Ibu dan Anak
Mengenal Pemeriksaan Leopold pada Ibu Hamil & Tahapannya

Table of Contents
Pemeriksaan Leopold adalah prosedur yang dilakukan untuk memeriksa posisi janin di dalam kandungan. Pemeriksaan ini memiliki peran yang penting, terutama saat kehamilan memasuki trimester tiga. Pasalnya, metode persalinan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Mari simak tahapan pemeriksaan Leopold pada ibu hamil selengkapnya melalui artikel berikut.
Apa Itu Pemeriksaan Leopold?
Leopold maneuvers atau pemeriksaan Leopold adalah pemeriksaan fisik medis yang dilakukan dengan cara meraba perut dan panggul ibu hamil. Metode pemeriksaan ini pertama kali dikenalkan oleh Christian Gerhard Leopold, yaitu seorang dokter spesialis kandungan dan ginekolog dari Jerman.
Kapan pemeriksaan Leopold dilakukan? Pada dasarnya, metode pemeriksaan ini dapat dilakukan saat usia kehamilan telah memasuki trimester ketiga. Tujuan utama dari pemeriksaan Leopold adalah untuk mengetahui posisi janin dalam rahim serta membantu dokter dalam menentukan metode persalinan (apakah secara normal atau operasi caesar) yang tepat dan sesuai dengan kondisi janin di dalam rahim.
Leopold maneuvers memiliki tingkat akurasi sekitar 63–88% dalam memprediksi posisi janin di dalam rahim. Namun, tingkat akurasi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah keterampilan dan pengalaman dokter yang memeriksa. Oleh karenanya, metode pemeriksaan ini perlu dibarengi dengan pemeriksaan USG abdomen agar bisa memberikan hasil yang lebih akurat.
Mengenal Posisi Normal Janin Menjelang Persalinan
Menjelang akhir masa kehamilan, janin akan memutarkan tubuhnya secara perlahan hingga posisi kepala menghadap ke bawah atau ke arah jalan lahir. Kemudian, wajah janin akan menghadap ke sisi punggung ibu dan dagunya akan menempel ke bagian dada.
Biasanya, posisi normal janin tersebut akan berada pada saat usia kehamilan telah memasuki minggu ke-32 hingga minggu ke-36. Posisi janin penting untuk diperhatikan atau diobservasi secara berkala guna mendeteksi ada-tidaknya abnormalitas posisi janin serta membantu merencanakan proses persalinan yang tepat nantinya.
Persiapan Pemeriksaan Leopold
Sebelum melakukan Leopold maneuvers, dokter dapat melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi ibu hamil. Pasalnya, prosedur pemeriksaan Leopold ini cenderung sulit dilakukan apabila ibu hamil mengalami obesitas atau polihidramnion (kondisi ketika air ketuban terlalu banyak).
Adapun prosedur persiapan pemeriksaan Leopold maneuvers adalah sebagai berikut:
-
Ibu hamil akan diberi penjelasan secara lengkap mengenai tujuan prosedur pemeriksaan yang hendak dilakukan.
-
Ibu hamil akan diminta untuk memberi persetujuan atau informed consent untuk dilakukan pemeriksaan.
-
Tenaga medis akan memastikan ibu hamil sudah dalam keadaan rileks.
-
Ibu hamil akan diarahkan untuk buang air kecil terlebih dahulu agar memudahkan dokter dalam memeriksa posisi janin.
-
Tenaga medis menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti pita pengukur dan stetoskop.
-
Ibu hamil akan diminta untuk tidur telentang dengan memosisikan kepala sedikit lebih tinggi dari tubuh.
-
Setelah mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir, dokter akan mulai memeriksa dan meraba perut ibu.
Tahapan Pemeriksaan Leopold
Pada dasarnya, prosedur Leopold maneuvers dapat dilakukan melalui empat tahap. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing tahapan.
1. Leopold Maneuver 1
Dokter meraba bagian atas perut ibu menggunakan kedua telapak tangan untuk mengetahui letak bagian tertinggi rahim (fundus) guna menentukan usia kehamilan. Lalu, dokter meraba area fundus tersebut untuk mengetahui bagian tubuh mana dari janin yang berada di area tersebut.
Kepala bayi biasanya akan terasa keras dan berbentuk bundar saat diraba. Sementara itu, bokong bayi cenderung terasa lebih lembut atau lunak dan seperti objek besar saat diraba. Jika bokong bayi berada di area fundus, artinya bayi berada pada posisi normal (vertikal).
Namun, jika dokter tidak menemukan bokong, melainkan kepala bayi pada area fundus, kemungkinan besar bayi berada pada posisi sungsang (breech position). Jika dokter tidak merasakan keberadaan apa pun pada area fundus (kosong), kemungkinan bayi berada pada posisi melintang.
2. Leopold Maneuver 2
Setelah itu, dokter akan meraba kedua sisi perut ibu menggunakan kedua telapak tangan untuk mengetahui bagian tubuh mana dari janin yang berada pada kedua sisi rahim ibu. Jika terdapat punggung janin di sisi rahim ibu, maka sisi tersebut akan terasa lebar, jelas, rata dan cenderung kaku.
Sementara itu, apabila terdapat bagian tubuh lainnya di sisi rahim ibu, seperti tangan atau kaki, maka sisi tersebut akan terasa seperti bagian-bagian kecil yang lebih lembut, dapat bergerak, namun dengan bentuk atau posisi tidak beraturan.
3. Leopold Maneuver 3
Pada tahapan ini, dokter akan meraba perut bagian bawah menggunakan ibu jari dan jari-jari lainnya dari salah satu tangan. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan bagian tubuh mana dari janin yang berada di bagian bawah perut ibu (kepala atau bokong) dan apakah bagian tersebut sudah memasuki pintu atas panggul (PAP). Jika bagian terbawah janin sudah memasuki pintu atas panggul (PAP), bagian tersebut tidak lagi bisa digoyang (terasa seperti ada yang menahan).
4. Leopold Maneuver 4
Pada tahap akhir pemeriksaan Leopold, dokter akan meraba bagian bawah perut ibu menggunakan kedua telapak tangan untuk mengonfirmasi ulang bagian tubuh mana dari janin yang berada di bagian bawah perut ibu serta untuk mengetahui sejauh mana bagian bawah janin sudah turun dan memasuki pintu atas panggul (PAP).
Setelah melakukan Leopold maneuvers, dokter dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah ibu dan detak jantung janin. Selain itu, pemeriksaan cardiotocography (CTG) juga dapat dilakukan untuk merekam denyut jantung janin serta kontraksi rahim saat kehamilan dan menjelang proses persalinan.
Demikian informasi mengenai pemeriksaan Leopold, persiapan, dan tahapan prosedurnya yang penting untuk dipahami oleh ibu hamil. Jika ibu hamil mengeluhkan gejala yang tidak biasa selama masa kehamilan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dan cepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang akan dijalani terkait kehamilan akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET A)
Lainnya
16 Service/Item
Rp4.642.000
NEST - Lab Screening Trimester 2 / Trimester 3
Lainnya
5 Service/Item
Rp1.226.000
NEST - Lab Screening Preops
Lainnya
10 Service/Item
Rp2.528.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET B)
Lainnya
9 Service/Item
Rp1.692.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000







