Kesehatan Mental
Mengenal Peran Psikiater dalam Pelayanan Psikiatri Paliatif

Table of Contents
Psikiatri paliatif adalah pelayanan kesehatan mental yang berfokus pada perawatan pasien dengan penyakit kronis dan/atau terminal secara holistik. Tujuan pelayanan ini adalah untuk peningkatan kualitas hidup melalui komunikasi terapeutik, manajemen gejala, serta dukungan bagi keluarga.
Terapi ini dapat digunakan untuk menangani pasien dengan masalah fisik yang mengalami penurunan kualitas hidup dan berlangsung dalam jangka waktu lama, seperti penyakit kanker dan gagal jantung.
Layanan paliatif sudah dapat dimulai sejak awal diagnosis dan tidak perlu menunggu kondisi terminal (akhir hayat). Demikian pula peran psikiatri yang sudah dapat dimulai sedini mungkin dan bersifat proaktif dalam memelihara kesehatan mental pasien.
Lantas, apa manfaat psikiatri paliatif dalam menangani pasien dengan gangguan mental? Untuk mengetahuinya, Anda dapat menyimak artikel di bawah ini.
Meningkatkan Well-being dan Kualitas Hidup: Apa Peran Psikiatri dalam Perawatan Paliatif?
Psikiatri paliatif adalah pendekatan kedokteran untuk meningkatkan kualitas hidup serta manajemen gejala yang disebabkan oleh distres atau masalah kesehatan mental, seperti gangguan depresi mayor dan gangguan panik (panic disorder) pada pasien dengan penyakit kondisi paliatif.
Sebagaimana diketahui, kondisi paliatif merupakan kondisi fisik di mana hasil kesembuhan (curative) tidak lagi memungkinkan secara medis, namun penyakit tersebut masih dapat dikelola gejalanya.
Penanganan distres dan gangguan mental secara tepat dapat turut meningkatkan luaran atau prognosis pasien dengan berbagai gangguan. Sebagai contoh, penanganan depresi yang tepat pada pasien dengan gangguan depresi dan kanker akan dapat memperbaiki hasil terapi kanker secara keseluruhan.
Peran psikiatri dalam perawatan yang dilakukan bersifat holistik, yaitu dengan mempertimbangkan faktor sosial, biologis, serta psikologis pasien maupun keluarga yang mendampinginya (pendekatan bio-psiko-sosial).
Adapun sejumlah tindakan yang termasuk dalam perawatan paliatif adalah sebagai berikut:
- Mendukung pasien dalam proses penerimaan diagnosis penyakit fisik, termasuk mengelola berbagai gejala gangguan mental yang menyertainya.
- Memberikan dukungan pada anggota keluarga pasien sehingga dapat berperan sebagai support system bagi pasien.
- Mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan berbagai aspek kehidupan, seperti fisiologis, psikologis, sosial, dan spiritual untuk menangani gejala gangguan mental.
Beberapa jenis terapi yang umum dilakukan dalam perawatan ini adalah psikoterapi dan psikofarmaka (obat-obat psikiatrik). Psikiater dapat berkolaborasi dengan terapis lain seperti terapis musik, pekerja sosial, psikolog klinis, rohaniwan, serta dokter spesialis lainnya dalam mengoptimalkan kesehatan mental pasien (pendekatan multidisiplin).
Dapat disimpulkan, peran psikiater dalam perawatan paliatif sangatlah penting dan bermanfaat dalam mengupayakan aspek kenyamanan (comfort) dan martabat (dignity) pasien.
Siapa yang Membutuhkan Psikiatri Paliatif?
Menurut perkembangan ilmu pengetahuan yang dipublikasikan dalam Oxford Handbook of Psychiatry in Palliative Care pada tahun 2009, peran psikiatri yang terintegrasi dengan perawatan paliatif merupakan layanan yang penting. Pasien-pasien dengan kondisi yang membutuhkan perawatan psikiatri paliatif di antaranya adalah:
1. Penurunan Kondisi Fisiologis dan Psikologis
Umumnya, dokter akan menyarankan pasien yang mengalami penurunan kondisi fisik dan psikologis untuk mendapatkan perawatan paliatif guna mengendalikan gejala gangguan mental.
Selain itu, perawatan paliatif juga mampu mendorong pasien menjalani proses penerimaan sehingga lebih termotivasi untuk menghadapi penyakit fisik dan mental yang berlangsung seumur hidup dan tidak dapat diobati.
2. Prognosis yang Kurang Optimal
Apabila pengobatan kuratif tidak menunjukkan perbaikan yang optimal, pasien dianjurkan untuk memperoleh perawatan paliatif sebagai upaya meningkatkan kualitas hidupnya. Psikiater dapat berkoordinasi dengan spesialis multidisiplin dan tenaga kesehatan terkait untuk melakukan proses “breaking bad news” kepada pasien. Teknik komunikasi yang tepat dapat membantu pasien untuk lebih cepat beradaptasi terhadap kondisi yang ia alami.
Manfaat Pemberian Layanan Psikiatri pada Kasus Paliatif
Sebagai suatu pendekatan medis, terdapat sejumlah manfaat perawatan psikiatri pada kasus paliatif yang bisa diperoleh pasien jika dilakukan bersama dengan pendekatan kuratif. Manfaat tersebut antara lain peningkatan kualitas hidup, manajemen gejala gangguan mental, durasi perawatan di rumah sakit, hingga pencegahan risiko bunuh diri (suicidal).
Tentu manfaat di atas dapat dicapai melalui penilaian klinis awal yang akurat dari seorang psikiater. Misalnya, diagnosis gangguan depresi mayor (major depressive disorder) berbeda dengan gangguan penyesuaian (adjustment disorder) pada kanker. Keduanya memiliki opsi tatalaksana yang berbeda. Perlu dicatat bahwa diagnosis ini kurang tepat bila dilakukan dengan self-diagnosis atau sekedar melalui alat skrining, karena perlu mendapat konfirmasi dari ahli terkait.
1. Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien
Pertama, manfaat perawatan paliatif adalah meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita distres dan/atau gangguan kesehatan mental. Pasalnya, terapi ini dilakukan dengan memberikan dukungan untuk pasien dan keluarga yang mendampinginya agar mampu menjalani aktivitas sehari-hari seperti pada umumnya.
Sesi konseling yang dilakukan pada psikiatri paliatif terbukti dapat membantu menenangkan serta meringankan gangguan emosi dan sosial yang kerap muncul sebagai gejala gangguan mental, seperti perasaan takut, cemas, sedih, marah, dan depresi.
Psikiater juga dapat berperan dalam mengurangi gejala fisik seperti nyeri, mual, masalah nafsu makan, tidur, dan berkurangnya aktivitas yang kerap timbul dalam perjalanan penyakit kronis yang diderita pasien.
2. Mengurangi Distres dan Caregiver Burnout
Kedua, manfaat perawatan paliatif akan dirasakan bagi keluarga ataupun pelaku rawat sehingga mengurangi distres dan caregiver burnout.
Psikiater memberikan dukungan yang sangat berarti kepada keluarga pasien dengan kanker dalam membantu mengelola stres, kecemasan, dan depresi yang dapat muncul pada anggota keluarga pasien. Yakni dengan menyediakan ruang aman untuk berbicara tentang perasaan mereka dan memberikan strategi coping yang tepat dan efektif.
Selain itu, psikiater juga membantu membangun keterampilan komunikasi yang lebih baik antar anggota keluarga, mengatasi konflik yang mungkin timbul, dan memberikan edukasi tentang proses penyembuhan dan perawatan yang dapat membantu mengurangi perasaan ketidakpastian dan kekhawatiran.
Dengan dukungan psikiatri paliatif, keluarga pasien dapat merasa didengar, dipahami, dan didukung dalam perjalanannya selaku pelaku rawat, membantu mereka dalam menghadapi tantangan dengan lebih baik dan menjadi jembatan antara pasien, keluarga, dan profesional medis lainnya.
3. Memberi Ruang dalam Aspek Spiritual
Ketiga, manfaat layanan psikiatri dapat mencakup pemberian ruang terhadap aspek eksistensial dan spiritual. Peran psikiater dalam memberi ruang terhadap aspek eksistensial dan spiritual pada pasien dengan kanker sangat penting.
Mereka menyadari bahwa kanker bukan hanya tantangan fisik, tetapi juga menghadirkan pertanyaan dan kekhawatiran eksistensial yang mendalam. Psikiater membantu pasien menjelajahi dan memahami makna hidup, keberadaan, dan tujuan mereka dalam konteks penyakit berat seperti kanker.
Dalam peran ini, seorang psikiater bekerja sama dengan pasien untuk membantu mereka mengeksplorasi perubahan dalam nilai-nilai, harapan, dan pandangan hidup mereka yang mungkin timbul seiring dengan diagnosis kanker.
Hal ini acapkali dilakukan dengan memfasilitasi refleksi tentang arti hidup, makna kematian, dan hubungan pasien dengan diri mereka sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar mereka. Psikiater juga dapat menggunakan teknik terapeutik seperti terapi logoterapi atau terapi naratif untuk membantu pasien mengatasi pertanyaan eksistensial yang kompleks.
Untuk aspek yang spesifik dengan spiritual, seorang psikiater dapat menjadi penghubung dengan rohaniwan terlatih dalam memberi dukungan yang diperlukan dan diminta oleh pasien.
Melalui ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa psikiatri paliatif bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien gangguan kesehatan mental terutama jika dilakukan bersama dengan pengobatan kuratif lainnya. Apabila Anda memiliki keluhan terkait gangguan mental, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan tindakan yang tepat dari dokter kami.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, hingga buat janji temu dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Darien Alfa Cipta, SpKJ, MSc, FRSPH, FEBP
Psikiatri
Spesialis Psikiatri
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini






