Kaki Charcot - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Kaki Charcot - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

23 April 2025 5 menit waktu baca
kaki Charcot

Kaki Charcot adalah kerusakan pada kaki yang disebabkan oleh hilangnya rasa (mati rasa) pada kaki dan pergelangan kaki penderitanya. Pada kondisi ini, penderita  tidak merasakan  adanya  cedera atau infeksi yang melukai kaki, sehingga ketika ada tulang yang patah atau gangguan pada sendi dan jaringan lunak, penderitanya tetap menggunakan kaki tersebut seperti biasa untuk beraktivitas sehingga pada akhirnya bentuk kaki menjadi aneh (deformitas). 

 

Bila kondisi ini terlambat disadari dan tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka semakin besar pula dampak buruknya di kemudian hari. Untuk itu, mari pahami lebih lanjut tentang kaki Charcot melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Kaki Charcot?

 

Kaki Charcot, Charcot foot, atau Charcot arthropathy adalah kerusakan pada struktur tulang dan sendi kaki yang disebabkan karena penderitanya kehilangan rasa di tungkai bawah dan kaki, sehingga tidak dapat merasakan sakit atau gejala-gejala lain yang terjadi pada kaki. 

 

Ketidakmampuan merasakan sakit disebabkan oleh kerusakan saraf (neuropati). Hal ini merupakan komplikasi dari penyakit diabetes yang sering dialami oleh penderita diabetes. 

Aliran darah yang membawa nutrisi ke saraf yang tidak baik dapat menyebabkan penderita kurang atau bahkan sama sekali tidak merasakan sensasi di kaki.

 

Selain pada saraf, aliran darah pada kulit dan kaki yang juga buruk dapat menyebabkan luka semakin susah sembuhnya. Jika luka tidak kunjung sembuh, semakin besar pula kemungkinan bakteri untuk masuk melalui luka tersebut dan menyebabkan infeksi kaki diabetes (diabetic foot infection).

 

Meski kejadian kaki Charcot ini terbilang langka, bila sudah terlanjur mengalami Charcot foot dan tidak segera diobati, persendian kaki bisa roboh (collapse) secara permanen sehingga memengaruhi kemampuan penderitanya dalam menggunakan kaki.

 

Bahkan, pada kondisi yang lebih parah, hal ini dapat mengancam jiwa karena infeksi sudah menyebar ke seluruh tubuh dan sering kali memerlukan tindakan amputasi atau pemotongan bagian tubuh tertentu untuk mencegah penyebaran infeksi tersebut.

 

Penyebab Kaki Charcot

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kaki Charcot sering kali berkaitan dengan neuropati (gangguan saraf) pada pengidap diabetes. Pasalnya, kadar gula darah yang terlalu tinggi dan dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dapat menghambat aliran darah ke jaringan saraf, sehingga sel-sel saraf tidak lagi menerima asupan oksigen dan nutrisi yang cukup. 

 

Hal tersebut mengakibatkan kerja saraf terhambat sehingga menurunkan kepekaan atau sensitivitas pasien diabetes terhadap sensasi, termasuk sentuhan, suhu, dan rasa nyeri. Inilah mengapa pengidap diabetes sering kali tidak menyadari adanya rangsangan pada kulit, misalnya saat terjadi infeksi atau cedera kecil, seperti karena jatuh atau keseleo.

 

Kaki Charcot terjadi ketika cedera kecil atau infeksi pada kaki pengidap diabetes dibiarkan dalam jangka waktu lama dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Kondisi ini membuat pengidap melewatkan gejala atau tanda-tanda bahwa ia membutuhkan perawatan dari dokter dengan segera hingga akhirnya cedera atau infeksi tersebut sudah berkembang semakin parah.

 

Pada akhirnya, tulang kaki menjadi melemah dan rentan mengalami patah tulang atau dislokasi. Melemahnya sendi kaki juga dapat menyebabkan pengidap lebih mudah terkilir hingga mengubah bentuk kaki.

 

Penderita diabetes mungkin lebih rentan terkena neuropati bila disertai dengan kondisi kesehatan lainnya juga, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), obesitas, kolesterol tinggi, dan penyakit ginjal. Namun, selain diabetes, beberapa kondisi lain yang dapat memicu terjadinya kaki Charcot adalah:

 

  • Cedera saraf tulang belakang.

  • Penyakit Parkinson.

  • Sifilis.

  • HIV.

  • Polio.

  • Syringomyelia.

  • Leprosy (kusta).

  • Infeksi dan peradangan kaki.

  • Luka di kaki yang tidak kunjung membaik.

  • Fraktur (patah tulang) yang tidak diobati.

  • Kerusakan saraf perifer.

  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan kronis (jangka waktu lama).

 

Gejala Kaki Charcot

 

Gejala awal Charcot foot adalah nyeri pada kaki, kemerahan, pembengkakan, dan terasa hangat saat disentuh. Pada kondisi yang lebih parah, Charcot foot dapat menyebabkan perubahan pada bentuk kaki (Charcot foot deformity). Berikut uraian lengkapnya. 

 

  • Rocker-bottom foot: Kondisi ketika tulang di tengah kaki patah dan roboh (collapse) sehingga lengkungan di kaki pun roboh. Jadi, alih-alih memiliki lengkungan ke atas yang alami, kaki bagian bawah justru memiliki tonjolan ke bawah.

  • Perubahan bentuk jari kaki, seperti melengkung ke bawah.

  • Perubahan bentuk pergelangan kaki, seperti menekuk atau melengkung ke satu sisi sehingga tidak terlihat lurus dan stabil dibandingkan dengan pergelangan kaki lainnya.

  • Ulkus kaki (foot ulcers). Perubahan pada bentuk kaki dapat memberikan terlalu banyak tekanan di kaki sehingga akan berisiko sering terkena gesekan dan memicu tumbuhnya ulkus atau luka terbuka yang meningkatkan risiko infeksi.

 

Diagnosis Kaki Charcot

 

Penegakan diagnosis kaki Charcot umumnya melalui tahap pemeriksaan fisik dan beberapa tes pencitraan. Sebelum itu, dokter biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien, terutama terkait penyakit diabetes dan kepatuhan minum obat.

 

Kemudian, pada pemeriksaan fisik, dokter akan membandingkan kedua kaki pasien untuk melihat adanya perubahan atau perbedaan, serta memastikan seberapa besar kemampuan pasien dalam merasakan sensasi.

 

Lalu, guna mengonfirmasi diagnosis kaki Charcot, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, yang meliputi:

 

  • Rontgen kaki.

  • CT scan.

  • MRI.

  • Tes darah (untuk melihat tanda-tanda infeksi).

 

Cara Menangani Kaki Charcot 

 

Tujuan utama pengobatan kaki Charcot adalah mengurangi pembengkakan dan sensasi panas, menjaga struktur dan bentuk kaki agar tidak berubah, mencegah terbentuknya ulkus, serta memungkinkan pasien untuk dapat berjalan dengan baik dan stabil. Pasien sebisa mungkin harus menghindari tekanan berlebih pada kaki untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Pasien mungkin memerlukan gips, kruk, atau kursi roda.

 

Dokter juga dapat merekomendasikan ortotik atau sisipan sepatu yang menopang kaki dan menjaga jari-jari pada posisi yang benar. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan ekstra pada kaki dan menopang kaki dengan baik saat berjalan.

 

Bila diperlukan, pasien juga akan direkomendasikan melakukan fisioterapi (terapi fisik) untuk membantu pasien mengembalikan kemampuannya dalam menggerakkan kaki dan mengurangi gejala, seperti nyeri, kaku, serta ketidaknyamanan.

 

Jika gejala yang dialami cukup parah, misalnya patah tulang atau infeksi yang menyebar, pasien mungkin memerlukan operasi. Pada prosedur ini, dokter bedah akan memperbaiki kerusakan di dalam sendi dan pergelangan kaki atau melakukan tindakan amputasi untuk mencegah penyebaran infeksi jika diperlukan (namun jarang terjadi).

 

Cara Mencegah Kaki Charcot

 

Langkah terbaik dalam menghindari kaki Charcot adalah mengelola diabetes dengan cara mencegah kenaikan gula darah (hiperglikemia) serta melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter. Penderita diabetes juga disarankan untuk menerapkan beberapa cara berikut ini:

 

  • Memeriksa kaki setiap hari untuk mengetahui adanya perubahan yang tidak terasa.

  • Memeriksakan kaki setiap melakukan kontrol rutin ke dokter.

  • Menjaga kuku kaki tetap terpotong dan dikikir. Potong dengan lurus agar kuku kaki tidak tumbuh ke dalam.

  • Menjaga aliran darah ke kaki, salah satunya dengan menggoyang-goyangkan jari kaki.

  • Menjaga kebersihan kaki, termasuk di sela-sela jari.

  • Menghindari aktivitas yang berisiko mencederai kaki, misalnya olahraga yang utamanya menggunakan kaki (sepak bola).

 

Kaki Charcot perlu segera mendapatkan penanganan agar tidak berdampak lebih buruk bagi kesehatan tubuh. Untuk itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala atau perubahan di kaki yang mengarah kepada kondisi kaki Charcot, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals. Praktis, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter terkait secara online melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail