Kesehatan Tubuh
Perbedaan Panic Attack dan Serangan Jantung, Perlu Tahu

Table of Contents
Panic attack adalah kondisi ketika seseorang merasa takut dan cemas berlebih yang muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini sering kali menimbulkan gejala berupa sesak napas hingga jantung berdebar. Karena gejala tersebut, sebagian orang awam mungkin kesulitan untuk membedakan panic attack dan serangan jantung. Untuk mengenalnya lebih jauh, mari simak informasi mengenai perbedaan panic attack dan serangan jantung di bawah ini.
Perbedaan Panic Attack dan Serangan Jantung
Baik panic attack maupun serangan jantung (infark miokard), keduanya dapat terjadi secara tiba-tiba. Dua kondisi tersebut juga kerap menimbulkan gejala yang serupa, seperti jantung berdebar, nyeri dada, pusing, mual, sesak napas, dan sebagainya. Meski begitu, perlu dipahami bahwa panic attack dan serangan jantung merupakan dua kondisi yang berbeda.
Panic attack pada dasarnya berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Sementara itu, serangan jantung adalah kondisi fisik yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah menuju jantung. Di samping itu, berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai perbedaan panic attack dan serangan jantung.
1. Penyebab
Perbedaan panic attack dan serangan jantung yang pertama dapat dilihat dari penyebab yang mendasarinya. Seperti yang telah dijelaskan, panic attack berkaitan dengan faktor psikologis yang terjadi ketika hormon stres di dalam tubuh meningkat dan memicu respons fight-or-flight.
Hal inilah yang kerap membuat penderita panic attack merasakan jantung berdebar, sesak napas, dan berkeringat berlebihan saat mengalami serangan panik tersebut. Panic attack juga bisa terjadi ketika seseorang mengalami situasi yang memicu emosi yang intens, seperti saat akan presentasi di depan kelas, naik pesawat terbang ketika memiliki fobia ketinggian, dan lain-lain.
Sementara itu, penyebab utama serangan jantung adalah terhambatnya aliran darah ke otot jantung. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan jaringan otot jantung yang bisa mengganggu kerja organ jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Serangan jantung sering kali muncul ketika seseorang sedang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang, seperti joging, lari, dan sebagainya.
Adapun beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung adalah:
-
Menderita kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung koroner, aterosklerosis, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, obesitas, dan sebagainya.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat serangan jantung atau penyakit jantung lainnya.
-
Menderita kolesterol tinggi.
-
Jarang berolahraga.
-
Menerapkan pola makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan.
-
Memiliki kebiasaan merokok.
2. Gejala
Secara umum, gejala panic attack dan serangan jantung memang cenderung serupa, seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, keringat berlebihan, dan sebagainya. Namun, jika dilihat lebih jauh, terdapat beberapa perbedaan pada karakteristik gejala panic attack dan serangan jantung.
Nyeri dada akibat panic attack biasanya hanya terbatas di area dada. Sebaliknya, nyeri dada akibat serangan jantung dapat menjalar ke bagian tubuh lain di sekitar jantung, seperti bahu kiri, lengan kiri, dan rahang.
Di samping itu, serangan jantung biasanya menimbulkan gejala yang intens, dapat terjadi secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan dan kian memburuk dalam beberapa menit. Nyeri dada akibat kondisi ini juga bisa hilang timbul beberapa kali sebelum serangan jantung benar-benar terjadi.
3. Durasi
Perbedaan panic attack dan serangan jantung juga bisa dilihat dari durasi kemunculan gejalanya. Biasanya, gejala panic attack berlangsung selama beberapa menit atau jam. Kemudian, setelah gejala tersebut mereda, penderita panic attack akan merasa lebih baik.
Sedangkan, gejala serangan jantung bisa terus berlanjut atau datang dan pergi secara bertahap. Gejala yang muncul akibat serangan jantung juga bisa semakin memburuk dan berakibat fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Demikian penjelasan selengkapnya mengenai perbedaan panic attack dan serangan jantung yang penting untuk dipahami. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya digunakan untuk tujuan edukasi. Gejala-gejala yang dijelaskan tidak dapat memastikan apakah seseorang benar-benar menderita panic attack atau serangan jantung.
Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat terutama jika mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan fungsi jantung, seperti jantung berdebar, sesak napas, nyeri dada dan sebagainya.
Jika direkomendasikan oleh dokter, Anda juga dapat memesan Paket Skrining Jantung melalui aplikasi MySiloam untuk deteksi dini berbagai gangguan jantung. Praktis, pemesanan paket tersebut dapat dilakukan secara online dari mana saja, dan Anda bisa datang sesuai jadwal tanpa perlu antre panjang.
Sumber
American Heart Association. How to Tell the Difference Between a Heart Attack and Panic Attack. Diakses pada 2024 | NJ Cardiovascular Institute. Panic Attack vs. Heart Attack: How to Tell the Difference. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. How To Tell the Difference Between a Heart Attack and a Panic Attack. Diakses pada 2024 | Beth Israel Lahey Health. Panic Attack vs. Heart Attack: How to Tell the Difference. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Sentosa
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Ultima
Skrining Jantung
8 Service/Item
Rp1.900.000






