Ibu dan Anak
Mengenal Alergi Pada Anak, Jenis dan Cara Pencegahannya

Table of Contents
Alergi adalah suatu gejala yang timbul sebagai respons dari sistem imun tubuh terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya atau dikenal sebagai alergen. Umumnya, reaksi alergi terjadi setelah kontak langsung dengan kulit, terhirup, atau dimakan.
Terdapat beberapa pemicu alergi pada anak, mulai dari makanan, obat-obatan, binatang, serbuk sari, debu dan jamur. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda wajib mengetahui berbagai jenis dan cara pencegahan alergi pada anak.
Selain itu, jika salah satu orang tua memiliki alergi, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kemungkinan alergi sekitar 40-50% kepada anaknya. Sedangkan jika kedua orang tua mengalami alergi, maka kemungkinan anak akan mengalami alergi sebesar 80%. Apa saja jenis alergi yang umumnya sering menimpa anak?
Jenis-Jenis Alergi pada Anak
1. Alergi Makanan
Pernahkah anak Anda mengalami gangguan usus seperti keluhan kram perut atau diare yang berulang? Jika anak Anda pernah mengalami hal tersebut, bisa jadi kondisi tersebut memiliki kemungkinan besar adalah tanda alergi.
Alergi makanan biasanya diikuti dengan sakit kepala, kelelahan, dan perasaan gelisah. Beberapa jenis makanan yang umum menyebabkan alergi pada anak seperti susu, telur, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, kerang dan beragam jenis jeruk.
2. Alergi Binatang Peliharaan
Secara umum, pemicu alergi binatang peliharaan disebabkan oleh sel kulit mati, urine, air liur, dan bulu dari binatang tersebut. Gejala yang timbul adalah anak menjadi bersin-bersin setelah bermain ataupun memegang binatang peliharaan.
3. Alergi pada Kulit
Kulit menjadi organ tubuh terbesar karena memiliki luas sekitar 2 meter persegi. Selain itu, kulit juga merupakan bagian dari sistem imunitas yang bisa bereaksi terhadap alergen. Biasanya, alergi kulit pada anak terlihat seperti eksim yakni bagian kulit tampak kering, merah, bersisik dan gatal.
Tidak hanya itu, gejala alergi kulit pada anak juga bisa berupa urtikaria (biduran) atau kondisi ketika kulit seperti memerah dengan jangkauan yang beragam, bisa di mulai dari titik kecil hingga besar.
4. Alergi pada Hidung
Salah satu jenis alergi pada anak yang harus diwaspadai adalah alergi pada hidung atau saluran pernafasan. Jenis alergi pada anak biasanya terjadi pada sebagian anak yang berusia 2 sampai 3 tahun.
Ada banyak gejala umum yang dialami anak, antara lain hidung gatal dan berair, hidung tersumbat, sering bersin, batuk berulang, mata merah dan berair, bernafas melalui hidung saat tidur, lingkaran gelap di bawah mata hingga kelelahan karena kurang tidur. Gejala-gejala tersebut berlangsung lebih dari beberapa minggu.
5. Alergi Obat
Alergi pada anak juga biasanya disebabkan oleh berbagai macam obat-obatan dan vaksin. Gejala ringan yang paling sering terjadi pada anak untuk alergi obat, antara lain gatal dan kemerahan di kulit. Namun, dalam beberapa kasus, anak bisa mengalami gejala yang berat seperti anafilaksis.
Pencegahan Alergi pada Anak
Untuk mencegah munculnya alergi pada anak, bisa dengan kurangi kontak atau paparan dengan alergen. Berikut hal-hal lainnya yang bisa dilakukan:
1. Alergi yang Diakibatkan Hirupan
-
Tidak memelihara hewan berbulu atau unggas di rumah atau jika memiliki hewan peliharaan, usahakan tidak masuk ke dalam rumah.
-
Tidak menggunakan karpet atau furnitur yang dilapisi kain.
-
Membersihkan rumah secara teratur dan upayakan sedot debu minimal seminggu sekali.
-
Membersihkan atau mencuci mainan anak setiap minggu dan hindari pilihan bahan bulu untuk mainan anak.
-
Cuci seprei, selimut, sarung bantal/guling dengan detergen dan pemutih untuk membunuh tungau setiap minggu.
-
Apabila ada anggota keluarga yang merokok, maka diminta untuk tidak merokok di rumah dan di mobil.
2. Alergi yang Diakibatkan Makanan dan Minuman
-
Menghindari makanan atau minuman yang pernah mengakibatkan gejala alergi pada anak.
-
Menghindarkan makanan atau minuman yang berpengawet.
3. Alergi yang Diakibatkan Lain-Lain
-
Menjaga makanan pada tempat tertutup sehingga terbebas dari kecoa dan serangga yang lain.
-
Untuk anak dengan penyebab alergi muncul saat udara dingin atau memiliki alergi dingin, maka lapisi hidung dan mulut dengan kain atau menggunakan masker serta memakai baju tebal ketika diperlukan.
-
Mengatur jadwal istirahat anak dan membatasi aktivitas fisik yang terlalu melelahkan.
-
Restriksi atau pembatasan makanan untuk pencegahan alergi selama ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan, selama bayi tidak menunjukkan gejala alergi. Pencegahan yang paling baik adalah dengan memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan.
Tetap perhatikan tumbuh kembang anak dan reaksinya terhadap lingkungan sekitar untuk mengetahui alergi yang mungkin dialami anak. Kesadaran dan kepekaan Anda sebagai orang tua terhadap anak adalah langkah pencegahan terbaik bagi kesehatan dan kebaikan anak.
Untuk pencegahan dan tindakan lebih lanjut terhadap alergi pada anak, Anda bisa kunjungi Siloam Hospital terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang dilakukan dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang akan memeriksa kondisi Anda secara langsung dan memberikan saran kepada Anda.
Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Melna Agustriani Purba, MSc., SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini






