Kesehatan Tubuh
Perbedaan Hipertrofi Ventrikel Kiri dan Kanan yang Perlu Diwaspadai!

Table of Contents
Hipertrofi ventrikel adalah kondisi ketika terjadi penebalan dinding ruang bawah (ventrikel) jantung, baik di sisi kiri (ventrikel kiri) atau kanan (ventrikel kanan). Secara umum, kondisi ini terjadi akibat adanya peningkatan tekanan atau beban kerja jantung, namun hipertrofi ventrikel kiri dan kanan dapat memiliki penyebab yang spesifik dan gejala yang berbeda. Simak ulasan mengenai perbedaan hipertrofi ventrikel kiri dan kanan di bawah ini.
Perbedaan Hipertrofi Ventrikel Kiri dan Kanan
Ventrikel atau bilik adalah dua ruang yang terletak di bagian bawah jantung (di bawah serambi/atrium jantung). Dua ruang ini disebut sebagai ventrikel kiri dan ventrikel kanan. Ventrikel kiri jantung berfungsi untuk memompa darah kaya oksigen ke pembuluh darah aorta dan kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh.
Sementara itu, ventrikel kanan jantung berfungsi menerima darah terdeoksigenasi (kaya karbon dioksida dan sedikit oksigen) dari atrium kanan. Darah ini kemudian dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis untuk pertukaran karbon dioksida dengan oksigen. Setelah itu, darah yang sudah bersih akan kembali ke jantung untuk diedarkan ke suluruh tubuh.
Kedua bagian jantung ini dapat mengalami gangguan, salah satunya disebut hipertrofi ventrikel. Hipertrofi ventrikel adalah kondisi ketika dinding bilik jantung mengalami penebalan. Kondisi ini dapat terjadi di ventrikel kiri atau kanan. Berikut uraian selengkapnya mengenai perbedaan hipertrofi ventrikel kiri dan kanan.
1. Penyebab
Perbedaan hipertrofi ventrikel kiri dan kanan yang pertama adalah dari penyebabnya. Hipertrofi ventrikel kiri adalah kondisi ketika dinding bilik kiri jantung mengalami penebalan. Hipertrofi ini terjadi sebagai bentuk respons terhadap beban tekanan atau volume berlebih pada jantung. Selain kedua kondisi ini, beberapa masalah kesehatan lainnya yang dapat memicu berkembangnya hipertrofi ventrikel kiri adalah sebagai berikut:
-
Hipertensi kronis.
-
Sindrom jantung atletik dengan hipertrofi ventrikel kiri fisiologis.
-
Koarktasio aorta.
-
Kardiomiopati hipertrofik.
-
Stenosis aorta.
-
Stenosis subaorta.
-
Regurgitasi aorta.
-
Infiltrative cardiac processes, seperti penyakit Fabry dan penyakit Danon.
Di sisi lain, hipertrofi ventrikel kanan umumnya disebabkan oleh hipertensi pulmonal. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah arteri di paru-paru menyempit, yang membuat aliran darah menurun sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipertensi pulmonal adalah:
-
Penyakit yang memengaruhi jantung sisi kiri.
-
Masalah paru-paru, seperti penyakit paru obstruksi kronis (PPOK).
Selain hipertensi pulmonal, hipertrofi ventrikel kanan juga dapat disebabkan oleh regurgitasi trikuspid, yaitu katup jantung trikuspid yang bocor. Adapun beberapa penyebab regurgitasi trikuspid adalah sebagai berikut:
-
Penyakit jantung.
-
Hipertensi pulmonal.
-
Infeksi.
-
Trauma dada.
-
Penyakit jantung bawaan.
2. Gejala
Perbedaan hipertrofi ventrikel kiri dan kanan selanjutnya bisa dilihat dari gejalanya. Hipertrofi ventrikel kiri biasanya berkembang secara bertahap. Bahkan, beberapa orang mungkin tidak bergejala, terutama pada tahap awal penyakit. Namun, ketika tekanan di jantung semakin memberat, maka gejala yang dapat muncul adalah:
-
Sesak napas, terutama saat berbaring.
-
Pembengkakan pada kaki.
-
Nyeri dada, sering kali saat sedang melakukan aktivitas fisik.
-
Sensasi detak jantung yang cepat atau berdebar-debar (palpitasi).
-
Pusing.
-
Pingsan.
Gejala hipertrofi ventrikel kanan tidak jauh berbeda. Pada tahap awal penyakit, kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala. Jika muncul gejala, biasanya gejala berasal dari kondisi paru-paru atau masalah jantung yang berkaitan. Gejala-gejala hipertrofi ventrikel kanan hampir mirip dengan gejala hipertrofi ventrikel kiri, di antaranya:
-
Nyeri dada.
-
Sesak napas.
-
Edema perifer (pembengkakan di kaki, tungkai, atau pergelangan kaki).
-
Pusing atau pingsan setelah olahraga.
-
Penumpukan cairan di perut.
-
Pembesaran organ hati.
-
Pelebaran (distensi) pembuluh darah vena jugularis.
3. Diagnosis
Proses penegakan diagnosis hipertrofi ventrikel kiri dan kanan juga tidak jauh berbeda. Pertama-tama, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik.
Dokter juga mungkin memerlukan pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis hipertrofi ventrikel kiri maupun kanan. Pemeriksaan penunjang tersebut meliputi:
-
Tes laboratorium, termasuk tes darah dan tes urine.
-
MRI jantung.
-
Rontgen dada (rontgen thorax).
-
Cardiac stress test.
-
Kateterisasi jantung.
4. Pengobatan
Perbedaan hipertrofi ventrikel kiri dan kanan lainnya terletak pada pilihan pengobatannya. Secara umum, pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Adapun pilihan pengobatan untuk hipertrofi ventrikel kiri meliputi:
-
Obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga agar tekanan darah tetap stabil guna mencegah atau mengurangi risiko komplikasi, seperti stroke, serangan jantung, dan gagal jantung. Obat-obatan yang dapat digunakan termasuk obat ACE inhibitors, ARB, diuretik, calcium channel blockers, dan beta blockers.
-
Operasi katup jantung.
-
Perubahan gaya hidup, termasuk menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin seperti pemeriksaan tekanan darah.
Di sisi lain, beberapa pilihan pengobatan untuk hipertrofi ventrikel kanan adalah sebagai berikut:
-
Obat-obatan, seperti obat antikoagulan, ACE inhibitors, diuretik, dan beta-blocker.
-
Terapi oksigen.
-
Operasi katup trikuspid (untuk pasien dengan regurgitasi trikuspid yang sudah parah).
Itulah penjelasan mengenai perbedaan hipertrofi ventrikel kiri dan kanan yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.
Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami sejumlah gejala berupa jantung berdebar, nyeri dada, pusing, hingga pingsan, jangan ragu untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
Mayo Clinic. Left ventricular hypertrophy. Diakses pada 2024 | Very Well Health. What Is Right Ventricular Hypertrophy?. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Left Ventricular Hypertrophy. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Right Ventricular Hypertrophy. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Left Ventricular Hypertrophy. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






