9 Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan saat Puasa yang Efektif
Kesehatan Tubuh

9 Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan saat Puasa yang Efektif

24 Februari 2026 5 menit waktu baca
cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa

Radang tenggorokan saat puasa atau gangguan pada tenggorokan lainnya dapat menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Terlebih selama puasa penderita tidak dapat mengonsumsi air untuk membantu meredakan rasa sakit di tenggorokan tersebut. Lantas, apa yang harus dilakukan jika sakit tenggorokan di tengah waktu puasa?

 

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi intensitas berbicara. Hal ini bertujuan untuk mencegah tenggorokan semakin kering yang dapat memperparah sakit tenggorokan. Mari simak cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Penyebab Sakit Tenggorokan saat Puasa

 

Sakit tenggorokan merupakan salah satu kondisi yang sering dikeluhkan saat puasa. Umumnya sakit tenggorokan ditandai dengan rasa nyeri saat menelan dan perubahan suara menjadi serak. Penyebab sakit tenggorokan saat puasa cukup beragam, di antaranya:

 

  • Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

  • Bernapas melalui mulut.

  • Tidur dengan mulut terbuka.

  • Konsumsi makanan pedas atau minuman terlalu dingin ketika berbuka dan sahur, sehingga mengiritasi tenggorokan.

  • GERD.

  • Infeksi dan common cold (selesma).

  • Kebiasaan merokok setelah berbuka.

 

Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan saat Puasa

 

Agar puasa berjalan lancar, berikut beberapa cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa yang bisa diterapkan:

 

1. Mengurangi Intensitas Berbicara

 

Cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa yang pertama adalah mengurangi intensitas berbicara. Terlalu banyak berbicara saat puasa dapat mengakibatkan tenggorokan terasa kering. Sebab, saat berbicara, udara serta berbagai partikel asing (misalnya, debu) dapat masuk ke tenggorokan melalui mulut.

 

Selain karena partikel asing, overuse atau penggunaan suara berlebihan, misalnya karena berteriak atau menyanyi secara berlebihan juga dapat menyebabkan pita suara teriritasi atau inflamasi hingga menyebabkan laringitis. Karenanya, usahakan untuk tidak terlalu sering berbicara bila mengalami sakit tenggorokan saat puasa.

 

Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari partikel asing masuk ke dalam tenggorokan melalui mulut adalah menggunakan masker, terutama saat berada di luar ruangan. Pasalnya, partikel asing yang tidak sengaja terhirup masuk ke dalam tenggorokan dapat membuat tenggorokan menjadi semakin teriritasi.

 

2. Bernapas Melalui Hidung

 

Cara mengatasi sakit tenggorokan berikutnya adalah membiasakan bernapas melalui hidung dan menghindari bernapas melalui mulut. Pernapasan lewat mulut dapat menyebabkan tenggorokan kering dan rasa nyeri semakin terasa.

 

Salah satu penyebab seseorang bernapas melalui mulut adalah hidung tersumbat. Kondisi ini dapat terjadi akibat alergi flu, deviasi septum, polip hidung, hingga sleep apnea. Selain itu, sebagian orang tanpa sadar bernapas melalui mulut saat tertidur (mouth-breather).

 

Selama berpuasa, ketika konsumsi obat oral perlu dibatasi, cobalah menggunakan inhaler atau mengoleskan minyak kayu putih di area hidung untuk membantu melegakan pernapasan. Jika kondisi ini telah berlangsung lama, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

 

3. Menghindari Ruangan yang Kering

 

Menghindari ruangan kering menjadi salah satu cara mengatasi nyeri tenggorokan saat puasa. Terlalu lama berada di ruangan yang kering cenderung membuat produksi lendir dan air liur di tenggorokan berkurang. Hal tersebut dapat memperburuk kondisi peradangan pada tenggorokan.

 

Agar ruangan tidak terasa kering, cobalah memasang pelembap udara (air humidifier) dan hindari penggunaan kipas angin. Lalu, bila menggunakan pendingin ruangan atau AC, sebaiknya atur suhu agar tidak terlalu dingin. Bila tenggorokan kering disebabkan oleh alergi, misalnya alergi debu atau bulu binatang, coba bersihkan kamar, ganti sprei, vakum, dan hindari binatang masuk ke dalam kamar.

 

4. Berkumur dengan Air Garam

 

Salah satu cara mengobati sakit tenggorokan saat puasa adalah berkumur dengan air garam, setidaknya hingga larutan garam terasa menyentuh tenggorokan. Air garam diketahui dapat membantu meredakan iritasi dan peradangan di tenggorokan. Upaya ini dapat dilakukan ketika sedang berbuka, sahur, atau sebelum tidur agar tenggorokan terasa lebih baik, sehingga bisa melanjutkan puasa dengan nyaman di esok hari.

 

5. Memperbanyak Istirahat

 

Tenggorokan sakit saat puasa bisa jadi disebabkan oleh infeksi. Jika hal ini terjadi, maka salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah beristirahat yang cukup agar tubuh bisa melawan infeksi tersebut secara optimal. Bila perlu, hindari begadang maupun bekerja lembur dan pastikan tidur setidaknya selama 7–9 jam setiap harinya.

 

6. Menghirup Uap Panas

 

Cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa selanjutnya adalah menghirup uap panas. Untuk melakukannya, didihkan air secukupnya, kemudian tuang ke dalam mangkuk. Lalu, letakkan mangkuk di bawah wajah dan bernapaslah lewat hidung untuk menghirup uap dari air panas tersebut. Upaya ini bisa diulang beberapa kali sepanjang hari hingga tenggorokan terasa lebih nyaman.

 

7. Makan Permen Pelega Tenggorokan saat Berbuka

 

Cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa yang satu ini bisa diterapkan ketika waktu berbuka atau sahur. Saat mengalami sakit tenggorokan, cobalah mengonsumsi permen pelega tenggorokan ketika berbuka puasa untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat radang tenggorokan.

 

Permen pelega dapat membantu meredakan tenggorokan yang meradang karena biasanya mengandung menthol dan peppermint oil yang bisa memberikan sensasi dingin. Alhasil, tenggorokan terasa lebih nyaman saat berpuasa di esok hari. Namun, pastikan permen pelega tenggorokan ini bukan permen obat antibiotik isap.

 

8. Minum Air Hangat saat Berbuka dan Cukupi Kebutuhan Cairan

 

Cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa adalah minum air hangat dan mencukupi kebutuhan cairan. Saat berbuka, disarankan untuk minum air hangat, seperti dari teh atau kuah sup. Cukupi juga kebutuhan cairan yaitu sebanyak 2 liter per hari atau setara dengan 8–10 gelas berukuran kurang lebih 230 ml air mineral per hari untuk menghindari risiko dehidrasi.

 

9. Tidak Tidur setelah Makan

 

Langsung berbaring atau tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik dan mengiritasi kerongkongan. Sebaiknya, berikan jarak minimal 1 jam setelah makan untuk berbaring atau tidur. Jika belum 1 jam, sebaiknya tetap pada posisi duduk meski mulai mengalami kantuk.

 

Selain itu, kenali juga trigger atau faktor-faktor pencetus lainnya yang dapat menyebabkan naiknya asam lambung, seperti merokok, mengonsumsi cokelat, makanan pedas, berlemak, asam, atau berkafein. Sebaiknya hindari atau batasi kebiasaan dan asupan-asupan tersebut.

 

Penting untuk diingat bahwa informasi yang disajikan dalam artikel tidak dapat menggantikan saran medis profesional dan berfungsi membantu meredakan gejala yang bersifat ringan. Jika sakit tenggorokan tak kunjung membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis THT-BKL di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh penanganan yang tepat. 

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait sakit tenggorokan dapat berbeda-beda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut telah sesuai dengan kondisi medis pasien.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail