Sindrom Kelelahan Kronis: Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Sindrom Kelelahan Kronis: Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
mengenal Sindrom Kelelahan Kronis (chronic fatigue syndrome)

Chronic fatigue syndrome (CFS) atau sindrom kelelahan kronis adalah sekumpulan gejala berupa tidak bertenaga, lelah, dan lesu yang terjadi secara terus-menerus, setidaknya selama 6 bulan. CFS sendiri tidak berhubungan dengan kondisi kurang istirahat. 

 

Sindrom ini bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita dan orang berusia 40–60 tahun. Mari simak informasi lengkap mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan sindrom kelelahan kronis di bawah ini.

 

Apa itu Sindrom Kelelahan Kronis (Chronic Fatigue Syndrome)?

 

Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) merupakan sekumpulan gejala yang digambarkan dengan rasa lelah yang dialami oleh seseorang dalam jangka waktu lama atau bertahun-tahun. Kondisi ini dapat membuat penderitanya kesulitan atau bahkan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan maksimal karena kelelahan.

 

Penyebab Sindrom Kelelahan Kronis

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang mengalami chronic fatigue syndrome. Namun, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom ini adalah sebagai berikut.

 

  • Genetik, CFS lebih berisiko dialami oleh seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat kondisi serupa.

  • Memiliki riwayat kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah rendah (hipotensi), fibromialgia (rasa nyeri dan kaku pada otot, tendon, dan sendi), atau irritable bowel syndrome.

  • Riwayat trauma, baik secara fisik maupun mental.

  • Stres. 

  • Menderita penyakit infeksi, yang terjadi dalam jangka waktu lama.

  • Kelainan metabolisme tubuh, dalam mengubah lemak dan gula menjadi energi.

  • Kelainan sistem kekebalan tubuh.

 

Gejala Sindrom Kelelahan Kronis

 

Gejala sindrom kelelahan kronis dapat berbeda-beda pada setiap individu. Pada awalnya, gejala sindrom ini akan muncul secara perlahan dan bisa memburuk secara bertahap seiring dengan berjalannya waktu. Adapun beberapa gejala umum dari sindrom kelelahan kronis adalah sebagai berikut.

 

  • Nyeri otot dan sendi.

  • Kelelahan yang sangat berat hingga membuat penderitanya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Rasa lelah tersebut tidak bisa membaik hanya dengan tidur atau istirahat.

  • Sering terbangun saat sedang tidur.

  • Kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi.

  • Linglung dan mudah lupa.

  • Gangguan saraf otonom, yaitu sistem saraf yang mengatur fungsi-fungsi tubuh yang tidak disadari, seperti detak jantung, pernapasan, dan pencernaan.

  • Sakit kepala.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher atau ketiak.

  • Sensitif terhadap cahaya, bau, suara, atau makanan tertentu.

 

Komplikasi Sindrom Kelelahan Kronis

 

Chronic fatigue syndrome sering kali membuat penderitanya mengalami stres dan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mengatur jadwal kerja, hingga mengurus diri sendiri. Kondisi tersebut tentunya dapat berujung pada penurunan kualitas hidup seseorang.

 

Diagnosis Sindrom Kelelahan Kronis

 

Dalam menegakkan diagnosis sindrom kelelahan kronis, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) seputar keluhan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga.

 

Sebagai informasi, CFS sering kali menunjukkan gejala yang menyerupai kondisi medis lain, seperti gangguan tidur, anemia, diabetes, hipotiroid, hingga depresi. Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lainnya, seperti:

 

  • Pemeriksaan fisik.

  • Tes darah.

  • Tes urine.

  • Evaluasi kesehatan mental.

 

Cara Mengatasi Sindrom Kelelahan Kronis

 

Belum ada metode pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan sindrom kelelahan kronis. Namun, pengobatan tetap diperlukan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala chronic fatigue syndrome adalah:

 

1. Pemberian Obat-obatan

 

Dokter dapat meresepkan obat-obatan tertentu untuk membantu meredakan gejala yang dialami oleh penderita chronic fatigue syndrome. Jenis obat-obatan yang umum diberikan untuk pasien CFS adalah:

 

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen dan naproxen untuk membantu meredakan nyeri kepala dan nyeri otot.

  • Obat tekanan darah rendah, seperti midodrine apabila CFS terkait dengan hipotensi.

  • Obat antidepresan untuk membantu pasien agar bisa beristirahat dengan nyaman apabila CFS terkait dengan depresi.

  • Obat kortikosteroid oral untuk mengurangi peradangan jika diperlukan.

 

2. Psikoterapi

 

Dokter juga dapat merujuk pasien CFS kepada psikolog atau psikiater untuk memperoleh perawatan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif. Terapi ini biasanya dilakukan untuk menangani sindrom kelelahan kronis sedang atau berat guna membantu pasien agar bisa menerima kondisinya sendiri.

 

3. Fisioterapi

 

Fisioterapi adalah terapi fisik yang dilakukan untuk membantu pasien agar tetap bergerak aktif guna membantu mengoptimalkan proses metabolisme tubuh. Melalui terapi ini, dokter dapat menentukan jenis olahraga yang tepat agar tubuh pasien tidak terlalu lelah.

 

4. Perbaikan Pola Hidup

 

Di samping pengobatan medis, dokter juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan perawatan mandiri dan mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. Adapun beberapa saran yang dapat diberikan oleh dokter sebagai penanganan mandiri di rumah adalah:

 

  • Mengusahakan untuk memiliki jadwal tidur pada malam hari secara rutin.

  • Memadamkan lampu saat tidur malam untuk meningkatkan kualitas tidur.

  • Tidak merokok dan menjauhi paparan asap rokok.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Melakukan meditasi, pernapasan dalam, yoga, atau bercerita dengan orang terdekat untuk mengurangi stres dan kecemasan. 

 

Apabila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada sindrom kelelahan kronis seperti ulasan di atas, sebaiknya segera lakukan konseling dengan dokter melalui layanan Telekonsultasi untuk memperoleh penanganan yang tepat.

 

Telekonsultasi adalah layanan kesehatan dari Siloam Hospitals yang memungkinkan pasien untuk mendapatkan saran perawatan dan penanganan yang tepat dari dokter di mana pun dan kapan pun.

 

Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat, seperti memesan paket kesehatan, membuat appointment dengan dokter Siloam Hospitals terdekat, hingga check in secara mandiri. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail