Alami Jantung Berdebar Setelah Makan? Ini Cara Mengatasinya!
Kesehatan Tubuh

Alami Jantung Berdebar Setelah Makan? Ini Cara Mengatasinya!

10 Juni 2025 4 menit waktu baca
cara mengatasi jantung berdebar setelah makan

 

Jantung berdebar setelah makan merupakan suatu kondisi yang perlu diwaspadai, terutama jika terjadi tanpa alasan yang jelas. Meskipun sering kali tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengindikasikan berbagai gangguan medis, mulai dari respons tubuh terhadap makanan tertentu hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Lantas, bagaimana cara mengatasi jantung berdebar setelah makan? Simak selengkapnya melalui ulasan berikut.

 

Penyebab Jantung Berdebar setelah Makan

 

Jantung berdebar setelah makan merujuk pada kondisi palpitasi jantung. Palpitasi jantung adalah kondisi ketika jantung terasa berdebar kencang atau denyut jantung seperti melompat atau terlewat. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja, termasuk setelah atau saat makan. Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Biasanya, jantung berdebar bisa terjadi karena reaksi alergi atau kepekaan berlebih terhadap makanan yang dikonsumsi.

 

Palpitasi jantung dapat terjadi akibat proses mengunyah, menelan, dan mencerna makanan atau akibat bahan makanan yang dikonsumsi. Sebagian besar palpitasi jantung tidak mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya. Beberapa jenis makanan yang sering kali menjadi penyebab jantung berdebar setelah makan adalah sebagai berikut:

 

  • Makanan tinggi karbohidrat. Jenis makanan ini bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, terutama jika memiliki gula darah rendah (hipoglikemia).

  • Makanan tinggi natrium, seperti makanan olahan atau kalengan.

  • Makanan tinggi gula, terutama jika memiliki hipoglikemia.

  • Makanan pedas atau berlemak yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati dan terkadang jantung berdebar cepat.

 

Beberapa bahan makanan tertentu juga bisa memicu jantung berdebar setelah makan. Bahan-bahan tersebut di antaranya:

 

  • Monosodium glutamate (MSG): Makanan olahan dan makanan yang dijual di luar mungkin saja mengandung penambah rasa ini. Jika seseorang sensitif terhadap MSG, ia mungkin dapat mengalami palpitasi jantung setelah makan.

  • Theobromine: Senyawa alami ini ditemukan dalam tanaman kakao yang menjadi bahan dasar cokelat. Theobromine dapat meningkatkan denyut jantung yang menyebabkan jantung berdebar.

  • Tyramine: Merupakan jenis asam amino yang biasanya ditemukan dalam alkohol, daging olahan, serta buah kering. Tiramin diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan jantung berdebar.

 

Sementara itu, beberapa jenis suplemen dan obat-obatan yang juga dapat meningkatkan risiko jantung berdebar setelah makan adalah sebagai berikut:

 

  • Bitter orange: Suplemen untuk heartburn, kesehatan kulit, dan penurunan berat badan.

  • Ephedra: Suplemen untuk demam, sakit kepala, dan meningkatkan energi.

  • Ginseng: Suplemen untuk meningkatkan energi.

  • Hawthorn: Suplemen untuk kesehatan jantung.

  • Valerian: Suplemen untuk anxiety, depresi, dan masalah tidur.

  • Obat alergi, asma, dan demam.

  • Obat antibiotik.

  • Pil untuk diet.

  • Obat untuk tekanan darah tinggi.

  • Insulin.

  • Obat untuk penyakit tiroid.

  • Obat untuk penyakit jantung.

 

Adapun faktor-faktor lain yang berpotensi menyebabkan jantung berdebar setelah makan, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Anemia (jumlah sel darah merah rendah), yang dapat terjadi akibat kekurangan zat besi dalam makanan.

  • Dehidrasi.

  • Mengonsumsi alkohol.

  • Merasa cemas atau stres sebelum, selama, atau sesudah makan.

  • Hipokalemia (kadar kalium rendah).

 

Gejala Jantung Berdebar setelah Makan

 

Secara umum, gejala jantung berdebar setelah makan di antaranya sebagai berikut:

 

  • Berdebar. Beberapa orang menggambarkan sensasi berdebar di dada.

  • Detak jantung tidak teratur, bertambah cepat, atau melambat.

  • Berdebar dengan keras atau intens. Beberapa orang dengan jantung berdebar mungkin dapat terdengar hingga ke telinga.

 

Diagnosis Jantung Berdebar setelah Makan

 

Dalam proses penegakan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien, termasuk jenis makanan yang dikonsumsi. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik. Jika diduga ada masalah jantung, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis. Pemeriksaan penunjang tersebut, di antaranya:

 

  • Elektrokardiogram.

  • Rontgen dada.

  • Tes darah.

  • Tes urine.

  • Tes fungsi tiroid.

  • Tes fungsi ginjal.

  • Cek kadar elektrolit.

  • Ekokardiogram.

  • Exercise stress test.

  • Monitor Holter.

 

Cara Mengatasi Jantung Berdebar setelah Makan

 

Penanganan untuk segala jenis palpitasi jantung atau jantung berdebar tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Sering kali, kondisi ini tidak serius dan bisa hilang dengan sendirinya. Sebagai cara mengatasi jantung berdebar setelah makan, dokter mungkin akan menyarankan pasien menjalani perubahan gaya hidup untuk mengendalikan gejala. Perubahan ini meliputi:

 

  • Mengelola stres.

  • Tidur yang cukup.

  • Olahraga secara rutin.

  • Bermeditasi.

  • Berlatih yoga, tai chi, atau gerakan sejenis lainnya.

  • Berhenti merokok.

  • Menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang.

 

Jika palpitasi jantung merupakan masalah yang serius dan perlu ditangani dengan obat-obatan, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, seperti beta blocker atau calcium channel blocker. Obat beta blocker dapat membantu meredakan gejala palpitasi jantung dengan menjaga detak jantung tetap stabil dan mengendalikan irama jantung yang tak teratur. Sementara itu, obat calcium channel blocker dapat membantu menurunkan tekanan darah.

 

Sementara itu, penanganan lain yang mungkin direkomendasikan dapat melibatkan ablasi kateter, yaitu suatu prosedur yang dilakukan dengan mengirimkan energi radiofrekuensi melalui kateter untuk mematikan jaringan jantung abnormal yang menyebabkan aktivitas listrik abnormal pada jantung.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa, seperti jantung berdebar setelah makan yang terjadi berulang kali, penting untuk segera memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Medical News Today. Why do I get heart palpitations after I eat?. Diakses pada 2025 | Healthline. Understanding Heart Palpitations After Eating. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Heart Palpitations After Eating. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail