Kesehatan Tubuh
Kolangitis Sklerosis Primer: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Primary sclerosing cholangitis atau kolangitis sklerosis primer adalah kondisi medis yang ditandai dengan pembentukan jaringan parut pada saluran empedu. Kondisi ini bisa menyebabkan saluran empedu menyempit dan mengeras sehingga bisa memicu terjadinya kerusakan organ hati. Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan kolangitis sklerosis primer selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Kolangitis Sklerosis Primer?
Kolangitis sklerosis primer atau primary sclerosing cholangitis (PSC) adalah kondisi medis ketika terdapat peradangan, penebalan, dan pembentukan jaringan parut pada saluran empedu. Sebagai informasi, saluran empedu berfungsi membawa cairan empedu dari hati ke kantong empedu atau usus untuk membantu proses pencernaan makanan.
Penyebab Kolangitis Sklerosis Primer
Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya primary sclerosing cholangitis. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini dapat dipicu oleh gangguan pada sistem kekebalan tubuh, kelainan genetik, maupun karena adanya luka pada saluran empedu.
Kolangitis sklerosis primer dapat terjadi pada semua rentang usia, baik pria maupun wanita. Namun, ada beberapa faktor risiko yang diduga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita primary sclerosing cholangitis, di antaranya adalah:
-
Berusia sekitar 30–40 tahun.
-
Berjenis kelamin pria.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat primary sclerosing cholangitis.
-
Menderita penyakit autoimun, misalnya inflammatory bowel disease.
Gejala Kolangitis Sklerosis Primer
Primary sclerosing cholangitis umumnya dapat berkembang secara perlahan dan bertahap. Pada tahap awal, kondisi ini bisa menimbulkan gejala yang menyerupai kondisi medis lain, sehingga sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Beberapa gejala awal yang dapat dialami oleh penderita PSC, di antaranya:
-
Nyeri perut pada bagian kanan atas.
-
Mudah lelah.
-
Gatal-gatal pada kulit.
-
Mata dan kulit kekuningan.
Seiring berjalannya waktu, gejala yang dialami oleh penderita kondisi ini bisa semakin bertambah. Hal tersebut umumnya terjadi karena PSC sudah menyebabkan pengerasan saluran empedu, yang kemudian dapat memicu infeksi, bahkan kerusakan hati (sirosis). Pada kondisi ini, penderitanya dapat mengalami gejala yang meliputi:
-
Demam.
-
Penurunan nafsu makan.
-
Penurunan berat badan secara drastis.
-
Sering berkeringat di malam hari.
-
Munculnya ruam kemerahan.
-
Kaki membengkak.
-
Perut membengkak akibat pembesaran organ hati.
Diagnosis Kolangitis Sklerosis Primer
Dalam menegakkan diagnosis kolangitis sklerosis primer, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis atau anamnesis terkait dengan keluhan serta riwayat kesehatan pasien maupun keluarganya. Lalu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mendeteksi gejala PSC.
Selain itu, dokter juga mungkin memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang guna menegakkan diagnosis PSC, di antaranya:
-
Tes darah, untuk memeriksa fungsi hati dan jumlah sel-sel darah di dalam tubuh.
-
Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), untuk memeriksa kondisi kelenjar serta saluran empedu.
-
Magnetic resonance imaging (MRI), untuk memeriksa kondisi hati dan saluran empedu.
-
Biopsi jaringan hati, untuk mendeteksi kerusakan hati.
Pengobatan Kolangitis Sklerosis Primer
Secara umum, belum ada metode pengobatan yang dapat menyembuhkan primary sclerosing cholangitis sepenuhnya. Namun, penanganan tetap diperlukan untuk meredakan gejala serta mencegah terjadinya komplikasi. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Berikut adalah beberapa metode yang mungkin digunakan untuk menangani PSC:
-
Penggunaan obat-obatan tertentu, untuk menangani gejala yang dialami pasien. Obat-obatan mungkin saja berbeda pada masing-masing pasien, tergantung gejala yang dialami. Misalnya, pasien yang mengalami gatal akan diberikan obat golongan antihistamin.
-
Dukungan nutrisi. PSC sering kali memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi. Karena itu, dokter dapat memberikan suplemen dan vitamin tambahan untuk membantu memenuhi asupan nutrisi tubuh.
-
Pemasangan balon kateter, untuk menangani penyumbatan pada saluran empedu.
-
Pembedahan, seperti prosedur rekonstruksi saluran empedu.
Di samping itu, guna menghindari risiko terjadinya kerusakan hati lebih lanjut, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menerapkan beberapa pola hidup sehat, misalnya tidak mengonsumsi minuman beralkohol, dan hanya mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter.
Komplikasi Kolangitis Sklerosis Primer
Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, kolangitis sklerosis primer dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah komplikasi yang bisa berdampak pada kondisi kesehatan secara keseluruhan. Adapun beberapa risiko komplikasi tersebut, di antaranya:
-
Infeksi saluran empedu.
-
Infeksi hati.
-
Hipertensi portal.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kolangitis sklerosis primer. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kolangitis sklerosis primer dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Full Blood Count (CBC + DIFF + LED) / Hematologi Lengkap
Darah, Imunologi, Infeksi
1 Service/Item
Rp113.400
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Hati
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
4 Service/Item
Rp261.000
TERPOPULER
CT Scan Perut Atas/Upper Abdomen (Non Kontras)
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
1.5T MRI Upper Abdomen Non Contrast
MRI / MRA
Rp3.192.000







