Kesehatan Tubuh
Postmenopausal Osteoporosis: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Postmenopausal osteoporosis adalah pengeroposan tulang pada wanita saat memasuki fase menopause dalam hidupnya. Kondisi ini berkaitan dengan defisiensi hormon estrogen setelah fungsi ovarium berhenti seiring dengan bertambahnya usia wanita. Agar dapat mengantisipasi risiko osteoporosis pascamenopause, mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Postmenopausal Osteoporosis?
Postmenopausal osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang terjadi setelah periode menstruasi dalam kehidupan wanita telah selesai. Wanita yang memasuki fase menopause akan perlahan-lahan berhenti mengeluarkan darah menstruasi bulanan. Saat menstruasi benar-benar berhenti, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh pun akan berkurang sehingga dapat berdampak pada kesehatan tulang.
Perlu diketahui, kadar hormon estrogen yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh dapat mengurangi kecepatan reproduksi sel-sel tulang sehingga bisa menyebabkan kepadatan tulang menurun. Kondisi ini bisa mengakibatkan osteoporosis yang umumnya dialami wanita setelah menopause.
Penyebab Postmenopausal Osteoporosis
Faktor penyebab utama yang memicu osteoporosis pascamenopause adalah kurangnya kadar hormon estrogen. Kekurangan hormon estrogen ini dapat menyebabkan gangguan pembentukan tulang. Pasalnya, tulang terdiri dari jaringan protein dan mineral yang berfungsi untuk mengatur fleksibilitas dan kekuatan tubuh sehingga dapat mendukung pergerakan tubuh.
Sebagai catatan, osteosit yang merupakan sel khusus pada tulang dapat membuat protein Semaphorin-3A (SEMA3A) untuk mempertahankan matriks tulang. Seiring bertambahnya usia, kadar estrogen dan SEMA3A akan menurun, sehingga dapat menghambat pembentukan osteosit. Jika osteosit sudah tidak lagi terbentuk, tulang pun tidak dapat mempertahankan strukturnya dan bisa mengalami kerapuhan.
Defisit hormon estrogen juga dapat menyebabkan pertumbuhan aktivitas dan produksi osteoklas (sel-sel perombak tulang) yang dapat melemahkan trabekula tulang dan meningkatkan risiko terjadinya patah tulang.
Gejala Postmenopausal Osteoporosis
Tanda-tanda postmenopausal osteoporosis sebenarnya tidak begitu terlihat. Maka dari itu, kondisi ini sering kali memburuk tanpa disadari oleh penderitanya. Wanita menopause yang menderita osteoporosis umumnya tidak mendapatkan diagnosis medis sehingga kebanyakan baru mengetahui kondisi tersebut setelah mengalami patah tulang.
Pada kebanyakan kasus, patah tulang yang berkaitan dengan postmenopausal osteoporosis dapat memengaruhi anggota tubuh tertentu, seperti pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan, lengan, dan panggul. Gejala osteoporosis pascamenopause sama dengan gejala osteoporosis pada umumnya, yaitu:
-
Nyeri dan memar yang terjadi setelah jatuh tanpa trauma atau gaya yang besar.
-
Sakit punggung secara tiba-tiba ketika membungkuk untuk meraih sesuatu atau tergelincir di dalam bak atau kamar mandi.
Adapun gejala menopause yang mungkin timbul secara bersamaan dengan gejala osteoporosis adalah sebagai berikut:
-
Rasa cemas berlebihan.
-
Perubahan suasana hati (mood).
-
Sensasi hangat yang tiba-tiba muncul pada tubuh bagian atas (hot flashes).
-
Sakit kepala.
-
Perubahan periode menstruasi.
-
Persendian kaku.
-
Vagina kering.
-
Berkeringat di malam hari.
-
Berkurangnya gairah seks.
-
Jantung berdebar-debar.
Diagnosis Postmenopausal Osteoporosis
Perlu dicatat bahwa risiko terjadinya postmenopausal osteoporosis didasarkan pada faktor-faktor tertentu, seperti ras, riwayat kesehatan keluarga, riwayat medis pribadi, cedera patah tulang masa lalu, gaya hidup, dan kecenderungan genetik. Maka dari itu, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala-gejala osteoporosis yang berkaitan dengan menopause.
Diagnosis osteoporosis umumnya dilakukan dengan mengecek kepadatan dan kandungan mineral tulang. Caranya yaitu dengan menggunakan DEXA scan. Proses pemindaian ini relatif sederhana dan tidak menyakitkan. Waktu yang dibutuhkan pun tidak begitu lama, yaitu 10 sampai 20 menit. Selama prosedur, pasien hanya perlu berbaring di meja sinar-X.
Dokter akan menganalisis hasil tes untuk memastikan kepadatan tulang pasien. Biasanya, proses ini melibatkan perbandingan dengan kepadatan tulang dengan orang dewasa muda dan menghitung perbedaannya sebagai deviasi standar (SD). Adapun kategori skor yang didapatkan dari hasil tes adalah sebagai berikut:
-
Skor T: Mengukur unit deviasi standar dari nilai rata-rata bone mineral density (BMD) pada orang dewasa. Deviasi standar 2,5 atau lebih di bawah rata-rata orang dewasa muda menandakan bahwa seseorang menderita osteoporosis.
-
Skor Z: Pengukuran unit deviasi standar yang digunakan pada anak-anak dan remaja. Serupa dengan perhitungan skor T, namun perbandingannya dilakukan dengan pembagian faktor usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan ras.
Pengobatan Postmenopausal Osteoporosis
Dokter fokus untuk mencegah fraktur dalam menangani osteoporosis. Di samping itu, dokter juga biasanya dapat merekomendasikan obat untuk memperkuat tulang. Namun, pengobatan yang diresepkan dokter disesuaikan pada hasil evaluasi dan pemindaian kepadatan tulang masing-masing pasien. Berikut adalah beberapa pengobatan osteoporosis yang umumnya disarankan oleh dokter:
-
Bifosfonat: Jenis obat yang memperlambat pengeroposan tulang.
-
Suplemen kalsium dan vitamin D: Membantu mengoptimalkan penyerapan kalsium.
-
Modulator reseptor estrogen selektif (SERMS/selective estrogen receptor modulators): Memiliki fungsi serupa dengan estrogen sehingga dapat membantu memengaruhi kesehatan tulang.
-
Terapi penggantian hormon (HRT/hormone replacement therapy): Memperkuat tulang dan membantu mengatasi gejala-gejala akibat menopause bedah, seperti gatal pada vulva, vagina kering, nokturia, dispareunia, inkontinensia, dan sering buang air kecil.
-
Hormon paratiroid: Mengatur kadar kalsium dalam tulang dengan merangsang sel-sel tulang yang baru.
Selain itu, dokter juga dapat merokendasikan pasien untuk menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, menghindari konsumsi alkohol dan merokok, serta menghindari aktivias yang dapat meningkatkan risiko pasien terjatuh untuk mencegah patah tulang dan cedera lainnya.
Itulah hal-hal penting yang perlu diketahui tentang postmenopausal osteoporosis. Perlu diperhatikan bahwa beberapa gejala yang disebutkan di atas tidak semata-mata mengindikasikan osteoporosis pascamenopause. Agar mendapatkan diagnosis yang pasti, konsultasikan kondisi Anda ke Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat.
Setiap tahapan pemeriksaan dan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi medis pasien. Dokter pun juga akan menegakkan langkah pemeriksaan dan penanganan postmenopausal osteoporosis berdasarkan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit.
Anda bisa membuat janji temu dengan dokter dengan menggunakan aplikasi MySiloam. Cari jadwal praktik dokter terkait dan pilih waktu konsultasi yang diinginkan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur lain di MySiloam, seperti cek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan gunakan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan medis Anda.
Sumber
National Library of Medicine. Postmenopausal Osteoporosis: A Literature Review. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What Is Postmenopausal Osteoporosis?. Diakses pada 2024 | Jambi Medical Journal. Deteksi Dini Osteoporosis Pasca Menopause. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
AGING - Osteoprevention Femur
Lainnya
1 Service/Item
Rp1.100.000
AGING - Osteoprevention Pelvic
Lainnya
1 Service/Item
Rp1.100.000
TERPOPULER
SI-TIBC (Total Iron Binding Capacity) / Zat Besi
Darah, Vitamin & Mineral
1 Service/Item
Rp384.300
TERPOPULER
Vitamin D Total 25-OH / Vitamin D
Tulang, Vitamin & Mineral
1 Service/Item
Rp364.500






