Subclavian Steal Syndrome - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Subclavian Steal Syndrome - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

01 September 2025 5 menit waktu baca
 mengenal subclavian steal syndrome

 

Subclavian steal syndrome adalah kondisi ketika arteri subklavia mengalami penyempitan atau penyumbatan sehingga darah yang seharusnya dikirimkan ke otak, justru mengalir menuju lengan. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang berkaitan dengan otak maupun lengan. Namun, sebagian besar orang tidak merasakan gejalanya sama sekali. Ingin tahu lebih lanjut mengenai sindrom ini? Mari simak ulasan lebih lanjut di bawah ini.

 

Apa itu Subclavian Steal Syndrome?

 

Subclavian steal syndrome adalah kondisi ketika terdapat penyempitan atau penyumbatan pada arteri subklavia, yaitu pembuluh darah yang terletak di bawah tulang selangka yang merupakan pemasok utama aliran darah ke leher, kepala, dan lengan. Penyempitan arteri subklavia ini biasanya terjadi di dekat percabangannya dengan arteri vertebralis yang merupakan cabang pertama dan terbesar dari arteri subklavia.

 

Ketika terjadi penyempitan, aliran darah dari arteri vertebralis bisa berbalik arah (steal atau "mencuri" suplai darah) karena adanya tekanan yang lebih rendah di arteri subklavia yang mengalami penyempitan. Akibatnya, darah yang seharusnya menuju otak justru mengalir ke lengan melalui arteri subklavia.

 

Penyebab Subclavian Steal Syndrome

 

Penyebab utama subclavian steal syndrome adalah aterosklerosis (penumpukan plak di arteri), yang lebih sering ditemukan pada arteri subklavia sisi kiri. Ini disebabkan karena arteri subklavia kiri berasal langsung dari lengkung aorta dengan sudut lebih tajam, menciptakan aliran darah yang lebih turbulen. Turbulensi tersebut dapat menyebabkan kerusakan dinding arteri dan mempercepat proses aterosklerosis.

 

Di samping itu, beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya subclavian steal syndrome adalah sebagai berikut:

 

  • Malformasi arteriovenosa, yaitu adanya suatu pembuluh darah abnormal yang menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena pada otak.

  • Arteritis Takayasu, yaitu peradangan pembuluh darah yang biasanya terjadi pada arteri besar, terutama aorta.

  • Diseksi aorta.

  • Displasia fibromuskular, kondisi yang dapat menyebabkan arteri berukuran sedang di dalam tubuh menyempit atau membesar.

  • Thoracic outlet syndrome.

  • Stenosis setelah tindakan operasi coarctation aorta atau tetralogy of Fallot.

  • Kelainan bawaan pada aorta.

  • Memiliki tulang rusuk ekstra (tulang rusuk servikal) yang berasal dari vertebra atau tulang belakang servikal ke-7.

 

Gejala Subclavian Steal Syndrome

 

Gejala subclavian steal syndrome biasanya muncul ketika penderitanya melakukan aktivitas yang melibatkan lengan yang terkena atau menoleh ke samping secara tiba-tiba. Hal ini terjadi karena aktivitas tersebut dapat meningkatkan kebutuhan aliran darah di daerah yang kekurangan suplai darah. Adapun gejala yang timbul biasanya meliputi:

 

  • Penglihatan kabur.

  • Pusing.

  • Nyeri, mati rasa, dan kesemutan atau kelelahan pada lengan.

  • Pingsan.

  • Gangguan pendengaran.

  • Pusing (vertigo).

  • Ataksia

 

Jika kondisi ini menyebabkan penderitanya pingsan, risiko terjatuh dan cedera dapat meningkat. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa saja tidak menimbulkan gejala karena otak mendapatkan cukup darah dari arteri lain yang sehat. Dalam kasus ini, penderita biasanya tidak memerlukan pengobatan.

 

Diagnosis Subclavian Steal Syndrome

 

Pertama-tama, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu tubuh), pemeriksaan pembuluh darah yang terkena, pemeriksaan jantung, dan lain-lain.

 

Dari pemeriksaan fisik tersebut, biasanya akan ditemukan perbedaan tekanan darah antara lengan yang terkena dengan lengan yang sehat, yaitu kurang lebih sebesar 15 mmHg. Selain itu, denyut nadi pada arteri radialis juga akan ditemukan lebih lemah satu sisi serta terdengar adanya suara bruits, yaitu suara desiran tidak normal yang bisa terdengar dengan stetoskop pada arteri subklavia yang terkena.

 

Apabila tanda-tanda yang ditemukan menunjukkan adanya subclavian steal syndrome, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang guna menegakkan diagnosis. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:

 

  • USG duplex, yaitu pemeriksaan untuk melihat bagaimana darah bergerak melalui arteri dan vena.

  • CT angiography.

  • MRA (magnetic resonance angiography), yaitu pencitraan medis yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk memvisualisasikan pembuluh darah dalam tubuh manusia, seperti arteri dan vena.

  • Digital subtraction angiogram. Alat ini memungkinkan dokter melihat pembuluh darah secara lebih baik dengan menghilangkan bagian tubuh lain dari gambar.

 

Pengobatan Subclavian Steal Syndrome

 

Pengobatan subclavian steal syndrome biasanya direkomendasikan untuk penderita yang mengalami gejala. Pengobatan ini bisa berupa operasi untuk meningkatkan aliran darah di arteri subklavia. Tergantung dari kondisi pasien, dokter dapat melakukan pembedahan terbuka atau endovaskular. Beberapa jenis pembedahan yang digunakan adalah:

 

  • Pembedahan untuk menyambungkan arteri subklavia ke arteri lain, misalnya dilakukan bypass arteri karotis dengan arteri subklavia.

  • Angioplasti dan pemasangan stent.

  • Aterektomi, yaitu prosedur minimal invasif untuk menghilangkan plak dari arteri.

 

Namun, bila dirasa pasien tidak memerlukan tindakan pembedahan, dokter dapat meresepkan obat antikoagulan atau antiplatelet. Jika pasien hanya menunjukkan gejala ringan yang bisa membaik seiring waktu, dokter dapat meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

 

Sementara itu, penderita yang tidak memiliki gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan, terutama tindakan revaskularisasi. Tetapi, jika terdapat penyempitan pada arteri subklavia, ada kemungkinan besar penderita juga mengalami penyempitan di arteri lain. Hal ini dikarenakan penumpukan plak (aterosklerosis) biasanya terjadi di arteri seluruh tubuh.

 

Penumpukan plak dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti berhenti merokok, mengelola tekanan darah tinggi, kadar gula dalam darah pada penderita diabetes melitus, serta kolesterol tinggi. Hal ini juga dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung atau stroke di kemudian hari.

 

Pencegahan Subclavian Steal Syndrome

 

Beberapa penyebab sindrom ini tidak dapat dikendalikan sehingga sulit untuk mencegahnya. Namun, Anda bisa mengurangi risiko terjadinya kondisi ini dengan mencegah penumpukan plak yang merupakan penyebab paling sering. Langkah pencegahan tersebut, meliputi:

 

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Melakukan aktivitas fisik selama 30 menit per hari secara rutin.

  • Menghindari merokok.

  • Mengonsumsi makanan yang menyehatkan jantung, yaitu makanan rendah lemak jenuh dan lemak trans.

  • Mengelola kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

 

Sebagai informasi, tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi subclavian steal syndrome. Dengan kata lain, gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

StatPearls [Internet]. Subclavian Steal Syndrome. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Subclavian Steal Syndrome. Diakses pada 2024 | Medical News Today. What to Know about Subclavian Steal Syndrome. Diakses pada 2024 | AHA|ASA Journals. Subclavian Steal Syndrome. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail