Kesehatan Tubuh
Gangguan Muskuloskeletal - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Gangguan muskuloskeletal atau musculoskeletal disorders (MSDs) adalah kondisi yang memengaruhi otot, tulang, sendi, dan jaringan ikat. Gangguan ini bisa terjadi sebagai kelainan bawaan ataupun dapat berkembang saat dewasa. Lantas, apa saja macam-macam gangguan muskuloskeletal? Mari simak penjelasan selengkapnya tentang musculoskeletal disorders (MSDs) melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Gangguan Muskuloskeletal?
Seperti yang sudah dijelaskan, gangguan muskuloskeletal atau musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan sekumpulan kondisi yang bisa terjadi pada sistem muskuloskeletal, ini termasuk otot, tulang, sendi, serta jaringan ikat. Gangguan ini terdiri dari berbagai jenis, beberapa contohnya adalah sebagai berikut:
Gangguan muskuloskeletal pada dasarnya merupakan kondisi yang umum terjadi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Selain itu, risikonya pun akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
Penyebab Gangguan Muskuloskeletal
Ada banyak hal yang bisa menyebabkan timbulnya gangguan pada sistem muskuloskeletal, mulai dari cedera, gangguan metabolik, penuaan, gangguan autoimun, infeksi, atau idiopatik (tidak diketahui penyebabnya). Gangguan pada sistem muskuloskeletal yang disebabkan oleh cedera dapat terjadi karena benturan dari luar atau penggunaan sendi secara berlebihan.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem muskuloskeletal adalah sebagai berikut:
-
Postur dan posisi tubuh saat beraktivitas atau kerja (ergonomis).
-
Kelainan struktural.
-
Usia.
-
Gaya hidup.
-
Kelemahan otot, tulang, tendon, dan ligamen.
-
Faktor genetik, imunitas, dan metabolik.
-
Aktivitas tertentu, seperti:
-
Duduk dalam posisi yang sama di depan komputer setiap hari.
-
Melakukan gerakan berulang-ulang.
-
Mengangkat beban berat.
-
Mempertahankan postur tubuh yang buruk saat bekerja.
-
Gejala Gangguan Muskuloskeletal
Gejala umum adanya gangguan pada sistem muskuloskeletal adalah nyeri berulang, bisa terasa tajam, tumpul, atau panas. Nyeri tersebut bisa disertai dengan gejala lain, seperti kekakuan sendi, pembengkakan, pegal-pegal, kesemutan, dan kemerahan pada area yang terdampak.
Tergantung dari jenisnya, penderita juga bisa mengalami hilangnya fungsi otot, kehilangan koordinasi, berkurangnya rentang gerak sendi, dan ketidaknyamanan saat bergerak. Gejala ini dapat memengaruhi berbagai area sistem muskuloskeletal, termasuk:
-
Leher.
-
Bahu.
-
Pergelangan tangan.
-
Punggung.
-
Pinggul.
-
Lutut.
-
Kaki.
-
Telapak kaki.
Pada beberapa kasus, gejala gangguan muskuloskeletal dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau mengetik. Penderita mungkin mengalami keterbatasan rentang gerak sehingga kesulitan untuk menjalankan aktivitas harian.
Diagnosis Gangguan Muskuloskeletal
Dokter akan menegakkan diagnosis atas penyebab yang mendasari terjadinya gangguan muskuloskeletal. Dalam hal ini, akan dilakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien, termasuk aktivitas atau faktor lain yang menyebabkan timbulnya gejala.
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa nyeri, kemerahan, pembengkakan, kelemahan otot, serta refleks tubuh pasien. Adanya abnormalitas pada refleks tubuh dapat mengindikasikan adanya kerusakan saraf.
Dokter biasanya juga meminta pasien melakukan pemeriksaan penunjang tambahan, seperti sinar-X atau MRI. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa tulang dan jaringan lunak. Dokter juga dapat merekomendasikan tes darah guna menentukan penyakit rematik, seperti rheumatoid arthritis.
Pengobatan Gangguan Muskuloskeletal
Pengobatan untuk gangguan muskuloskeletal akan disesuaikan dengan diagnosis dan tingkat keparahan gejala. Bagi pasien yang mengeluhkan nyeri, dokter dapat memberikan resep obat untuk meringankan peradangan dan nyeri, serta merekomendasikan beberapa teknik relaksasi dan latihan fisik yang bisa diterapkan di rumah.
Pada beberapa kasus, dokter juga dapat merekomendasikan terapi fisik (fisioterapi), terapi okupasi, atau kombinasi keduanya. Terapi ini dapat membantu pasien mengelola nyeri dan ketidaknyamanan, serta menjaga kekuatan dan rentang gerak. Dengan begitu, pasien bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Cara Mencegah Gangguan pada Sistem Muskuloskeletal
Pada dasarnya, risiko setiap orang mengalami masalah muskuloskeletal akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini dikarenakan semakin tua usia seseorang, otot, tulang, dan sendinya dapat mengalami penurunan kekuatan secara alami.
Oleh sebab itu, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Rutin melakukan latihan kekuatan dan peregangan juga dapat membantu tulang, sendi, serta otot tetap kuat dan stabil. Selain itu, terapkan juga beberapa tips berikut ini:
-
Melakukan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari dengan aman. Jika diperlukan, gunakan alat pengaman untuk pekerjaan tertentu.
-
Pertahankan postur tubuh yang tegak.
-
Selalu berhati-hati saat mengangkat benda berat.
-
Usahakan meminimalkan gerakan berulang.
-
Berkonsultasi dengan dokter, terutama bila Anda memiliki pekerjaan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal.
Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait gangguan muskuloskeletal di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Siloam Hospitals menyediakan Paket Cek Kesehatan Tulang yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Paket ini sudah termasuk pemeriksaan kadar kalsium dan vitamin D di dalam darah. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendeteksi masalah pada tulang dan kondisi yang berkaitan lainnya.
Sumber
Healthline. Musculoskeletal Disorders. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Apa yang Disebut dengan Gangguan Musculoskeletal? Diakses pada 2024 | NCBI. Musculoskeletal Disorders. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Pergelangan Tangan
Rontgen / X-Ray
Rp347.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
1.5T MRI HIP NON CONTRAST (1 SIDE)
MRI / MRA
Rp3.192.000
TERPOPULER
X-RAY SHOULDER (1 POSISI)
Rontgen / X-Ray
Rp214.000






