Mengenal TKR Robotic Assisted Surgery untuk Osteoarthritis Lutut
Kesehatan Tubuh

Mengenal TKR Robotic Assisted Surgery untuk Osteoarthritis Lutut

14 Desember 2025 5 menit waktu baca
robotic assisted surgery

Jika nyeri lutut terus mengganggu aktivitas harian atau bahkan semakin parah meski berbagai langkah pengobatan sudah dicoba, operasi penggantian sendi lutut (total knee replacement/TKR) sering kali menjadi pilihan untuk meredakan nyeri dan memulihkan fungsi lutut. Prosedur TKR kini semakin berkembang dengan adanya teknologi pendamping bedah yang dapat membantu dokter memberi hasil lebih optimal. Sistem asistensi ini disebut dengan robotic assisted surgery.

 

Robotic assisted surgery hadir untuk membantu dokter bekerja dengan tingkat akurasi yang tinggi dan panduan yang lebih detail. Mari simak informasi selengkapnya mengenai robotic assisted surgery dalam artikel berikut ini.

 

Apa Itu Robotic Assisted Surgery?

 

Seperti namanya, robotic assisted surgery adalah sistem asistensi bedah yang memadukan pemetaan anatomi tiga dimensi (3D), pelacakan posisi secara real-time, dan lengan robotik yang membantu menstabilkan penggunaan alat-alat bedah. Melalui kombinasi gambar praoperatif dan sensor intraoperatif, teknologi ini memberikan informasi navigasi secara terus-menerus saat prosedur berlangsung.

 

Prosedur operasi penggantian sendi lutut dengan robotic assisted surgery pada dasarnya sama seperti operasi total knee replacement/TKR pada umumnya, hanya saja dilengkapi dengan alat bantu robotik. Teknologi ini dirancang untuk mendukung ahli bedah dalam melakukan pemotongan tulang serta penempatan implan dengan tingkat presisi yang lebih konsisten dibandingkan metode manual.

 

Penting untuk dipahami bahwa robot tidak bekerja sendiri dan tidak akan bergerak tanpa arahan dari dokter. Sehingga, sepanjang operasi dokter tetap berada di ruang bedah dan tetap menjadi pengambil keputusan utama pada setiap langkah prosedur.

 

Tujuan Prosedur TKR dengan Teknologi Robotik

 

Robotic assisted surgery umumnya direkomendasikan oleh dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi pada pasien osteoartritis (OA) lutut stadium lanjut yang telah memenuhi kriteria untuk tindakan total knee replacement (TKR), khususnya ketika:

 

  • Nyeri lutut tak kunjung hilang dan sudah mengganggu aktivitas harian.

  • Fungsi lutut menurun, termasuk kesulitan berjalan, naik tangga, atau berdiri lama.

  • Kerusakan sendi signifikan yang terlihat pada pemeriksaan klinis maupun radiologis setelah terapi konservatif tidak lagi efektif.

Teknologi ini juga sering dipilih pada pasien dengan kelainan bentuk tulang (deformitas) yang kompleks, atau ketika tim dokter ingin menerapkan perencanaan individual untuk mendapatkan posisi implan yang lebih optimal serta keseimbangan jaringan lunak yang lebih baik.

 

Dengan demikian, tidak semua pasien harus menjalani TKR berbantuan robot. Pemilihan prosedur ini tetap bergantung pada pertimbangan medis individual, preferensi pasien, serta penilaian dokter mengenai kebutuhan teknis prosedur.

 

Keunggulan Teknologi Robotik pada Osteoartritis Lutut

 

Pada kasus osteoartritis lutut stadium lanjut, prosedur TKR dengan teknologi robotik memiliki keunggulan signifikan melalui penyesuaian implan yang lebih tepat dengan anatomi pasien dan tingkat presisi yang tinggi. Kombinasi ini menghasilkan operasi yang optimal.

 

Tidak hanya itu, robotic assisted surgery juga menawarkan beberapa keunggulan berikut ini:

 

  • Pemulihan lebih cepat. Umumnya pasien menunjukkan perbaikan lebih cepat dalam menggerakkan lutut dibandingkan operasi TKR konvensional.

  • Paparan radiasi lebih rendah. Berbeda dengan sistem robotik yang membutuhkan CT-scan, teknologi ini biasanya menggunakan data tanpa CT, sehingga pasien tidak terpapar radiasi tambahan.

  • Kenyamanan lebih baik. Teknologi robotik membantu dokter menempatkan implan dengan posisi yang lebih presisi. Penempatan yang lebih tepat ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien setelah operasi.

 

Prosedur Robotic Assisted Surgery

 

Secara garis besar, berikut beberapa tahapan prosedur total knee replacement dengan menggunakan robotic surgical assistant.

 

Persiapan


Persiapan pasien umumnya sama seperti prosedur TKR. Namun, berbeda dari metode konvensional, prosedur TKR dengan asistensi robot biasanya menggunakan rangkaian foto rontgen untuk membuat model 3D lutut. Model inilah yang akan membantu dokter merencanakan detail operasi secara lebih presisi sebelum tindakan dilakukan.

 

Tata Laksana

Teknologi robotik menggunakan penanda (trackers) untuk mengetahui posisi lutut pasien secara tepat selama operasi. Dengan begitu, rencana yang telah dibuat oleh dokter dapat dijalankan sesuai tujuan. Sepanjang prosedur, robot memberikan data real-time kepada dokter. Informasi ini, kemudian dikombinasikan dengan keahlian dokter, membantu menentukan posisi implan yang paling sesuai dengan bentuk anatomi lutut pasien.

 

Setelah Operasi

Pasien umumnya dapat pulang pada hari yang sama atau dirawat selama satu hingga tiga hari, tergantung rencana pemulihan yang ditentukan oleh dokter. Waktu pemulihan setiap pasien dapat berbeda, namun sebagian besar pasien dapat memulai kembali aktivitas seperti mengemudi setelah sekitar dua minggu dan melakukan aktivitas sedang setelah tiga hingga empat minggu.

Risiko dan Efek Samping Robotic Assisted Surgery

 

Penting untuk dipahami bahwa setiap operasi memiliki risiko tersendiri. Komplikasi dapat terjadi, baik ketika pelaksanaan prosedur maupun setelah prosedur, terlepas dari apakah operasi menggunakan bantuan robot atau tidak. Secara umum, risiko prosedur dapat meliputi:

 

  • Infeksi.

  • Pembekuan darah.

  • Pneumonia.

  • Kelonggaran implan.

  • Kerusakan saraf.

  • Patah tulang.

  • Kerusakan komponen implan.

 

Meski operasi penggantian sendi umumnya berhasil mengurangi nyeri dan meningkatkan kemampuan bergerak, sebagian pasien mungkin tetap merasakan ketidaknyamanan. Dokter juga mungkin akan memberikan larangan permanen terhadap aktivitas tertentu yang dapat merusak atau mempercepat keausan implan lutut baru pasien.

 

Perlu dipahami bahwa diagnosis dan rencana terapi yang tepat sebelum melakukan tindakan total knee replacement dengan asistensi robotik memegang peranan penting untuk mencapai pemulihan yang optimal. Karenanya, perhatikan reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika memilih rumah sakit ortopedi terbaik untuk mendapatkan informasi menyeluruh.

 

Prosedur total knee replacement dengan teknologi asistensi robotik di Siloam Hospitals dilakukan dengan ROSA Knee Robot yang dipadukan dengan implan berstandar global dari Zimmer Biomet. Teknologi ini dirancang untuk memberikan akurasi lebih tinggi dalam perencanaan maupun eksekusi pembedahan, sehingga posisi implan dapat disesuaikan secara presisi dengan anatomi unik setiap pasien.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai prosedur total knee replacement dengan ROSA, atau mengalami kondisi yang mengarah pada beberapa kondisi osteoartritis yang disebutkan di atas, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialis Panggul dan Lutut di Siloam Hospitals Kebon Jeruk yang telah tersertifikasi khusus dalam teknologi robotik ini.


Manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari mencari jadwal dokter spesialis di Siloam Hospitals terdekat, membuat janji temu, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasinya sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Zimmer Biomet. Rosa Knee Robotic Replacement. Diakses pada 2025 | NHS Inform. Knee replacement. Diakses pada 2025 | Ortho Info. Total Knee Replacement. Diakses pada 2025 | Journal of Orthopaedic Surgery and Research. Evidence on risk factors for knee osteoarthritis in middle-older aged: a systematic review and meta analysis. Diakses pada 2025 | BMJ Journals. Body mass index and risk of knee osteoarthritis: systematic review and meta-analysis of prospective studies. Diakses pada 2025 | MDPI. Knee Osteoarthritis: Epidemiology, Pathogenesis, and Mesenchymal Stem Cells: What Else Is New? An Update. Diakses pada 2025 | KPC. The relationship between obesity and knee osteoarthritis: a literature review. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-franky-hartono-spot-k

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Franky Hartono, SpOT (K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-daniel-petrus-marpaung-spot-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Daniel Petrus Marpaung, SpOT (K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-karina-besinga-spot-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Karina Besinga, SpOT (K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail