Penyakit Jantung Rematik: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Penyakit Jantung Rematik: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

14 Juni 2025 4 menit waktu baca
Mengenal penyakit jantung rematik

Penyakit jantung rematik adalah kerusakan katup jantung akibat demam rematik. Demam rematik sendiri adalah komplikasi dari peradangan tenggorokan karena infeksi bakteri. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti gagal jantung, sehingga dibutuhkan pengobatan yang tepat. 

 

Penyakit jantung rematik dapat dialami oleh siapa saja. Namun, biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak dengan radang tenggorokan yang tidak mendapatkan terapi yang adekuat. Untuk mengenal lebih jauh tentang penyakit ini, mari simak penjelasannya di bawah ini.

 

Apa itu Penyakit Jantung Rematik?

 

Penyakit jantung rematik adalah kerusakan katup jantung yang disebabkan oleh demam rematik. Demam rematik merupakan peradangan yang disebabkan oleh reaksi imun tubuh terhadap infeksi bakteri group A streptococcus (GAS) di mana demam ini dapat memicu kerusakan pada jaringan otot dan katup jantung.

 

Penyakit jantung rematik biasanya diderita oleh anak-anak atau remaja di rentang usia 5–15 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila orang dewasa juga menderita penyakit ini.

 

Kondisi ini membutuhkan penanganan dengan segera dan tepat. Sebab, infeksi yang disebabkan oleh bakteri tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot dan katup jantung.

 

Penyebab Jantung Rematik

 

Penyakit jantung rematik disebabkan oleh respons autoimun tubuh terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri Group A Streptococcus. Ketika tubuh melawan infeksi tersebut, sistem kekebalan tubuh dapat secara keliru menyerang jaringan sendi, kulit, atau organ lain, termasuk jantung. 

 

Selain karena infeksi bakteri, berikut adalah faktor-faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung rematik:

 

  • Tidak mendapatkan antibiotik yang cukup sensitif terhadap bakteri penyebab infeksi. 
  • Tidak mendapatkan penanganan infeksi bakteri group A streptococcus yang tepat dan cepat.
  • Lingkungan yang padat penduduk, kotor, dan tidak sehat.
  • Jarang mencuci tangan.
  • Kelainan genetik yang mungkin membuat seseorang menjadi lebih rentan terkena penyakit. 

 

Gejala Penyakit Jantung Rematik

 

Gejala jantung rematik dapat bervariasi dari yang ringan hingga parah, tergantung pada tingkat kerusakan katup jantung yang dialami penderita. Beberapa gejala umum yang dapat dirasakan oleh pasien adalah sebagai berikut:

 

  • Demam.
  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di area jantung.
  • Sesak napas bahkan saat melakukan aktivitas ringan.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki atau bagian tubuh lainnya.
  • Detak jantung tidak teratur atau cepat.
  • Nyeri sendi yang dapat menjalar ke area persendian lainnya.
  • Kemerahan dan terasa hangat atau panas pada persendian.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Terdengar suara bising pada bagian jantung. 
  • Ruam pada kulit.

 

Komplikasi Jantung Rematik

 

Penyakit jantung rematik yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada jantung rematik adalah sebagai berikut:

 

  • Kerusakan katup jantung: Peradangan yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung, yang dapat mengganggu aliran darah.
  • Aritmia: Kerusakan jaringan otot jantung dapat menyebabkan gangguan irama jantung seperti aritmia atau fibrilasi atrium.
  • Gagal jantung: Jika kerusakan otot jantung tergolong parah, maka jantung tidak mampu memompa darah dengan efisien, sehingga beban kerja jantung akan semakin berat dan pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan jantung.
  • Endokarditis: Pasien yang menderita jantung rematik memiliki risiko lebih tinggi terkena endokarditis atau infeksi pada dinding dalam jantung atau katup jantung.

 

Diagnosis Jantung Rematik

 

Diagnosis penyakit jantung rematik dilakukan dengan pemeriksaan medis oleh dokter. Berikut adalah beberapa metode dalam proses diagnosis:

 

  • Tes Darah: Tes darah dilakukan untuk mendeteksi adanya tanda-tanda peradangan, seperti peningkatan jumlah sel darah putih. Selain itu, tes darah juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan antibodi yang berkaitan dengan infeksi bakteri group A streptococcus.
  • Ekokardiografi: Ekokardiografi adalah tes yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambaran visual dari struktur dan fungsi jantung. Tes ini membantu mengevaluasi kondisi katup jantung dan memeriksa adanya kerusakan atau kebocoran jantung.
  • Elektrokardiografi (EKG): Elektrokardiografi adalah tes untuk merekam aktivitas listrik jantung. Tes ini membantu mendeteksi adanya kelainan irama jantung atau gangguan lain pada jantung.
  • Pemeriksaan radiologi: Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan radiologi seperti CT scan dan MRI jantung untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail tentang jantung pasien.

 

Cara Mengobati Jantung Rematik

 

Perawatan dan pengobatan yang dilakukan pada penderita jantung rematik bertujuan untuk mengatasi infeksi yang mendasarinya, mengurangi peradangan, mencegah terjadinya komplikasi serius, dan mengendalikan gejala yang muncul. Beberapa cara mengobati jantung rematik adalah sebagai berikut.

 

  • Pemberian antibiotik: Dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi tenggorokan yang mendasari penyakit ini dan mencegah penyebaran bakteri yang dapat merusak jantung.
  • Pemberian obat penenang jantung: Jika kerusakan katup jantung tergolong parah, dokter mungkin akan meresepkan obat golongan beta-blocker untuk membantu mengurangi detak jantung yang tidak normal dan menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Operasi: Dalam beberapa kasus yang parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang rusak. Operasi dilakukan saat obat-obatan yang diresepkan tidak dapat lagi menangani komplikasi jantung yang terjadi pada pasien.

 

Pencegahan Penyakit Jantung Rematik

 

Jantung rematik adalah penyakit yang dapat dicegah. Karena penyakit ini disebabkan oleh komplikasi dari demam rematik, maka penting untuk mencegah serta mengobati demam tersebut terlebih dahulu. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik untuk melawan infeksi yang menjadi penyebab demam rematik. 

 

Selain itu, pencegahan jantung rematik juga dapat dilakukan dengan cara:

 

  • Selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik.
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.
  • Mengonsumsi antibiotik sesuai resep dokter.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Melakukan pemeriksaan jantung secara rutin.

 

Itulah pembahasan mengenai penyakit jantung rematik mulai dari pengertian, penyebab, gejala, hingga pencegahannya. Jika mengalami gejala jantung rematik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, gejala dapat dikendalikan dan komplikasi pun dapat dicegah.

 

Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan Anda bersama dokter terkait yang telah berpengalaman. Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter spesialis jantung yang sesuai. 


Selain itu, Anda juga dapat mengunduh aplikasi MySiloam untuk mempermudah dalam proses pemesanan paket kesehatan, booking, dan konsultasi online bersama dokter. Mari unduh aplikasinya dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

My Siloam App (1)

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail