Robotic Hysterectomy, Bedah Minimal Invasif untuk Angkat Rahim
Ibu dan Anak

Robotic Hysterectomy, Bedah Minimal Invasif untuk Angkat Rahim

02 Juli 2025 5 menit waktu baca
robotic hysterectomy

 

Robotic hysterectomy adalah prosedur pengangkatan rahim yang dilakukan dengan bantuan sistem bedah robotik. Dalam metode ini, dokter mengoperasikan lengan robotik dari console khusus untuk meningkatkan presisi dan kontrol selama tindakan. Prosedur ini umumnya direkomendasikan untuk menangani kondisi seperti fibroid rahim, endometriosis, kanker rahim, atau perdarahan uterus yang tidak terkendali. Simak informasi lebih lanjut mengenai robotic hysterectomy di bawah ini.

 

Apa Itu Robotic Hysterectomy?

 

Pada dasarnya, histerektomi adalah prosedur pengangkatan rahim (uterus). Prosedur ini sering kali digunakan untuk mengatasi endometriosis, fibroid rahim, kanker rahim, dan kondisi lain yang berkaitan dengan masalah rahim. Robotic hysterectomy merupakan histerektomi yang dilakukan dengan bantuan teknologi robotik atau disebut juga robot-assisted hysterectomy.

 

Pada prosedur bedah robotik, dokter tidak langsung memegang alat bedah dan berada tepat di samping pasien, melainkan duduk di sebuah console atau perangkat untuk mengendalikan lengan-lengan robot yang dilengkapi dengan kamera dan alat bedah. Kamera ini berukuran kecil dan dilengkapi lampu yang memberikan tampilan tiga dimensi (3D) sangat detail dari area bedah sehingga dokter bisa bekerja dengan lebih presisi dan fleksibilitas.

 

Apabila dibandingkan dengan histerektomi terbuka yang membutuhkan sayatan besar, prosedur ini dilakukan lewat sayatan kecil. Alhasil, histerektomi robotik biasanya menyebabkan nyeri yang lebih ringan, pendarahan yang lebih sedikit, dan pemulihan yang lebih cepat.

 

Kondisi yang dapat Ditangani dengan Robotic Hysterectomy

 

Tujuan utama robotic hysterectomy adalah mengangkat sebagian atau seluruh rahim. Meski begitu, berdasarkan indikasi tertentu, dokter mungkin juga akan mengangkat bagian lain dari sistem reproduksi, seperti saluran tuba atau ovarium melalui prosedur ini. Secara lebih spesifik, beberapa kondisi yang bisa ditangani dengan robotic hysterectomy adalah sebagai berikut:

 

 

Metode ini juga memungkinkan dokter untuk memeriksa bagian lain dari rongga perut dan panggul, mengambil sampel jaringan, atau mengangkat kelenjar getah bening jika prosedur dilakukan untuk menangani kanker endometrium (kanker pada lapisan dalam rahim). Robotic hysterectomy biasanya menjadi pilihan jika histerektomi vaginal tidak memungkinkan untuk dilakukan, misalnya karena ada bekas luka operasi sebelumnya.

 

Keunggulan Robotic Hysterectomy

 

Tindakan bedah robotik dapat memberikan presisi lebih tinggi, terlebih untuk kasus kompleks atau area yang sulit dijangkau tangan manusia. Prosedur ini menawarkan beberapa keunggulan, seperti:

 

  • Dokter mengoperasikan robot dari meja console untuk mengontrol kamera dan instrumen dengan akurasi tinggi.

  • Dilengkapi kamera 3D HD (high definition) yang mampu memperbesar objek hingga 10 kali lipat sehingga memberikan tampilan bagian dalam tubuh yang lebih jelas dari area operasi.

  • Memiliki instrumen robotik yang berukuran sangat kecil dan fleksibel sehingga bisa meniru gerakan tangan manusia.

  • Dilengkapi dengan sistem tremor-filtration yang menghasilkan gerakan yang lebih stabil serta presisi tinggi.

 

Prosedur Robotic Hysterectomy

 

Sebelum operasi, pasien wajib mengikuti instruksi dari dokter mengenai persiapan yang perlu dilakukan serta informasi yang perlu disampaikan, misalnya mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Selain itu, pasien sebaiknya didampingi oleh keluarga atau teman ke rumah sakit.

 

Saat operasi, pasien akan berbaring seperti saat melakukan pemeriksaan pap smear. Kemudian, tim medis akan memasukkan kateter ke saluran kemih untuk mengosongkan kandung kemih. Selanjutnya, pasien akan menerima anestesi atau bius agar merasa nyaman saat menjalani tindakan pembedahan. Selama operasi, dokter akan:

 

  • Membuat beberapa sayatan kecil di bagian perut bawah untuk memasukkan alat-alat bedah.

  • Dokter bedah akan mengendalikan lengan robot dari console komputer untuk mengangkat rahim atau jaringan lain yang perlu diangkat.

  • Tim medis lainnya akan membantu menyiapkan alat dan memantau kondisi tubuh pasien sepanjang prosedur.

 

Setelah operasi, setiap pasien memerlukan waktu pemulihan yang berbeda-beda. Sebagian besar pasien perlu menjalani rawat inap di rumah sakit agar dokter dapat memantau kondisi pasien pascaoperasi. Selama pemulihan, dokter biasanya memberikan obat pereda nyeri atau obat untuk mencegah pembekuan darah. Jika muncul darah dari vagina selama beberapa minggu pascaoperasi, ini adalah kondisi yang normal.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Robotic Hysterectomy

 

Robotic hysterectomy adalah prosedur yang aman selama dilakukan oleh dokter ahlinya.  Menurut studi dalam Journal of Robotic Surgery (2023), metode robotik hasilnya mirip dengan pendekatan laparoskopi. Namun, jika dibandingkan dengan operasi terbuka, metode robotik memiliki keunggulan dalam mengurangi lama rawat inap, risiko perdarahan, dan risiko komplikasi.

 

Sementara itu, studi lain dalam Journal of Robotic Surgery (2022), menunjukkan bahwa nilai ekonomis dan keuntungan dari operasi robotik dan laparoskopi konvensional tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Lebih lanjut, seperti halnya prosedur medis lain, robotic hysterectomy juga bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti:

 

  • Perdarahan hebat.

  • Pembekuan darah di kaki atau paru-paru.

  • Infeksi.

  • Kerusakan kandung kemih dan organ di sekitarnya.

  • Efek samping lain dari anestesi.

 

Itulah penjelasan mengenai robotic hysterectomy yang penting untuk dipahami. Perlu diketahui bahwa prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. 

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Operasi bedah robotik di Siloam Hospitals kini telah menggunakan Da Vinci Xi Robotic Surgery. Teknologi bedah robotik ini, merupakan teknologi modern dan canggih yang dapat digunakan dalam prosedur histerektomi dan berbagai jenis operasi lainnya. Dilengkapi dengan kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, visualisasi area operasi menjadi lebih jelas dan detail. Lebih lanjut, Anda dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Intuitive. Hysterectomy. Diakses pada 2025 | Johns Hopkins. Robotic Hysterectomy. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Robotic hysterectomy. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail