Prolaps Rektum - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati
Kesehatan Tubuh

Prolaps Rektum - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

05 November 2025 4 menit waktu baca
mengenal prolaps rektum

Prolaps rektum adalah kondisi yang terjadi ketika bagian dalam rektum atau bagian bawah usus besar keluar melalui lubang anus. Kondisi ini disebabkan oleh otot dan jaringan yang mendukung rektum melemah atau rusak. Gejala prolaps pada rektum meliputi sulit buang air besar, perdarahan rektum, hingga rasa tidak nyaman atau nyeri di daerah panggul dan anus.

 

Perlu diketahui bawah rektum merupakan bagian usus besar paling akhir yang berfungsi sebagai tempat menampung feses sebelum dikeluarkan melalui anus. Mari ketahui lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan prolaps pada rektum di bawah ini.

 

Apa itu Prolaps Rektum?

 

Prolaps rektum adalah kondisi ketika dinding rektum mengalami penurunan, hingga menonjol keluar dari anus. Prolaps pada rektum dapat terjadi secara internal maupun eksternal. Pada prolaps eksternal, rektum menurun sampai keluar sebagian atau sepenuhnya. Sementara itu, prolaps internal, rektum mulai menurun namun tidak sampai keluar dari anus.

 

Kondisi ini memiliki keluhan dan gejala serupa dengan ambeien, sehingga tak sedikit orang yang masih bingung mengenali perbedaan keduanya. Beda prolaps rektum dan ambeien adalah kondisi yang mendasarinya. Ambeien didasari oleh pembengkakan pada pembuluh darah di dekat anus. Sementara itu, prolaps rektum adalah kondisi ketika rektum menurun, sehingga keluar ke anus.

 

Penyebab Prolaps Rektum

 

Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab prolaps rektum adalah sebagai berikut:

 

  • Sembelit (konstipasi) dalam waktu yang lama.
  • Lansia. Pada usia tua, otot dan ligamen di sekitar otot makin melemah.
  • Kerusakan saraf yang bertugas mengendalikan kerja otot anus dan rektum. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kehamilan, persalinan yang sulit, atau cedera punggung.
  • Cedera pada area pelvis (perut bawah).
  • Melemahnya otot sfingter anus yang mengontrol pelepasan feses dari rektum.

 

Faktor Risiko Prolaps Rektum

 

Sementara itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya prolaps rektum adalah sebagai berikut:

 

  • Mengalami sembelit jangka panjang.
  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Sering mengejan saat BAB.
  • Berjenis kelamin wanita.
  • Memiliki riwayat operasi di area bawah perut atau dinding perut bagian bawah.

 

Gejala Prolaps Rektum

 

Gejala utama prolaps rektum adalah munculnya benjolan berwarna kemerahan di anus. Benjolan tersebut bisa masuk kembali atau bertahan di luar anus, namun kemunculannya akan semakin terasa ketika penderitanya mengejan saat buang air besar.

 

Selain munculnya benjolan kemerahan, beberapa gejala lain yang menyertai kondisi ini adalah sebagai berikut:

 

  • BAB berdarah disertai lendir dari anus.
  • Sembelit atau diare.
  • Inkontinensia tinja (tidak dapat mengontrol BAB).
  • Nyeri atau gatal pada anus.
  • Sering kali merasa BAB tidak tuntas.

 

Diagnosis Prolaps Rektum

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dilanjutkan pemeriksaan fisik, salah satunya dengan memasukkan jari ke dalam anus pasien. Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes barium enema, untuk memantau kondisi saluran cerna bagian bawah. Tes ini dilakukan dengan memasukkan cairan barium ke usus melalui anus, kemudian mengambil gambar bagian dalam perut dengan rontgen.
  • Kolonoskopi, untuk melihat kondisi usus besar pasien menggunakan alat khusus berbentuk selang dilengkapi kamera yang dimasukkan melalui anus.
  • Defekografi, melihat kerja organ dan otot sfingter anus ketika BAB menggunakan MRI Scan atau rontgen.
  • Progtosigmoidoskopi, untuk melihat bagian dalam rektum dan anus dengan sigmoidoskop (alat berupa selang berkamera) yang dimasukkan lewat anus.
  • Manometri anorektal, berfungsi mengukur kekuatan sfingter anus.

 

Komplikasi Prolaps Rektum

 

Apabila dibiarkan dalam waktu lama, beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat prolaps rektum adalah sebagai berikut:

 

  • Inkontinensia feses semakin parah.
  • Sembelit semakin parah.
  • Infeksi.
  • Retensi urine (sulit buang air kecil).
  • Kekambuhan prolaps rektum.
  • Perdarahan dalam perut akibat luka di rektum.
  • Anemia akibat perdarahan.

 

Cara Mengobati Prolaps pada Rektum

 

Prolaps pada rektum adalah kondisi yang bisa ditangani tanpa atau melalui operasi. Adapun jenis-jenis operasi prolaps pada rektum di antaranya:

 

  • Teknik bedah altemeier: Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan dari selangkangan untuk menarik rektum keluar, lalu dipotong. Kemudian, rektum yang tersisa akan disambungkan dengan anus.
  • Prosedur delorme: Prosedur ini dilakukan dengan memotong lapisan mukosa rektum, kemudian rektum yang prolaps akan dikembalikan ke dalam anus dengan cara dilipat dan dijahit.
  • Rectopexy: Prosedur ini dilakukan dengan membedah perut menggunakan teknik laparoskopi atau laparotomi. Tindakan ini memungkinkan dokter mengembalikan rektum ke posisi awalnya di dalam panggul, lalu menjahit rektum agar tidak kembali turun.

 

Cara Mencegah Prolaps pada Rektum

 

Prolaps pada rektum sering kali disebabkan oleh sembelit yang membuat penderitanya mengejan terlalu keras. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah prolaps pada rektum akibat sembelit adalah:

 

  • Tidak menahan buang air besar.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum 2 liter air per hari.
  • Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti apel.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Hindari terlalu sering mengangkat beban berat yang dapat memberikan tekanan pada perut.
  • Memperkuat otot panggul dengan senam kegel.

 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala prolaps rektum seperti di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter. Gunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait. Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi dengan dokter secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail