pada otot dada sehingga membuatnya meregang secara berlebihan atau bahkan robek. Terdapat beberapa kondisi yang bisa menimbulkan tekanan berlebih pada otot dada dan menyebabkan strained chest muscle, di antaranya:
-
Kecelakaan lalu lintas.
-
Terjatuh dari ketinggian.
-
Mengangkat beban berat seraya memutar tubuh.
-
Batuk keras berkelanjutan.
-
Cedera akibat peralatan yang tidak berfungsi dengan baik.
Di samping itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami cedera otot dada adalah sebagai berikut:
-
Tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga.
-
Lansia.
-
Menderita batuk rejan (pertusis) atau bronkitis.
-
Memiliki postur tubuh yang buruk.
-
Rendahnya tingkat fleksibilitas tubuh.
-
Kelelahan otot.
Gejala Cedera Otot Dada
Gejala utama cedera otot dada adalah nyeri di area dada, bisa berupa nyeri tajam ataupun tumpul, yang dapat memburuk saat penderitanya bergerak atau batuk. Di samping itu, beberapa gejala yang kerap dialami oleh penderita strained chest muscle adalah sebagai berikut:
-
Dada membengkak.
-
Memar di area dada.
-
Otot kaku.
-
Nyeri punggung.
-
Nyeri tekan di area dada.
-
Pasien biasanya akan menginformasikan sensasi robek atau suara ‘letupan’, disertai dengan keterbatasan gerak yang menyakitkan, pembengkakan lokal, asimetri, dan memar.
Di samping itu, beberapa orang mungkin kesulitan untuk membedakan nyeri dada akibat strained chest muscle dengan nyeri dada karena serangan jantung. Pada dasarnya, jika disebabkan oleh serangan jantung, nyeri dada akan disertai dengan beberapa gejala berikut ini:
-
Nyeri pada dada yang menjalar ke lengan kiri, punggung, atau rahang.
-
Keringat dingin.
-
Pandangan kabur.
-
Mual atau muntah.
-
Pusing.
-
Pingsan.
Diagnosis Cedera Otot Dada
Dalam menegakkan diagnosis strained chest muscle, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, serta kronologi kejadian yang dapat menimbulkan gejala tersebut.
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti dengan menekan area dada, untuk memastikan gejala-gejala yang dialami pasien. Untuk membantu menegakkan diagnosis strained chest muscle, dokter juga dapat menggunakan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:
-
Tes pencitraan, seperti rontgen, USG, CT scan, atau MRI dada.
-
Elektrokardiogram untuk menyingkirkan kemungkinan lain dari penyebab nyeri dada seperi serangan jantung.
Selanjutnya, dokter akan menentukan tingkat keparahan strained chest muscle berdasarkan beberapa kategori, yaitu:
-
Tingkat 1: Terjadi kerusakan ringan pada kurang dari 5% serat otot.
-
Tingkat 2: Terjadi kerusakan yang lebih parah dibandingkan tingkat 1. Pada tingkat ini, otot belum sepenuhnya robek (ruptur), namun penderita mungkin akan merasa kehilangan kekuatan dan mobilitas dari otot dada.
-
Tingkat 3: Otot dada mengalami ruptur total, sehingga diperlukan prosedur pembedahan untuk menangani kondisi tersebut.
Pengobatan Cedera Otot Dada
Cara mengatasi cedera otot dada cenderung beragam, sesuai dengan tingkat keparahannya. Namun, pada kasus yang tergolong ringan, cedera otot dada dapat ditangani dengan melakukan metode RICE, yaitu rest, ice, compression, dan elevation. Berikut penjelasannya:
-
Rest: Istirahat dan berhenti melakukan aktivitas apa pun sesaat setelah merasakan nyeri di area dada.
-
Ice: Meletakkan kompres dingin pada area yang terasa nyeri selama 20 menit setiap 3 kali sehari.
-
Compression: Membalut area yang cedera dengan perban elastis. Namun, pastikan tidak membalutnya terlalu ketat karena bisa mengganggu sirkulasi darah.
-
Elevation: Memastikan posisi dada tetap tinggi, terutama saat tidur di malam hari. Tidur menggunakan recliner sofa mungkin bisa membantu.
Di samping itu, dokter mungkin dapat meresepkan obat analgesik guna membantu meredakan nyeri. Apabila pasien mengalami chronic strain, dokter dapat merekomendasikan untuk melakukan terapi fisik (fisioterapi) guna mengoptimalkan pemulihan. Di sisi lain, pada kasus yang lebih serius, tindakan operasi mungkin akan diperlukan untuk menangani kondisi ini.
Komplikasi Cedera Otot Dada
Secara umum, cedera otot dada dapat membaik dalam beberapa hari atau minggu dan jarang menimbulkan komplikasi tertentu. Namun, pada kasus yang parah, cedera otot dada yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat bisa memengaruhi sistem pernapasan penderitanya. Bahkan, hal ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi paru-paru.
Perlu diingat, informasi di atas tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Oleh karenanya, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat dari dokter terkait apabila mengalami gejala-gejala yang berhubungan dengan cedera otot dada. Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) di Siloam Hospitals terdekat.
Tenaga medis profesional mungkin akan melakukan tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang bervariasi, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Namun, seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut akan dipastikan oleh dokter terkait agar tetap sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Selain itu, apabila direkomendasikan oleh dokter, Anda juga bisa melakukan perawatan fisioterapi untuk membantu mengoptimalkan pemulihan gangguan muskuloskeletal. Paket perawatan tersebut bisa dilakukan di rumah dengan memesan paket Fisioterapi dari layanan Siloam at Home yang tersedia di aplikasi MySiloam.
Sumber
Healthline. What You Should Know About a Pulled Chest Muscle. Diakses pada 2024 | Banner Health. Is It a Heart Attack or a Pulled Chest Muscle. Diakses pada 2024 | Healthcare Associates of Texas. Strained Chest Muscle: Causes, Symptoms, and Treatment. Diakses pada 2024 | NCBI. Pectoralis Major Tear. diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






