Rotator Cuff Tendinitis - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Rotator Cuff Tendinitis - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

23 April 2025 4 menit waktu baca
rotator cuff tendinitis adalah

Rotator cuff tendinitis adalah cedera manset rotator yang memengaruhi tendon dan otot yang membantu menggerakkan sendi bahu. Tendinitis sendiri merupakan istilah yang mengacu pada iritasi dan peradangan tendon. Kondisi ini bisa terjadi akibat kebiasaan yang berulang, misalnya tidur di atas bahu setiap malam atau melakukan aktivitas yang mengharuskan mengangkat lengan berulang kali. Simak ulasan selengkapnya tentang rotator cuff tendinitis di bawah ini.

Apa itu Rotator Cuff Tendinitis?

Seperti yang sudah dijelaskan, rotator cuff tendinitis adalah kondisi ketika tendon dan otot yang membantu menggerakkan sendi bahu meradang dan teriritasi. Rotator cuff tendinitis paling sering dialami oleh atlet yang diharuskan mengangkat lengan di atas kepala, seperti atlet renang, tenis, bola voli, dan lain-lain. Itulah sebabnya, kondisi ini dikenal juga sebagai swimmer’s shoulder, tennis shoulder, atau pitcher’s shoulder.

 

 

Sumber: https://orthoinfo.aaos.org/ 

 

Perlu diketahui bahwa tulang lengan atas (humerus) terhubung ke bahu oleh otot dan tendon. Empat dari kelompok otot-tendon tersebut membentuk manset rotator yang berfungsi untuk mengontrol rotasi lengan saat menjauh dari tubuh dan menstabilkan bahu.

 

Dengan kata lain, manset rotator berasal dari empat tendon yang bergabung bersama membentuk “tudung” di sekitar kepala tulang humerus. Kepala inilah yang dianggap sebagai bola pada sendi bahu. Sendi tersebut memungkinkan lengan melakukan gerakan satu lingkaran penuh, namun hal ini bisa terganggu ketika seseorang mengalami tendinitis.

Penyebab Rotator Cuff Tendinitis

Umumnya, tendinitis manset rotator tidak terjadi tiba-tiba, melainkan dalam jangka waktu yang lama akibat iritasi berulang pada area tertentu. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan sendi yang longgar, anatomi tulang yang tidak normal pada bahu, atau orang yang harus mengangkat beban berat berulang-ulang di atas bahu.

 

Mengangkat beban di atas kepala atau menggerakkan lengan di atas kepala, terutama jika dilakukan berulang kali, dapat menyebabkan salah satu tendon manset rotator terjepit di antara bagian atas tulang lengan dan akromion (bagian dari tulang belikat). Jepitan ini disebut juga dengan impingement. Itulah sebabnya, kondisi ini juga dikenal impingement syndrome.

Gejala Rotator Cuff Tendinitis

Gejala utama rotator cuff tendinitis adalah nyeri pada bahu, biasanya berasal dari bagian depan bahu. Pada tahap awal, nyeri tersebut biasanya akan mereda ketika diistirahatkan, namun seiring waktu menjadi konstan. Rasa nyeri tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:

 

  • Bahu terasa nyeri ketika disentuh.

  • Nyeri menjalar dari bagian depan bahu ke sisi lengan.

  • Nyeri memburuk di malam hari.

  • Nyeri disertai kekakuan dan bunyi klik saat mengangkat lengan.

  • Bengkak pada bahu.

  • Perubahan warna pada kulit bahu seperti kemerahan.

  • Nyeri memburuk atau terdapat rentang gerak yang terbatas saat melakukan gerakan atau berada pada posisi tertentu, misalnya saat:

    • Mengulurkan tangan ke atas hingga di atas kepala.

    • Mengangkat dan menurunkan lengan.

    • Meraih sesuatu.

    • Berbaring di sisi tubuh yang cedera.

    • Meraih bagian belakang punggung, seperti menggaruk punggung.

Diagnosis Rotator Cuff Tendinitis

Sebelum menegakkan diagnosis rotator cuff tendinitis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien, termasuk pekerjaan, aktivitas sehari-hari, atau kejadian yang menyebabkan cedera tersebut. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan secara menyeluruh pada pasien, terutama pada bagian bahu dan juga rentang gerak bahu.

 

Selanjutnya, guna mengonfirmasi diagnosis rotator cuff tendinitis, dokter biasanya meminta pasien menjalani tes penunjang, di antaranya:

 

 

Tes pencitraan tersebut dapat membantu dokter melihat tulang dan jaringan pada sendi bahu untuk mendiagnosis penyebab spesifik dari cedera tersebut. Tidak hanya itu, melalui tes pencitraan, dokter juga dapat menyingkirkan penyebab lain dari nyeri bahu, seperti rotator cuff tears, cedera tendon bisep, atau artritis (radang sendi) bahu.

Pengobatan Rotator Cuff Tendinitis

Penanganan awal untuk rotator cuff tendinitis adalah perawatan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan, serta mempercepat penyembuhan. Anda dapat melakukan pertolongan pertama cedera dengan metode RICE.

 

Adapun langkah awalnya adalah menghindari aktivitas yang menyebabkan nyeri, mengompres bahu dengan kompres dingin (3–4 kali sehari), dan mengonsumsi obat antiradang dan pereda nyeri golongan OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid) sesuai anjuran dokter.

 

Apabila diperlukan, dokter dapat merekomendasikan beberapa perawatan tambahan. Pilihan perawatan lain untuk rotator cuff tendinitis adalah sebagai berikut:

 

  • Terapi fisik (fisioterapi) untuk memulihkan rentang gerak dan meringankan nyeri. Setelah nyeri berkurang, terapis akan mengajari pasien cara mengembalikan kekuatan lengan dan bahu.

  • Suntikan obat steroid untuk mengurangi peradangan sehingga rasa nyeri bisa berkurang. Suntikan ini diberikan ketika perawatan konservatif tidak dapat meringankan rasa nyeri.

  • Operasi. Tindakan ini dilakukan ketika perawatan nonbedah tidak berhasil. Metode pembedahan yang sering digunakan adalah artroskopi. Prosedur ini dilakukan dengan membuat tiga sayatan kecil di sekitar bahu untuk memasukkan alat (salah satunya memiliki kamera), dan kemudian dokter akan memperbaiki jaringan yang rusak dengan alat tersebut. 

 

Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi rotator cuff tendinitis. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi dari Siloam at Home yang praktis dan mudah karena dilayani langsung di rumah Anda sehingga Anda tidak perlu keluar rumah. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit.

 

Untuk membuat janji temu dengan dokter secara praktis, Anda juga bisa memanfaatkan fitur yang tersedia dalam aplikasi MySiloam. Bahkan, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter pilihan dari mana pun dan kapan pun.

 

Sumber

Healthline. What You Need to Know About Rotator Cuff Tendinitis. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Rotator Cuff Tendinitis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Shoulder Impingement (Rotator Cuff Tendinitis). Diakses pada 2024 | Mayo Clinic Orthopedics and Sports Medicine. Rotator cuff tendonitis and tears. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Rotator Cuff Tendonitis and Tears. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail