Kesehatan Tubuh
Prosedur Bariatrik: Apa Bedanya dengan Gastrektomi?

Table of Contents
Operasi bariatrik dan gastrektomi merupakan operasi yang sama-sama melibatkan tindakan pemotongan lambung. Kendati demikian, terdapat beberapa perbedaan antara operasi bariatrik dan gastrektomi yang perlu dipahami, mulai dari tujuan, jenis, hingga prosedurnya. Mari simak pembahasan selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.
Perbedaan Bariatrik dan Gastrektomi
Perbedaan operasi bariatrik dan gastrektomi dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari tujuan, jenis, hingga prosedurnya. Berikut adalah uraian selengkapnya mengenai perbedaan operasi bariatrik dan gastrektomi yang penting untuk dipahami.
A. Tujuan dan Indikasi
Perbedaan yang pertama ada pada tujuannya. Gastrektomi merupakan istilah umum yang berarti pemotongan lambung. Pemotongan lambung ini dapat dilakukan secara parsial (sebagian) atau total. Secara umum, operasi gastrektomi adalah prosedur pemotongan lambung dengan tujuan mengatasi berbagai masalah kesehatan.
Terdapat beberapa jenis gastrektomi, salah satunya adalah prosedur bariatrik yang dapat mengatasi masalah obesitas. Selain itu, gastrektomi juga bermanfaat untuk mengatasi beberapa kondisi berikut ini:
-
Perdarahan berat di lambung.
-
Tumor jinak di dalam lambung.
-
Kanker esofagus.
Pada dasarnya, bariatrik termasuk dari salah satu jenis gastrektomi. Operasi ini secara khusus ditujukan untuk membantu mengatasi berat badan berlebih atau obesitas yang mengancam jiwa. Bariatrik umumnya disarankan untuk orang yang sudah berusaha menurunkan badannya melalui program diet, pola makan sehat, dan rutin berolahraga dalam kurun waktu tertentu, namun tidak membuahkan hasil.
Berat badan berlebih yang dimaksudkan dalam hal ini adalah obesitas kelas 3 atau morbid, yaitu kondisi ketika indeks massa tubuh (IMT) berada di atas 40 atau 35 dengan komplikasi diabetes. Prosedur ini juga dilakukan untuk mengantisipasi beberapa kondisi berikut:
-
Perlemakan hati non alkohol (NAFLD) atau steatohepatitis non alkohol (NASH).
B. Jenis-Jenis
Perbedaan bariatrik dan gastrektomi berikutnya terdapat pada jenisnya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, operasi bariatrik adalah salah satu jenis prosedur gastrektomi. Gastrektomi dapat diklasifikasikan secara umum sebagai berikut:
-
Operasi pemotongan lambung total (gastrektomi total): Pada prosedur ini, dokter memotong lambung secara keseluruhan dan langsung menghubungkan esofagus ke usus kecil.
-
Operasi pemotongan lambung sebagian (gastrektomi parsial): Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sebagian lambung, lalu menghubungkan lambung yang tersisa dengan usus halus. Jenis operasi gastrektomi parsial beragam, tergantung pada jumlah jaringan lambung yang diangkat serta tujuan medis dari prosedur tersebut. Operasi bariatrik termasuk dalam klasifikasi ini.
-
Esofagogastrektomi: Pada prosedur ini, dokter mengangkat bagian atas lambung dan bagian bawah esofagus. Kemudian, dokter akan melakukan konstruksi menggunakan bagian organ lain.
Di sisi lain, bariatrik yang menjadi bagian dari operasi pemotongan lambung (gastrektomi) parsial juga terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:
-
Sleeve gastrectomy: Tujuan prosedur ini adalah mengurangi kapasitas lambung hingga 75–80% dengan memotong ¾ bagian lambung. Tindakan ini akan meminimalisasi keluarnya hormon ghrelin, yakni hormon pengatur nafsu makan. Tujuan operasi ini adalah agar metabolisme tubuh menjadi lebih stabil, mengurangi rasa lapar, dan meregulasi kadar gula darah pasien.
-
Gastric bypass: Prosedur ini merupakan metode baritarik yang paling umum dilakukan. Dokter akan memotong lambung bagian atas sehingga lambung hanya dapat menampung ⅓ dari ukuran lambung normal. Bagian usus halus juga akan dipotong menjadi lebih pendek dan akan disambungkan dengan bagian lambung tadi. Prosedur ini bertujuan untuk membatasi kapasitas lambung dan kemampuan menyerap usus halus. Pembatasan penyerapan di usus halus membuat prosedur ini lebih efektif dari sekadar pemotongan lambung.
-
Biliopancreatic diversion with duodenal switch: Prosedur ini adalah gabungan antara prosedur sleeve gastrectomy dan bypass. Dalam prosedur ini, sebagian besar lambung dibiarkan utuh, termasuk katup pilorus yang mengatur pelepasan isi lambung ke usus kecil. Duodenum dan usus halus akan dibagi atau dipotong di area sekitar katup ini. Bagian usus halus yang terhubung ke usus besar akan disambungkan pada segmen duodenum pendek di dekat lambung. Kemudian, segmen sisa duodenum yang terhubung ke pankreas dan kandung empedu akan disambungkan ke bagian akhir usus halus agar enzim pencernaan dan cairan empedu dapat mengalir secara normal. Dengan metode ini, jumlah makanan dan penyerapan nutrisi menjadi berkurang jauh sehingga risiko terjadinya malnutrisi dan kekurangan vitamin pada pasien meningkat.
C. Prosedur Operasi
Pada dasarnya, baik operasi bariatrik maupun gastrektomi dilakukan dengan memotong sebagian organ lambung. Namun, secara umum, terdapat dua metode gastrektomi yang dapat dilakukan, yaitu gastrektomi laparoskopi dan gastrektomi terbuka.
Pada bedah terbuka, dokter akan membuat satu sayatan lebar di bagian perut untuk melakukan operasi. Sementara itu, pada gastrektomi laparoskopi, dokter membuat empat sayatan kecil di area perut yang berfungsi untuk memasukkan laparoskop serta instrumen bedah lainnya.
Adapun pada operasi bariatrik, dokter dapat melakukannya melalui tindakan pembedahan maupun tanpa pembedahan. Bariatrik tanpa pembedahan dilakukan menggunakan alat khusus bernama endoskopi (selang yang dilengkapi kamera). Prosedur ini dikenal juga sebagai endoskopi bariatrik.
Operasi bariatrik merupakan bagian dari gastrektomi atau operasi pemotongan lambung. Hanya saja, operasi bariatrik memiliki tujuan spesifik untuk mengatasi obesitas atau berat badan berlebih pada orang yang tidak berhasil melakukan program diet.
Perlu diingat bahwa artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur medis apa pun, termasuk operasi bariatrik atau gastrektomi. Sebab, seluruh tindakan medis memiliki risiko dan efek samping yang berbeda pada setiap individu.
Apabila ingin mendapatkan saran atau rekomendasi seputar operasi lambung, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat. Pemeriksaan menyeluruh akan membantu menentukan jenis prosedur yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Sebagai langkah deteksi dini, Anda juga dapat memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap dari Siloam Hospitals untuk mendeteksi adanya risiko penyakit dalam sistem pencernaan yang menjadi penyebab munculnya gejala dan penyakit tertentu.
Untuk kemudahan akses layanan kesehatan, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta melihat hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan dan kelola kebutuhan kesehatan Anda dengan lebih mudah.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







