Short Bowel Syndrome, Kondisi saat Usus Halus Terlalu Pendek
Kesehatan Tubuh

Short Bowel Syndrome, Kondisi saat Usus Halus Terlalu Pendek

19 Mei 2025 4 menit waktu baca
short bowel syndrome

Short bowel syndrome (sindrom usus pendek) adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat menyerap cukup cairan dan nutrisi yang masuk. Hal ini terjadi karena bagian dari usus halus pada penderita sindrom ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau hilang. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sindrom usus pendek? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Short Bowel Syndrome?

 

Seperti yang telah dijelaskan, short bowel syndrome (SBS) atau sindrom usus pendek terjadi ketika tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dan cairan yang cukup karena bagian dari usus halus mereka hilang atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sindrom ini bisa terjadi sejak lahir (bawaan lahir) atau setelah menjalani operasi untuk pengangkatan sebagian usus halus.

 

Penyebab Short Bowel Syndrome

 

Penyebab short bowel syndrome adalah ukuran usus halus yang pendek. Sebagai informasi, panjang pendeknya usus halus berpengaruh pada kemampuan tubuh dalam memecah dan menyerap makanan yang dikonsumsi. Tentunya, hal ini juga berdampak pada seberapa baik fungsi usus halus dan kemampuannya dalam penyerapan zat gizi.

 

Pada anak-anak, sindrom usus pendek dapat terjadi karena adanya kelainan perkembangan usus halus saat lahir, misalnya usus halus yang terbentuk terlalu pendek, ada bagian usus yang hilang, atau pembentukan usus selama perkembangan janin tidak sempurna (atresia usus).

 

Di samping itu, sindrom ini juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah kondisi medis tertentu. Adapun beberapa kondisi medis yang mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat sebagian usus halus dan dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom usus pendek adalah sebagai berikut:

 

  • Enterokolitis nekrotikans: Peradangan dan hilangnya aliran darah ke usus.

  • Gastroschisis: Usus pada anak berkembang di luar tubuh sejak sebelum lahir.

  • Atresia usus halus: Kondisi bawaan lahir saat beberapa bagian usus halus tidak berkembang yang membuatnya tidak berfungsi.

  • Volvulus: Usus terpelintir.

  • Penyakit Crohn: Peradangan dan iritasi pada saluran pencernaan.

  • Intususepsi: Bagian dari usus terlipat masuk ke bagian usus lain sehingga memengaruhi aliran darah.

 

Gejala Short Bowel Syndrome

 

Gejala utama short bowel syndrome adalah diare yang tak kunjung berhenti. Gejala ini sangat umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Namun, selain diare, penderita sindrom usus pendek juga bisa mengalami sejumlah gejala lain yang menyertai, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Feses berminyak dan berbau busuk.

  • Perut kembung.

  • Kelelahan.

  • Penurunan berat badan.

  • Malnutrisi.

  • Pembengkakan (edema) pada tungkai dan kaki.

  • Pertumbuhan yang buruk.

 

Diagnosis Short Bowel Syndrome

 

Guna mendiagnosis short bowel syndrome, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui tentang gejala yang dialami pasien beserta riwayat kesehatannya. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah atau feses. 

 

Di samping itu, bila diperlukan, dokter juga dapat melakukan tes pencitraan, seperti sinar-X dengan zat kontras (sinar-X barium), CT scan, MRI, serta CT atau MRI enterography yang bisa memperlihatkan penyumbatan atau perubahan pada usus.

 

Cara Mengatasi Short Bowel Syndrome

 

Penanganan short bowel syndrome akan disesuaikan dengan bagian usus halus yang terdampak, kondisi dari usus besar, serta mempertimbangkan kondisi umum pasien. Secara umum, beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sindrom usus pendek adalah sebagai berikut:

 

  • Terapi nutrisi
    Penderita short bowel syndrome perlu mengikuti diet khusus dan mengonsumsi suplemen nutrisi, serta menghindari makanan tinggi lemak, gula sederhana, dan serat guna mencegah komplikasi seperti malnutrisi dan dehidrasi. Selain itu, beberapa penderita mungkin membutuhkan asupan nutrisi yang diberikan melalui infus (nutrisi parental) atau selang makanan (nutrisi enteral).

  • Obat-obatan
    Selain dukungan nutrisi, dokter biasanya juga merekomendasikan obat-obatan untuk membantu mengelola gejala sindrom usus pendek. Jenis obat-obatan yang diberikan, di antaranya obat asam lambung, obat diare, dan obat untuk meningkatkan penyerapan usus setelah prosedur pembedahan.

  • Pembedahan

Pembedahan untuk mengatasi short bowel syndrome bertujuan untuk memperlambat proses pemecahan makanan di usus, menambahkan panjang usus (rekonstruksi saluran cerna autologus), dan mencegah obstruksi usus. Selain itu, transplantasi usus halus juga bisa menjadi pilihan.

 

Komplikasi Short Bowel Syndrome

 

Sindrom usus pendek dapat mengancam nyawa jika tidak diobati, terutama jika tubuh anak tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan yang mereka makan. Adapun beberapa komplikasi pada anak yang bisa ditimbulkan oleh short bowel syndrome ini adalah sebagai berikut:

 

  • Dehidrasi.

  • Kekurangan atau ketidakseimbangan vitamin, mineral, dan elektrolit dalam tubuh.

  • Malnutrisi.

  • Ruam popok yang parah akibat sering BAB dengan feses yang bersifat asam.

  • Kebiasaan makan yang tidak normal atau tidak mau makan.

  • Penyakit hati.

  • Batu ginjal.

  • Batu empedu.

  • Pertumbuhan bakteri berlebihan di dalam usus.

  • Intoleransi laktosa.

 

Apabila Anda mendapati si kecil menunjukkan sejumlah gejala yang mengarah pada sindrom ini, seperti nyeri hebat di perut, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, serta mencegah komplikasi lebih dini.

 

Di Siloam Hospitals, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan sistem pencernaan dengan memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendeteksi adanya risiko penyakit dalam sistem pencernaan dan sudah dilengkapi dengan berbagai tes, mulai dari fungsi hati hingga skrining kanker.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail