Kesehatan Mental
Ini Tanda-Tanda Hubungan Abusive yang Perlu Diwaspadai

Table of Contents
Abusive relationship atau hubungan abusive adalah istilah untuk menjelaskan suatu hubungan yang salah satu pihaknya berusaha mengendalikan atau menguasai pihak lainnya dengan berperilaku negatif. Hubungan ini umumnya ditandai dengan tindakan kekerasan, bisa secara fisik, verbal, maupun seksual. Lantas, apa saja tanda-tanda hubungan abusive yang perlu diwaspadai? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Hubungan Abusive?
Hubungan abusive adalah hubungan yang ditandai dengan adanya perilaku kekerasan oleh satu pihak untuk menguasai atau mengendalikan pihak lain. Secara umum, abusive relationship dapat terjadi pada hubungan percintaan, pertemanan, maupun lingkungan kerja. Apabila terjadi pada pasangan yang sudah berumah tangga, abusive relationship bisa berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Tanda-Tanda Hubungan Abusive
Pelaku tindakan abusive biasanya juga memiliki sifat manipulatif, sehingga kerap membuat korbannya merasa tidak sadar bahwa ia sedang berada di dalam hubungan yang toxic. Maka dari itu, agar lebih waspada, kenali apa saja tanda-tanda hubungan abusive. Berikut adalah uraian selengkapnya.
1. Tidak Bebas Berkomunikasi dengan Orang Lain
Tanda hubungan abusive yang pertama adalah tidak bebas berkomunikasi dengan orang lain. Pasalnya, orang yang berperilaku abusive sering kali ingin memantau dan mengontrol apa yang dilakukan korban, termasuk bagaimana hubungan ia dengan orang lain. Hal tersebut bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti mengecek telepon genggam secara berkala, hingga memantau seluruh aktivitas korban di media sosial.
2. Terisolasi dari Lingkungan Sosial
Orang yang berperilaku abusive ingin mengendalikan dan menguasai korban sepenuhnya. Karena itu, mereka biasanya akan mencoba menjauhkan korban dari orang-orang terdekat, termasuk teman atau bahkan keluarga. Hal ini dapat dilakukan dengan melarang korban untuk bertemu orang lain, hingga menyebarkan suatu kebohongan atau fitnah sehingga korban hubungan abusive menjadi terisolasi dari orang lain.
3. Merasa dipaksa
Jika sering merasa dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukan, hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda bahwa seseorang berada di dalam hubungan abusive. Bentuk pemaksaannya bisa beragam, mulai dari mengatur gaya berpakaian sampai menuntut untuk selalu menghabiskan waktu bersama. Bahkan, dalam hubungan abusive percintaan, pelaku bisa saja memaksa pasangannya untuk melakukan hubungan intim.
4. Sering Mengalami Kekerasan Emosional maupun Fisik
Kekerasan emosional merupakan salah satu tanda hubungan abusive yang cenderung sulit untuk dikenali. Pasalnya, orang yang mendapatkan perlakuan tersebut biasanya tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami kekerasan emosional. Secara umum, berikut adalah beberapa bentuk kekerasan emosional yang perlu dikenali:
-
Mengkritik secara berlebihan atau menganggap korban tidak bisa melakukan apa-apa.
-
Mengabaikan kebutuhan, keinginan, dan perasaan korban.
-
Sering mempermalukan korban di tempat umum maupun secara tertutup.
-
Memberikan julukan negatif untuk korban, seperti “si bodoh”.
-
Melakukan silent treatment.
-
Mengancam untuk menyakiti korban atau justru menyakiti dirinya sendiri jika korban tidak melakukan apa yang diinginkannya.
Selain kekerasan emosional, kekerasan fisik, seperti memukul atau menendang, juga menjadi tanda hubungan abusive yang perlu diwaspadai. Pada dasarnya, kekerasan fisik menjadi salah satu bukti konkrit bahwa seseorang berada di dalam hubungan yang toxic dan abusive.
5. Tidak Berdaya secara Finansial
Dalam beberapa hubungan abusive yang terjadi dalam rumah tangga, orang yang berperilaku abusive juga berusaha membuat pasangannya menjadi tidak berdaya secara finansial. Misalnya, mereka akan membuat pasangannya berhenti dari pekerjaan atau memutus akses rekening pribadi pasangan. Tujuannya adalah untuk membuat korban menjadi lebih bergantung padanya dan tidak bisa meninggalkan hubungan tidak sehat tersebut.
Dampak Hubungan Abusive dan Cara Mengatasinya
Abusive relationship adalah hubungan tidak sehat yang perlu segera dihentikan. Sebab, apabila dibiarkan, hubungan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental korban. Adapun beberapa dampak abusive relationship yang perlu diwaspadai adalah:
-
Luka atau cedera fisik.
-
Penurunan self-esteem.
-
Gangguan kesehatan mental tertentu, seperti:
-
Memiliki suicidal thought atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri.
Selain berdampak pada korban, hubungan abusive di rumah tangga juga bisa memengaruhi kondisi fisik dan mental anak. Pasalnya, anak yang menjadi saksi dari tindakan kekerasan tersebut dapat merasa tidak aman, takut, marah, gelisah, dan cemas berlebihan. Hal-hal yang dialami tersebut dapat memengaruhi anak hingga tumbuh dewasa.
Oleh karenanya, jika mengalami tanda-tanda hubungan abusive seperti yang dijelaskan di atas, jangan ragu untuk menceritakan hal tersebut kepada orang terdekat. Berada di hubungan yang sehat tanpa tekanan dan paksaan adalah hak setiap orang. Semua orang berhak untuk mendapatkan rasa aman dalam hubungan.
Apabila situasinya memungkinkan, cobalah terlebih dahulu untuk berkomunikasi dan memberi tahu kepada pelaku bahwa tindakannya tidak bisa diterima. Jika pelaku hubungan abusive sulit berubah, disarankan untuk mencari solusi lebih lanjut.
Melakukan konseling dengan profesional, seperti Psikiatri dari Siloam Hospitals, dapat membantu seseorang dalam mengatasi abusive relationship. Dokter kami siap memberikan saran terbaik untuk menangani atau mengakhiri hubungan toxic tersebut.
Selain itu, gunakan juga layanan Telekonsultasi dari Siloam Hospitals yanga dapat membantu seseorang untuk melakukan konsultasi serta memperoleh saran dari dokter secara virtual. Praktis, layanan ini dapat diakses melalui fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







