Kesehatan Tubuh
Nyeri Perut Bagian Atas Tak Kunjung Hilang? Waspada Kanker Lambung!

Table of Contents
Kanker lambung adalah jenis kanker akibat pertumbuhan sel abnormal di dalam lambung. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan tumor di dalam lambung. Kanker lambung tergolong penyakit mematikan yang harus segera ditangani. Kanker lambung diketahui menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker terbanyak di dunia. Berdasarkan data WHO, penyakit ini telah menyebabkan sebanyak 769 ribu kematian di seluruh dunia per tahun 2020.
Lantas, apa penyebab kanker lambung serta bagaimana gejala yang muncul pada penderitanya? Simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini.
Apa itu Kanker Lambung?
Stomach cancer atau kanker lambung adalah pertumbuhan sel abnormal di lapisan lambung. Lambung manusia memiliki empat lapisan, yaitu mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa. Umumnya, sel kanker tumbuh di lapisan mukosa kemudian menyebar ke lapisan lainnya.
Kanker lambung adalah jenis kanker yang cenderung berkembang cukup lambat dan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. Tahap awal perubahan sel normal menjadi sel kanker di dalam lambung jarang menimbulkan gejala, sehingga sulit terdeteksi lebih awal.
Berdasarkan asal pertumbuhan selnya, kanker lambung terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:
-
Adenocarcinoma: Jenis kanker ini berasal dari sel mukosa (lapisan terdalam lambung), merupakan jenis kanker lambung yang paling sering terjadi.
-
Limfoma: Kanker ini berasal dari sel imun yang dapat ditemukan pada lapisan dinding lambung.
-
GIST (gastrointestinal stromal tumor): Jenis kanker yang berasal dari interstitial cells of Cajal (sel saraf spesial yang terdapat pada sistem pencernaan) yang berada di dinding lambung.
-
Carcinoid tumor: Dapat ditemukan pada sel penghasil hormon di lambung.
-
Squamous cell carcinoma, small cell carcinoma, dan leiomyosarcoma: Jenis kanker lambung yang cukup jarang terjadi.
Penyebab Kanker Lambung
Penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti, namun para peneliti meyakini mutasi genetik pada sel-sel yang terdapat di dalam lambung menjadi salah satu faktor pemicu. Mutasi tersebut mengakibatkan sel-sel tumbuh secara abnormal tidak terkendali dan berpotensi menjadi sel kanker.
Selain mutasi sel, terdapat beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lambung, di antaranya adalah:
-
Memiliki kebiasaan merokok.
-
Berusia di atas 55 tahun.
-
Jenis kelamin laki-laki.
-
Pernah menjalani operasi lambung.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat kanker lambung.
Selain itu, kanker lambung juga berisiko pada orang yang memiliki riwayat beberapa kondisi di bawah ini:
-
Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, atau menderita penyakit autoimun.
-
Mengalami GERD atau refluks lambung dalam waktu yang lama.
-
Polip di dalam lambung.
-
Radang lambung kronis.
-
Infeksi virus EBV atau Epstein-Barr.
-
Anemia akibat kekurangan vitamin B12.
-
Metastasis dari kanker lain, seperti kanker usus, kanker prostat, kanker esofagus, dan kanker serviks.
Gaya hidup yang kurang sehat juga diketahui dapat meningkatkan risiko kanker lambung, di antaranya seperti:
-
Kurang olahraga.
-
Memiliki berat badan berlebih.
-
Sering mengonsumsi makanan pemicu kanker, seperti daging olahan, makanan tinggi garam, dan makanan yang dibakar.
-
Jarang makan sayur dan buah.
-
Tidak memasak makanan dengan baik.
-
Mengonsumsi alkohol berlebihan.
Gejala Kanker Lambung
Kanker lambung jarang menimbulkan gejala pada tahap awal, namun beberapa pasien dapat merasakan beberapa gejala. Gejala yang dirasakan pasien stadium 1, 2, atau 3 akibat kanker lambung adalah sebagai berikut:
-
Sering mengalami mual, muntah, dan mulas.
-
Nyeri area perut bagian atas.
-
Cepat merasa kenyang meski hanya makan sedikit.
-
Tubuh terasa lemas dan kelelahan.
-
Muntah darah atau warna feses kehitaman.
-
Hilangnya nafsu makan disertai penurunan berat badan yang drastis.
Apabila kanker lambung telah menyebar dan menyerang organ di sekitarnya, seperti hati atau usus, artinya kanker telah memasuki stadium 4. Beberapa gejala yang akan ditimbulkan, yaitu:
-
Penumpukan cairan di rongga perut (asites).
-
Pembengkakan area perut bagian atas.
-
Perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan (penyakit kuning).

Diagnosis Kanker Lambung
Selain melakukan anamnesis terkait riwayat kesehatan dan gejala yang dialami pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis. Beberapa tes yang biasanya dijalani oleh pasien kanker lambung adalah sebagai berikut.
A. Tes Pencitraan
Tes pencitraan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk membantu menegakkan diagnosis kanker lambung meliputi CT scan dan rontgen. Tes pencitraan tersebut berfungsi untuk mendeteksi ada atau tidaknya sel kanker dan tumor di dalam lambung pasien.
B. Endoskopi
Tujuan pemeriksaan endoskopi pada pasien kanker lambung adalah untuk melihat bagian perut secara lebih jelas. Endoskopi merupakan jenis pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan tabung tipis yang dilengkapi kamera kecil melalui tenggorokan.
C. Biopsi
Biopsi adalah prosedur pengambilan jaringan tubuh sebagai sampel untuk dibawa ke laboratorium dan dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop. Untuk memastikan stadium kanker lambung, dokter akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan yang meliputi:
-
Tes pencitraan tambahan dengan PET scan.
-
Operasi eksplorasi untuk melihat perkembangan kanker dan penyebarannya. Prosedur ini dilakukan dengan laparoskopi, yaitu membuat sayatan kecil di perut untuk memasukkan kamera khusus. Tujuanya adalah melihat kondisi perut secara lebih jelas.
Cara Mengobati Kanker Lambung
Pengobatan kanker lambung yang direkomendasikan oleh dokter adalah:
-
Operasi: Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat sel kanker dan menyelamatkan jaringan yang masih sehat.
-
Kemoterapi: Kemoterapi adalah terapi obat-obatan yang bertujuan mematikan sel-sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.
-
Radioterapi: Pengobatan dengan energi sinar X atau proton untuk membunuh sel kanker.
Sementara itu, beberapa perawatan yang perlu dijalani pasien saat di rumah adalah sebagai berikut:
-
Menjalani diet kanker.
-
Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.
-
Rutin menjalani pengobatan kanker yang disarankan oleh dokter.
-
Rutin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal.
-
Menghindari makanan yang dapat memicu kanker.
Pencegahan Kanker Lambung
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker lambung adalah sebagai berikut:
-
Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari sebanyak 3–5 kali per minggu.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Berhenti merokok.
-
Menjalani pola makan sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat dan menghindari makanan olahan.
Gejala kanker lambung tampak mirip dengan gangguan pencernaan pada umumnya, sehingga sering kali tak disadari. Apabila Anda merasakan nyeri perut, mual, dan muntah yang tak kunjung membaik bahkan disertai muntah darah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta saran penanganan yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ralph Girson Gunarsa, SpPD-KHOM, FINASIM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Elisabeth Maria De Haan, SpPD-KHOM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







