Kesehatan Tubuh
Amebiasis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Disentri amoeba atau amebiasis adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh parasit. Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah gejala berupa kram perut, diare, dan sebagainya. Bila tidak ditangani dengan tepat, amebiasis bisa menyebabkan komplikasi serius. Mari pahami lebih lanjut tentang apa itu amebiasis melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Amebiasis?
Amebiasis adalah penyakit infeksi pada usus yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica (E. histolytica). Jika terlambat mendapatkan penanganan, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyebaran infeksi parasit ke hati atau otak.
Amebiasis paling sering terjadi pada orang-orang yang tinggal di negara tropis atau negara berkembang dengan sistem sanitasi yang buruk. Sekitar 50 juta orang tertular amebiasis dengan lebih dari 100.0000 angka kematian akibat amebiasis setiap tahunnya.
Penyebab Amebiasis
Amebiasis adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh parasit E. histolytica yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Biasanya, hal tersebut terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi parasit.
Selain itu, parasit ini juga bisa menular ketika seseorang menyentuh permukaan yang mengandung telur parasit lalu memasukkan jari ke mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Di samping itu, parasit E. histolytica juga dapat menular melalui cara lain, di antaranya sebagai berikut:
-
Melakukan kontak dengan tinja yang terkontaminasi.
-
Tinggal bersama orang lain di tempat yang memiliki kondisi sanitasi buruk.
-
Bepergian ke tempat-tempat yang mempunyai sistem sanitasi buruk atau ke wilayah endemik amebiasis.
-
Melakukan seks anal atau oral seks dengan seseorang yang menderita amebiasis.
Adapun beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko tertular infeksi parasit E. histolytica atau amebiasis adalah sebagai berikut:
-
Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dalam jangka panjang.
-
Berusia muda.
-
Mengidap kanker.
-
Sedang hamil.
-
Mengalami malnutrisi.
-
Kecanduan alkohol.
Gejala Amebiasis
Perlu diketahui bahwa beberapa orang yang terpapar parasit E. histolytica mungkin tidak jatuh sakit. Namun, sebagian orang lainnya bisa mengalami amebiasis. Adapun beberapa gejala yang menandakan seseorang terkena amebiasis adalah sebagai berikut:
-
Kram atau sakit perut.
-
Diare, terkadang disertai perdarahan.
-
Demam.
-
Tekstur feses encer (mencret).
-
Mual.
Gejala-gejala di atas biasanya muncul 7–28 hari setelah seseorang terinfeksi. Meski tidak mengalami gejala apa pun, seseorang yang terpapar parasit E. histolytica tetap bisa menularkannya ke orang lain. Terlebih lagi, parasit tersebut dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama di usus.
Apabila tidak mendapatkan penanganan, parasit bisa menembus dinding usus dan menyebabkan luka. Bahkan, parasit tersebut mungkin akan menyebar ke organ hati melewati pembuluh darah dan menimbulkan abses (nanah) pada hati. Pada kondisi yang sudah parah, beberapa gejala yang bisa muncul adalah sebagai berikut:
-
Nyeri hebat di perut bagian kanan atas.
-
Demam tinggi.
-
Muntah.
-
Perut bengkak.
Diagnosis Amebiasis
Guna melakukan penegakan diagnosis terhadap amebiasis, dokter akan terlebih dahulu mencari informasi terkait gejala, riwayat kesehatan, riwayat bepergian, serta pola hidup pasien melalui anamnesis (wawancara medis). Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada area perut.
Namun, agar diagnosis amebiasis dapat terkonfirmasi, dokter biasanya juga memerlukan pemeriksaan tambahan, seperti:
-
Pemeriksaan feses, untuk mendeteksi keberadaan parasit E. histolytica.
-
Tes darah, untuk mendeteksi infeksi di dalam darah, ada atau tidaknya anemia, dan memeriksa fungsi hati.
-
Pemeriksaan antibodi dan kultur menggunakan sampel dari feses atau liver.
-
Tes pencitraan menggunakan USG atau CT scan, untuk mendeteksi adanya peradangan atau abses di hati maupun organ tertentu.
-
Kolonoskopi, memeriksa apakah ada kelainan pada usus besar.
-
Biopsi, mengambil sampel jaringan dari abses hati.
Pengobatan Amebiasis
Tujuan utama pengobatan amebiasis adalah membunuh parasit E. histolytica, mengurangi gejala, serta meminimalkan risiko penyebaran parasit ke organ tubuh lainnya, seperti hati. Adapun beberapa metode pengobatan yang umum digunakan untuk mengatasi amebiasis adalah sebagai berikut:
-
Pemberian obat-obat. Guna mengatasi kondisi ini, dokter biasanya meresepkan beberapa jenis obat berikut:
-
Obat antibiotik, seperti tinidazole dan metronidazole untuk membunuh parasit. Obat ini bisa dikombinasikan dengan obat antiparasit.
-
Obat antimual, seperti ondansetron. Obat ini diberikan untuk mengatasi gejala mual yang dialami oleh pasien.
-
Penggantian cairan tubuh. Dokter akan menyarankan pasien untuk memperbanyak minum air putih dan oralit agar tidak terjadi dehidrasi. Namun, bila pasien sudah mengalami dehidrasi yang parah, biasanya diperlukan perawatan di rumah sakit.
-
Operasi. Tindakan ini biasanya dilakukan bila parasit telah menyebabkan terjadinya perforasi (lubang) pada usus. Tujuan dilakukannya operasi adalah mengangkat usus yang bermasalah dan mengatasi abses hati yang tak kunjung membaik.
Komplikasi Amebiasis
Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, amebiasis dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:
-
Anemia akibat perdarahan pada saluran cerna.
-
Abses hati.
-
Obstruksi usus karena adanya gumpalan jaringan di usus (ameboma).
-
Toxic megacolon, yaitu megakolon atau pembesaran abnormal pada usus besar yang disebabkan oleh peradangan.
-
Perforasi usus atau kebocoran pada usus.
-
Peritonitis yaitu peradangan pada lapisan tipis yang terletak di antara dinding perut bagian dalam dan organ-organ perut.
-
Sepsis.
-
Kematian.
Menerapkan pola hidup bersih dan sehat merupakan salah satu kunci dalam mencegah terjadinya amebiasis. Lalu, untuk mencegah sejumlah komplikasi akibat amebiasis, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi tersebut. Dalam hal ini, Anda dapat mempercayakannya kepada Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals.
Menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat penting agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar. Jadi, sebagai langkah menjaga kesehatan organ pencernaan, Anda dapat melakukan medical check up secara rutin menggunakan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap di Siloam Hospitals. Paket pemeriksaan tersebut bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Feme Faeces / Feses Lengkap
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp144.900
TERPOPULER
Routine Faeces / Feses Rutin
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp112.500
TERPOPULER
Blood Smear Morphology-Pheripheral / Morfologi Darah Tepi
1 Service/Item
Rp208.800
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
TERPOPULER
USG Upper Abdomen
USG
Rp578.000







