Sindrom Mallory Weiss - Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Sindrom Mallory Weiss - Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

19 Mei 2025 4 menit waktu baca
sindrom Mallory Weiss

Sindrom Mallory Weiss (Mallory Weiss syndrome) adalah suatu kondisi yang ditandai adanya robekan di dinding dalam kerongkongan yang berbatasan dengan organ lambung. Robekan tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti buang air besar (BAB) darah dan muntah darah. Lantas, apa penyebab sindrom Mallory Weiss? Mari simak informasi selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Sindrom Mallory Weiss?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, sindrom Mallory Weiss adalah kondisi medis yang ditandai dengan terbentuknya robekan di dinding dalam esofagus (kerongkongan), tepatnya di area yang berada di dekat perbatasan kerongkongan dan lambung. Kondisi ini biasanya berlangsung selama 7–10 hari dan bisa sembuh dengan sendirinya.

 

Kendati demikian, perdarahan akibat robekan di dinding dalam lambung dapat berlangsung lebih lama dan berkelanjutan, terutama apabila ukuran robekan cukup besar atau dalam. Pada kondisi ini, penderita mungkin memerlukan tindakan pembedahan.

 

Penyebab Sindrom Mallory Weiss

 

Penyebab utama Mallory Weiss syndrome adalah peningkatan tekanan di saluran cerna bagian atas, misalnya karena penderita muntah secara terus-menerus yang disebabkan oleh gangguan lambung, gangguan makan (seperti bulimia), atau konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Selain karena muntah terus-menerus, kondisi ini juga bisa dipicu oleh RJP (resusitasi jantung paru), mengangkat beban berat, mengejan, serta trauma pada perut atau dada.

 

Di samping itu, usia juga menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya sindrom ini. Pasalnya, seseorang yang berusia antara 40–60 tahun lebih rentan untuk terkena sindrom Mallory Weiss. Sindrom ini juga lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria.

 

Adapun beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom Mallory Weiss adalah sebagai berikut:

 

  • Cegukan berat atau berlangsung lama.

  • Hernia hiatus, kondisi ketika sebagian lambung masuk melalui diafragma yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut.

  • Gastritis.

  • Batuk dalam waktu lama.

  • Kejang.

  • Hyperemesis gravidarum (mual dan muntah berlebihan pada kehamilan).

  • Melahirkan.

  • Kemoterapi.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti aspirin.

 

Gejala Sindrom Mallory Weiss

 

Perlu diketahui bahwa sindrom Mallory Weiss tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas, terlebih apabila kondisi ini masih pada tahap awal. Namun, ketika sudah bergejala, beberapa keluhan yang kerap dialami oleh penderita sindrom ini adalah sebagai berikut:

 

  • Muntah darah, bisa darah bercampur dahak, berwarna merah terang, cokelat gelap, atau seperti kopi.

  • Muntah tanpa mengeluarkan apa-apa.

  • Nyeri ulu hati.

  • Feses berwarna gelap dan lengket.

  • Pusing.

  • Sesak napas.

  • Pucat. 

  • Pingsan. 

 

Diagnosis Sindrom Mallory Weiss

 

Dalam proses diagnosis sindrom Mallory Weiss, dokter akan melakukan anamnesis 

(wawancara medis) untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien.

 

Selanjutnya, untuk menegakkan diagnosis sindrom Mallory Weiss, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes darah, seperti pemeriksaan darah lengkap, hemoglobin, hematokrit, tes koagulasi darah, tes fungsi ginjal, dan lain-lain. 

  • Endoskopi, untuk mengetahui sumber perdarahan apabila terjadi perdarahan yang parah. 

  • Angiografi, Apabila perdarahan sangat parah hingga dokter tidak dapat menemukan lokasi robekan, dokter dapat melakukan tindakan angiografi. Tindakan ini dilakukan dengan menyuntikkan zat kontras ke dalam pembuluh darah melalui kateter dan bantuan foto rontgen.

 

Cara Mengatasi Sindrom Mallory Weiss

 

Mallory Weiss syndrome umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari. Namun, bila perdarahan terus terjadi dan tak kunjung berhenti, dibutuhkan penanganan medis lebih lanjut agar pasien tidak kehilangan banyak darah. Adapun beberapa tindakan yang bisa dilakukan, di antaranya:

 

  • Terapi endoskopi: Endoskopi biasanya dilakukan bersamaan dengan skleroterapi atau terapi koagulasi guna menyumbat pembuluh darah yang robek.

  • Operasi: Tindakan ini akan dilakukan apabila penanganan medis lainnya sudah tidak bisa mengatasi perdarahan. Operasi tersebut biasanya dilakukan melalui metode laparoskopi untuk menjahit robekan agar perdarahan bisa segera berhenti.

  • Pemberian obat-obatan: Obat-obatan, seperti lansoprazole dan ranitidine, dapat diberikan jika sindrom tersebut disebabkan oleh asam lambung. Obat antimuntah juga mungkin diberikan jika diperlukan.

  • Transfusi: Transfusi darah mungkin dilakukan apabila Hb (hemoglobin) pasien sangat rendah akibat perdarahan saluran cerna yang hebat.

  • Pemasangan nasogastric tube (NGT).

 

Komplikasi Sindrom Mallory Weiss

 

Komplikasi sindrom Mallory Weiss dapat terjadi jika perdarahan pada pasien tidak segera ditangani atau berlangsung dalam waktu yang lama. Adapun beberapa komplikasi tersebut, di antaranya adalah anemia, hipoksia, syok hipovolemik, hingga kematian.

 

Apabila Anda merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada sindrom ini, seperti nyeri hebat di area anus, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, serta mencegah komplikasi lebih dini.

 

Di Siloam Hospitals, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan sistem pencernaan dengan memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendeteksi adanya risiko penyakit dalam sistem pencernaan dan sudah dilengkapi dengan berbagai tes, mulai dari fungsi hati hingga skrining kanker.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail