Sakit Kepala Bagian Depan, Ini 7 Penyebab & Cara Atasinya
Kesehatan Tubuh

Sakit Kepala Bagian Depan, Ini 7 Penyebab & Cara Atasinya

13 November 2025 6 menit waktu baca
macam-macam penyebab sakit kepala bagian depan

Sakit kepala bagian depan adalah jenis sakit kepala yang cukup umum dikeluhkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan tingkat keparahannya pun bervariasi, mulai dari yang bersifat ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya hingga yang bersifat berat dan perlu diwaspadai karena mungkin merupakan gejala dari penyakit tertentu.

 

Umumnya, sakit kepala bagian depan ditandai dengan rasa nyeri di area pelipis atau dahi. Mari simak artikel berikut ini untuk mengetahui apa penyebab sakit kepala bagian depan beserta cara mengatasinya.

 

Apakah Sakit Kepala Bagian Depan Berbahaya?

 

Sakit kepala bagian depan tidak selalu berbahaya, namun tidak dapat disepelekan. Sakit kepala bagian depan yang terjadi sesekali dan berlangsung singkat umumnya tidak berbahaya. Namun, jika kondisi ini kerap dialami (sering kambuh), berlangsung cukup lama atau sulit hilang, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka penderita sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter karena dapat mengindikasi penyakit serius, seperti tumor otak.

 

Apa Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan?

 

Meski beberapa kasus memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, sejumlah gangguan kesehatan di bawah ini diketahui dapat menjadi penyebab sakit kepala bagian depan.

 

1. Mata Lelah

 

Mata lelah adalah salah satu kondisi yang dapat memicu sakit kepala bagian depan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat terlalu lama menatap layar laptop atau komputer, berkonsentrasi pada sesuatu dalam waktu yang lama, atau postur tubuh yang tidak baik. Di samping itu, mata lelah bisa juga dipicu oleh kelainan refraksi mata, seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), mata silinder (astigmatisme), dan mata tua (presbiopia).

 

Jika kepala bagian depan sakit akibat mata lelah, cobalah melakukan beberapa cara sederhana berikut untuk meredakannya:

 

  • Melakukan peregangan leher, punggung, dan lengan.

  • Memperbaiki postur duduk dengan baik.

  • Menerapkan teknik 20-20-20 untuk mencegah computer vision syndrome (masalah pada mata dan fungsi penglihatan karena penggunaan komputer atau gadget dalam waktu lama), yaitu saat mata sudah menatap layar komputer atau gadget selama 20 menit, maka wajib mengalihkan pandangan ke objek lain selama 20 detik, dan objek yang dilihat berjarak minimal 20 kaki atau 6 meter.

  • Memasang filter antisilau pada layar komputer.

 

2. Sakit Kepala Tegang

 

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang bisa terjadi di bagian depan, belakang, dan samping kepala hingga leher. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi seakan kepala ditekan dan diikat dengan sangat kuat karena otot-otot pada kepala dan leher yang mengencang.

 

Kondisi ini terkadang juga disertai dengan nyeri yang berdenyut. Rasa nyeri tersebut bisa menjalar atau berpindah ke pelipis, kepala bagian atas, lalu kepala bagian depan, sampai ke leher. Kondisi ini umumnya bisa membaik dengan perawatan mandiri di rumah seperti mengonsumsi obat painkillers (asetaminofen, ibuprofen, natrium diklofenak, dan lain-lain).

 

3. Migrain

 

Migrain adalah kondisi yang cukup umum dialami. Biasanya, kondisi tersebut menimbulkan rasa nyeri berdenyut yang dimulai pada satu sisi kepala bagian depan atau pelipis dengan serangan yang dapat terjadi secara berulang selama 4 hingga 72 jam.

 

Terjadinya migrain sering kali diawali dengan gejala gangguan visual dan sensorik (migrain dengan aura). Migrain yang tanpa didahului oleh gejala atau tanda-tanda, maka disebut dengan migrain tanpa aura. Gejala lain dari migrain adalah mual, muntah, kelelahan, serta lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.

 

4. Sinusitis

 

Sinusitis adalah salah satu kondisi yang bisa menjadi penyebab sakit kepala bagian depan dekat mata. Biasanya, gejala sinusitis juga meliputi rasa nyeri di bagian wajah dan gigi. Nyeri tersebut akan semakin kuat ketika bagian bawah mata atau samping hidung ditekan.

 

Sinusitis bisa terjadi secara akut atau kronis. Sinusitis akut biasanya disebabkan oleh alergi, infeksi virus, bakteri, maupun jamur. Sementara itu, sinusitis kronis merupakan sinusitis yang berlangsung selama lebih dari 12 minggu bahkan bisa berbulan-bulan walaupun telah mendapatkan penanganan dan sering kambuh.

 

5. Arteritis Temporalis

 

Arteritis temporalis merupakan kondisi yang bisa memicu kepala bagian depan pusing karena adanya pembengkakan pada pembuluh darah di pelipis dan belakang mata. Nyeri akibat kondisi ini bisa semakin hebat ketika penderita sedang mengunyah atau menyisir rambut. 

 

Arteritis temporalis (giant cell arteritis) biasanya dialami oleh orang berusia lebih dari 50 tahun. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dengan segera karena dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan penglihatan.

 

6. Tumor Otak

 

Tumor yang muncul di otak bagian depan juga bisa menjadi salah satu penyebab sakit kepala bagian depan. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun di awal, namun ketika ukuran tumor semakin besar, dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala berupa sakit kepala.

 

Selain nyeri kepala bagian depan, tumor otak juga dapat disertai dengan sejumlah gejala lainnya, seperti perubahan perilaku, gangguan penglihatan, tremor, kesulitan berbicara, kesulitan berkonsentrasi, dan kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

 

7. Efek Samping Obat-obatan

 

Terkadang, beberapa orang menggunakan obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit kepala. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, jenis obat tersebut justru bisa memperburuk keluhan nyeri pada kepala. Sakit kepala akibat efek samping obat-obatan bisa terjadi apabila obat pereda nyeri dikonsumsi lebih dari 15 kali dalam rentang waktu 1 bulan. Selain itu, jenis obat pereda nyeri, seperti kodein dan morfin, juga dapat menimbulkan efek samping berupa sakit kepala bagian depan.

 

Apa Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan Setelah Bangun Tidur?

 

Sakit kepala bagian depan setelah bangun tidur dapat disebabkan oleh migrain. Namun, umumnya rasa nyeri pada kepala setelah bangun tidur juga dapat diakibatkan oleh gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, tidur dalam waktu yang terlalu lama, bruxism, hingga efek samping obat-obatan.

 

Cara Mengatasi Sakit Kepala Bagian Depan

 

Penanganan sakit kepala bagian depan bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Namun secara umum, terdapat beberapa cara mengatasi sakit kepala bagian depan secara mandi di rumah, seperti memijat kepala hingga membatasi minuman dengan kandungan kafein, berikut adalah poin penjelasannya:

 

  • Memijat kepala bagian depan untuk mengurangi ketegangan otot.

  • Menggunakan kompres air hangat atau dingin untuk meredakan rasa tegang di kepala bagian depan.

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh, bisa dilakukan dengan minum air kurang lebih sebanyak 2 liter per hari dan mengonsumsi sayuran atau buah.

  • Istirahat yang cukup, pastikan tidur selama 7–8 jam setiap malam.

  • Membatasi asupan minuman berkafein, monosodium glutamat (MSG), nitrat, dan tiramin.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tak menutup kemungkinan apabila sakit kepala bagian depan disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak disebutkan dalam artikel ini. Oleh karenanya, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat apabila mengalami sakit kepala bagian depan yang tak kunjung membaik.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait sakit kepala akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail