7 Penyakit saat Puasa yang Rentan Terjadi & Harus Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

7 Penyakit saat Puasa yang Rentan Terjadi & Harus Diwaspadai

23 Februari 2026 4 menit waktu baca
7 Penyakit saat Puasa yang Rentan Terjadi dan Pencegahannya

Sakit di bulan puasa rentan terjadi apabila tidak dibarengi dengan penerapan pola makan sehat. Adapun sejumlah penyakit saat puasa yang kerap menyerang tubuh adalah dehidrasi, sakit kepala, dan diare. Mari simak bagaimana penyakit-penyakit tersebut dapat menyerang tubuh dan tips pencegahannya melalui artikel berikut.

 

Penyakit saat Puasa yang Rentan Terjadi

 

Sakit saat puasa dapat terjadi sebagai respons tubuh terhadap perubahan pola makan dan rutinitas sehari-hari. Beberapa penyakit saat puasa yang rentan terjadi adalah sebagai berikut:

 

1. Dehidrasi

 

Puasa membuat seseorang tidak mendapatkan asupan cairan selama 13 jam. Dehidrasi rentan terjadi ketika berpuasa, terutama saat tubuh kehilangan banyak cairan karena kondisi atau aktivitas tertentu. Risiko dehidrasi ini pun akan meningkat jika cuaca sedang panas.

 

Dehidrasi saat puasa dapat menyebabkan tubuh lemas, ketidakseimbangan elektrolit, dan tekanan darah rendah. Bahkan, dehidrasi yang terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, batu ginjal, hingga pingsan.

 

2. Asam Lambung Naik

 

Setiap hari, lambung memproduksi cairan asam klorida untuk memecah makanan yang dikonsumsi. Pada saat berpuasa, akan terjadi penumpukan asam lambung yang berpotensi naik ke kerongkongan atau yang disebut dengan GERD

 

Cairan asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan munculnya perut kembung, heartburn (sensasi panas pada dada), dan rasa asam di tenggorokan. Gejala ini juga dapat memicu rasa mual dan muntah saat puasa.

 

3. Nyeri Kepala

 

Masalah kesehatan saat puasa yang juga cukup sering dialami adalah nyeri kepala. Rasa nyeri ini dapat menyebar ke seluruh kepala atau hanya di bagian depan. Sakit kepala saat puasa kerap kali terjadi di siang hari dan terasa seperti menusuk.

 

Kondisi ini merupakan respons alami dari otak ketika seseorang dehidrasi dan kelaparan, yang mana keduanya dapat menghambat pasokan darah dan glukosa ke otak. Akibatnya, otak kekurangan energi dan menimbulkan nyeri pada kepala atau terasa seperti melayang.

 

4. Diare

 

Diare adalah gangguan pencernaan saat puasa yang juga sering terjadi. Umumnya diare disebabkan karena penderitanya salah makan. Lantas, apa penyebab diare saat berpuasa? Diare bisa terjadi karena sekresi air dan garam secara berlebihan di saluran pencernaan, yang mana pemicunya adalah mengonsumsi minuman berkafein tinggi, seperti teh dan kopi saat berbuka ataupun sahur. Diare juga dapat disebabkan oleh makan berlebihan ketika berbuka.

 

5. Sembelit

 

Sembelit saat puasa disebabkan oleh pergerakan makanan di dalam saluran cerna yang lebih lambat dari biasanya. Hal ini mengakibatkan feses mengeras di usus sehingga BAB terasa sulit dan menurunkan intensitasnya. Selain itu, sembelit juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan cairan dan serat selama berpuasa.

 

6. Hipoglikemia

 

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah dalam tubuh sangat rendah sehingga dapat mengakibatkan tubuh gemetar, mata berkunang-kunang, dan berkeringat. Salah satu penyakit saat puasa ini mungkin tidak berbahaya bagi orang sehat, namun bisa berakibat fatal pada penderita diabetes.

 

7. Nyeri Tenggorokan

 

Tenggorokan sakit di bulan puasa juga tergolong sering terjadi. Ketika berpuasa, tenggorokan rentan kering karena tidak mendapatkan cairan selama berjam-jam. Apabila tenggorokan kering, zat asing akan lebih mudah masuk dan mengiritasi tenggorokan.

 

Cara Mencegah Penyakit saat Puasa

 

Selama berpuasa, seseorang tetap disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Beberapa upaya pencegahan agar tidak sakit di bulan puasa antara lain:

 

A. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang

 

Agar tetap sehat saat puasa dan kebutuhan nutrisi tubuh tercukupi, cobalah untuk menerapkan pola makan berikut ini:

 

  • Mengurangi konsumsi lemak, gula, dan minyak.

  • Memperbanyak asupan buah dan sayur.

  • Mengonsumsi sumber lemak baik, seperti yoghurt dan ikan.

  • Mengganti karbohidrat sederhana, seperti nasi putih dan roti menjadi karbohidrat kompleks, misalnya beras merah dan gandum.

 

B. Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

 

Cukupi kebutuhan cairan tubuh saat puasa menggunakan metode 2-4-2, yaitu 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas saat malam hingga menjelang sahur, dan 2 gelas saat sahur. Selain air putih, tambahkan juga asupan cairan dengan mengonsumsi makanan berkuah, jus, atau buah.

 

C. Olahraga Secukupnya

 

Agar tubuh tetap bugar, cobalah melakukan olahraga ringan saat puasa, misalnya yoga, jalan santai, atau bersepeda jarak dekat. Pilihlah waktu berolahraga sesaat sebelum berbuka atau sebelum sahur. Namun, pastikan untuk berolahraga sesuai kemampuan tubuh.

 

D. Berkonsultasi dengan Dokter

 

Seseorang yang memiliki kondisi khusus, misalnya sedang hamil, menyusui, atau menderita penyakit tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Sebab, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila ibu hamil atau ibu menyusui saat puasa.

 

Itulah beberapa penyakit saat puasa yang rentan terjadi dan perlu diwaspadai. Apabila Anda mengalami gejala yang tidak biasa ketika berpuasa, seperti perut terasa kembung disertai sakit kepala hebat yang tak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis serta penanganan secara tepat.


Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda-beda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut telah sesuai dengan kondisi medis pasien.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail