Kesehatan Tubuh
Mengenal Fisioterapi Lutut, Persiapan, dan Prosedurnya

Table of Contents
Terapi fisik atau fisioterapi lutut merupakan metode perawatan yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri serta meningkatkan kekuatan lutut. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menangani nyeri lutut yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Guna mengetahui persiapan hingga prosedur fisioterapi lutut selengkapnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.
Mengenal Fisioterapi Lutut
Pada dasarnya, terapi fisik atau fisioterapi adalah terapi rehabilitasi yang dilakukan untuk memulihkan keterbatasan fisik akibat cedera maupun penyakit tertentu. Terapi ini dapat dilakukan di berbagai bagian tubuh, salah satunya adalah lutut.
Fisioterapi di area lutut umumnya dilakukan untuk menangani pasien yang mengeluhkan sakit lutut. Nyeri pada lutut bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti cedera atau penyakit tertentu, misalnya, osteoarthritis, patellofemoral pain syndrome, dan patellar tendinopathy (peradangan pada tendon yang menghubungkan tulang lutut dan tulang kering).
Fisioterapi untuk sakit lutut biasanya dilakukan sebanyak 2–3 sesi dalam seminggu selama beberapa minggu. Terapi ini dapat melibatkan latihan fisik, terapi langsung (hands-on therapy), hingga perawatan medis, seperti USG.
Persiapan Fisioterapi Lutut
Secara umum, fisioterapi lutut melibatkan evaluasi serta penilaian secara menyeluruh terhadap ekstremitas bawah, mulai dari pinggul hingga kaki. Hal tersebut dilakukan untuk menilai keparahan nyeri lutut yang dialami oleh pasien, sehingga dokter dapat merencanakan metode perawatan dan terapi yang tepat, termasuk jenis latihan yang diperlukan.
Dalam hal ini, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) serta mengarahkan pasien untuk mengisi formulir tertentu guna mengetahui riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, pasien juga dapat menilai rasa sakit yang dialami menggunakan skala nyeri VAS (visual analogue scale) 0–10, yaitu:
-
Tidak sakit: 0.
-
Nyeri ringan: 1, 2, atau 3.
-
Nyeri sedang: 4, 5, atau 6.
-
Nyeri parah: 7, 8, 9, atau 10.
Di samping itu, dokter juga dapat mengevaluasi atau memeriksa kondisi lutut pasien dengan memeriksa beberapa hal, di antaranya:
-
Evaluasi gaya berjalan: Dokter akan mengevaluasi cara pasien berjalan. Dalam hal ini, dokter akan mengevaluasi apakah terdapat kelainan atau perubahan kecil pada gerakan di sekitar lutut setiap pasien melangkah.
-
Palpasi: Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyentuh berbagai struktur di sekitar lutut untuk mendeteksi kelainan serta adanya bagian lutut yang terasa nyeri ketika disentuh.
-
Pengukuran rentang gerak: Rentang gerak dapat dilihat dari seberapa jauh lutut pasien dapat ditekuk atau diluruskan, baik secara aktif (gerakan diinisiasi oleh pasien) atau pasif (gerakan dilakukan dengan bantuan pemeriksa). Untuk mengukur rentang gerak, dokter juga bisa menggunakan instrumen khusus.
-
Pengukuran kekuatan: Lutut pada dasarnya terhubung dengan beberapa otot di sekitarnya. Jika terdapat kelemahan atau ketidakseimbangan otot, hal tersebut bisa memperburuk nyeri lutut.
-
Penilaian keseimbangan: Gangguan keseimbangan dapat menyebabkan stres atau peregangan pada bagian lutut yang bisa memperburuk rasa nyeri.
-
Pengukuran pembengkakan: Terkadang, pembengkakan juga bisa terjadi pada sendi lutut setelah mengalami cedera. Dalam hal ini, dokter dapat menilai pembengkakan yang terjadi di area lutut untuk merencanakan terapi yang tepat.
-
Tes tertentu: Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tertentu di area lutut untuk mengetahui struktur lutut yang bermasalah.
Prosedur Fisioterapi Lutut
Fisioterapi lutut dapat dilakukan dengan mengarahkan pasien untuk melakukan latihan fisik tertentu. Tujuannya adalah untuk memperkuat serta meningkatkan mobilitas lutut. Selain bersama terapis atau dokter, pasien juga dapat melakukan latihan fisik di rumah, yang biasanya telah diajarkan atau didiskusikan terlebih dahulu oleh terapis atau dokter.
Adapun beberapa jenis latihan yang dapat dilakukan dalam fisioterapi lutut adalah:
-
Straight leg raises, yaitu latihan untuk menguatkan otot tungkai. Latihan ini dilakukan dengan posisi berbaring telentang di alas yang datar, kemudian naikkan salah satu kaki secara lurus hingga setinggi 90 derajat terhadap lantai.
Latihan Straight Leg Raises.
Sumber: Hinge Health
-
Quad set, yaitu latihan untuk memperkuat otot paha bagian depan. Cara melakukannya adalah dengan duduk atau berbaring di alas yang datar, kemudian luruskan salah satu kaki, dan tekuk kaki yang lain. Kencangkan otot paha depan pada kaki yang lurus dengan menekan bagian belakang lutut ke arah lantai.
Latihan quad set.
Sumber: saintlukeskc
-
Short arc quads, yaitu latihan fisik yang menargetkan otot paha bagian atas (quadriceps muscle). Latihan ini dilakukan dengan cara berbaring telentang dan letakkan guling atau bantal di bawah lutut. Kemudian, kencangkan otot paha depan untuk meluruskan lutut semaksimal mungkin.
Latihan Short Arc Quads.
Sumber: Spine and Sports Physical Therapy
-
Latihan untuk memperkuat otot pinggul. Pasalnya, otot pinggul dapat membantu menjaga keseimbangan posisi lutut. Salah satu contohnya adalah senam kegel, yang dilakukan dengan cara mengencangkan otot panggul seperti sedang menghentikan aliran pipis saat buang air kecil dan tahan selama 5 detik. Pada posisi ini, usahakan untuk tetap bernapas dan tidak mengencangkan otot perut, paha, serta bokong.
-
Peregangan pada ekstremitas bagian bawah.
-
Latihan keseimbangan.
Selain itu, dalam fisioterapi lutut, dokter juga dapat melakukan sejumlah prosedur medis tertentu, di antaranya:
-
Terapi ultrasound.
-
Terapi stimulasi elektrik.
-
Penggunaan kinesiology tape, yaitu plester yang kerap digunakan untuk mendukung kerja sendi atau otot yang cedera.
-
Kompres dingin dan hangat.
-
Pijat.
-
Mobilisasi sendi lutut.
Pada intinya, fisioterapi lutut adalah metode terapi yang dapat membantu meredakan nyeri pada lutut. Namun sebelum menjalani fisioterapi lutut, dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani terapi ini.
Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan nyeri lutut, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait rasa nyeri dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Selain itu, perawatan Fisioterapi juga bisa Anda dapatkan di rumah dengan memesan paketnya melalui layanan Siloam at Home yang tersedia di aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Thomas Sintong Pratama Purba SpKFR.,FIPM.,AIFO-K.,COMSK
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Andreas Wardono Santoso, SpKFR, M.Kes
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
SHMD Physiotherapist
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Medan
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
Fisioterapi Silver ASRI - Homecare
Rp1.200.000
Fisioterapi & Chest Therapy (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp1.072.000






