Pneumonia Atipikal - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Pneumonia Atipikal - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

16 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Mengenal walking pneumonia

Pneumonia atipikal atau juga dikenal dengan walking pneumonia adalah jenis pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae dan menimbulkan gejala yang tergolong ringan.

 

Diketahui, pneumonia merupakan kondisi inflamasi pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi dan memicu terjadinya pembengkakan saluran napas dan kantung-kantung udara di dalam paru-paru (alveolus) karena dipenuhi oleh cairan atau nanah. Pembengkakan tersebut membuat penderita pneumonia atipikal kerap merasa kesulitan dalam bernapas.

 

Untuk mengenal lebih dalam terkait penyebab, gejala, cara mendiagnosis, hingga pengobatan pneumonia atipikal, mari simak ulasan berikut ini sampai tuntas.

 

Apa itu Pneumonia Atipikal (Walking Pneumonia)?

 

Pneumonia atipikal atau walking pneumonia adalah jenis radang paru-paru (pneumonia) yang gejalanya cenderung lebih ringan jika dibandingkan dengan jenis pneumonia  lainnya, bahkan penderitanya masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal. 

 

Oleh karena gejalanya yang cenderung lebih ringan, penderita pneumonia atipikal sering kali tidak mengetahui bahwa dirinya sedang menderita radang paru-paru atau hanya menganggapnya sebagai selesma.

 

Penyebab Pneumonia Atipikal

 

Penyebab utama pneumonia atipikal adalah infeksi bakteri Mycoplasma pneumoniae. Bakteri tersebut dapat menyebar dengan mudah melalui percikan air liur (droplets) penderitanya saat sedang batuk, bersin, berbicara, atau bernapas.

 

Di samping bakteri Mycoplasma pneumoniae, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kuman atau patogen penyebab penyakit lainnya, seperti virus atau jamur. Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami pneumonia atipikal adalah sebagai berikut.

 

  • Berusia di bawah 2 tahun atau di atas 65 tahun.

  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah atau sedang mengonsumsi obat imunosupresan.

  • Menderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), seperti emfisema atau bronkitis kronis.

  • Menderita asma.

  • Menggunakan kortikosteroid hirup (inhaled corticosteroid) secara rutin.

  • Tinggal atau bekerja di lingkungan yang padat, seperti sekolah, asrama, dan lain sebagainya.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

 

Gejala Pneumonia Atipikal

 

Gejala pneumonia atipikal biasanya muncul dalam kurun waktu 15–25 hari setelah penderitanya terpapar oleh kuman atau patogen penyebab pneumonia dan gejalanya dapat memburuk secara perlahan selama 2–4 hari. Adapun sejumlah gejala umum dari kondisi tersebut di antaranya sebagai berikut.

 

 

Selain itu, sebagian penderita pneumonia atipikal juga dapat mengalami sejumlah kondisi lain, seperti infeksi telinga, anemia, hingga muncul ruam merah pada kulit yang terasa gatal (skin rash).

 

Diagnosis Pneumonia Atipikal

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis pneumonia atipikal adalah melakukan wawancara medis atau anamnesis dengan pasien guna mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga secara keseluruhan.

 

Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan auskultasi dengan stetoskop untuk mendengarkan suara pernapasan pasien guna mendeteksi ada tidaknya permasalahan pada sistem pernapasan.

 

Dokter juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti tes darah atau rontgen dada untuk melihat kondisi paru-paru, menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya yang dapat menimbulkan gejala serupa, sekaligus menegakkan diagnosis pneumonia atipikal.

 

Pengobatan Pneumonia Atipikal

 

Dalam sebagian kasus, pneumonia atipikial dapat mereda dan sembuh dengan sendirinya atau dibantu dengan pengobatan medis. Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien, seperti meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan demam dan obat antibiotik jika pneumonia atipikal disebabkan oleh bakteri.

 

Adapun beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan dalam pengobatan pneumonia atipikal di antaranya adalah azithromycin, clarithromycin, ciprofloxacin, levofloxacin, doxycycline, atau tetracycline.

 

Jika diberikan obat antibiotik, pasien diharuskan untuk menghabiskan obat tersebut sesuai dengan resep dokter. Sebab, bila tidak menghabiskan antibiotik yang diberikan, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik sehingga berisiko menyebabkan komplikasi serius di kemudian hari.

 

Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mengonsumsi makanan atau minuman hangat, menggunakan pelembap udara (humidifier), memakai masker ketika beraktivitas di luar, mandi air hangat guna membantu mengencerkan lendir di tenggorokan serta meredakan batuk, dan lain sebagainya.

 

Cara Mencegah Pneumonia Atipikal

 

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah terjadinya pneumonia atipikal pada anak-anak adalah dengan memberikan vaksinasi pneumokokus (vaksin PCV), yaitu pada usia 2, 3, dan 12 bulan. 

 

Selain vaksin PCV, vaksinasi influenza juga dapat direkomendasikan untuk anak usia 6 bulan–2 tahun dan orang dewasa usia 65 tahun ke atas. Vaksin ini bertujuan untuk melindungi dari infeksi virus influenza A (H1N1 dan H3N3) dan B. 

 

Kendati demikian, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko kondisi ini, yaitu:

 

  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, memenuhi asupan cairan tubuh, dan tidur yang cukup untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir. Jika tidak menemukan akses air mengalir dan sabun antiseptik, gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol 70%.

  • Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok. Pasalnya, asap rokok dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru sehingga turut meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

  • Menggunakan masker ketika berada di sekitar orang yang sedang sakit atau saat sedang beraktivitas di luar.

  • Menutup hidung dan mulut dengan tisu bersih saat sedang bersin atau batuk. Jika tidak menemukan tisu, Anda dapat bersin atau batuk dengan menutup hidung dan mulut menggunakan siku atau lengan bagian atas.

 

Apabila Anda mengeluhkan gejala yang mengarah pada pneumonia atipikal, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis pulmonologi dan mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang tepat. 

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Paru yang meliputi tes darah lengkap, foto rontgen, dan spirometri. Paket Skrining Kesehatan Paru bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan yang terkait dengan paru-paru.

 

Dapatkan paket Skrining Kesehatan Paru dengan mudah melalui aplikasi MySiloam. Manfaatkan juga aplikasi ini untuk memudahkan Anda dalam melakukan check in secara mandiri hingga antre secara online. Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail