Kesehatan Tubuh
Ankle Strain - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Strain adalah cedera pada jaringan penghubung otot dan tulang atau yang disebut dengan tendon. Sementara itu, ankle strain adalah istilah yang digunakan untuk kondisi peregangan atau cedera pada tendon di pergelangan kaki. Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai ankle strain melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Ankle Strain?
Seperti yang sudah dijelaskan, ankle strain adalah kondisi di mana tendon atau jaringan yang menghubungkan otot dan tulang mengalami peregangan akibat gerakan pergelangan kaki yang mengarah pada posisi tidak wajar. Strain dikenal juga dengan istilah salah urat, di mana kondisi ini tidak hanya bisa menyebabkan tendon meregang namun juga robek.
Perbedaan Ankle Strain dan Ankle Sprain
Pada dasarnya, strain dan sprain merupakan dua kondisi yang berbeda. Meski nama dan gejalanya hampir sama, terdapat perbedaan signifikan di antara keduanya. Ankle strain (salah urat) adalah cedera tendon pergelangan kaki, sementara ankle sprain (keseleo) merupakan cedera ligamen pergelangan kaki, di mana jaringan ikat yang menghubungkan tulang dengan tulang meregang secara berlebihan.
Penyebab Ankle Strain
Ankle strain dapat terjadi karena penggunaan otot secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama, gerakan berulang, atau perubahan gerakan secara tiba-tiba. Pasalnya, aktivitas ini dapat membuat tendon melemah dan berisiko mengalami robekan jika tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.
Terdapat beberapa aktivitas yang kerap menyebabkan ankle strain, seperti berlari terus-menerus dalam jarak yang jauh, mendarat dari lompatan-lompatan yang keras, misalnya setelah lay up pada olahraga basket atau saat melakukan smash dalam olahraga voli.
Selain itu, jenis cedera pergelangan kaki yang satu ini juga bisa terjadi pada aktivitas seperti balet dan gimnastik. Kedua aktivitas tersebut memerlukan persiapan latihan peregangan dan penguatan otot agar siap digunakan sepenuhnya untuk berjinjit secara keras dan mendadak.
Sejumlah faktor risiko lainnya adalah kondisi kelelahan pada pelari maraton di beberapa meter terakhir, tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga, mengangkat beban berat berlebihan, menggunakan sepatu yang tidak tepat, serta memiliki riwayat ankle strain sebelumnya.
Gejala Ankle Strain
Gejala utama ankle strain adalah nyeri pada pergelangan kaki, sehingga penderitanya kesulitan berjalan, berdiri, atau menggerakkan kakinya karena adanya reaksi peradangan. Kemudian kondisi ini akan disusul dengan gejala bengkak dan kemerahan. Berikut penjelasan mendetail tentang gejala ankle strain.
-
Nyeri.
Nyeri bisa langsung muncul seketika (acute strain) atau secara bertahap (chronic strain) dan berkembang dari waktu ke waktu ketika penderitanya terlalu sering menggunakan otot pergelangan kaki.
-
Pembengkakan, kemerahan, dan peradangan.
Kondisi ini terjadi pada area pergelangan kaki yang mengalami ketegangan otot. Misalnya, ketegangan yang terjadi pada pertemuan otot betis dan pergelangan kaki akan mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada betis bagian bawah dan area yang melingkari tulang pergelangan kaki. Area tersebut mungkin juga tampak kemerahan dan hangat saat disentuh.
-
Kaku, kram, dan kelemahan otot pergelangan kaki.
Otot di pergelangan kaki atau betis bagian bawah juga dapat mengalami kedutan atau tegang sehingga pergelangan kaki tidak bisa berfungsi dengan normal untuk menopang berat badan penderitanya. Hal ini membuat penderita merasakan nyeri saat melompat atau berlari.
-
Gerakan menjadi terbatas.
Jika terdapat satu atau lebih tendon yang tegang, pergelangan kaki mungkin tidak lagi dapat bergerak secara normal tanpa rasa sakit. Bahkan, penderita bisa saja kehilangan kendali atas pergelangan kaki sepenuhnya.
Diagnosis Ankle Strain
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis atau anamnesis mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien, serta penyebab terjadinya cedera pergelangan kaki. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dengan cara melihat, menyentuh, dan menggerakan pergelangan kaki.
Apabila dicurigai adanya patah tulang saat pemeriksaan fisik, maka dokter akan melakukan pemeriksaan USG, rontgen, atau MRI sebagai tes penunjang untuk menentukan penanganan lebih lanjut terhadap pasien sesuai keparahan cedera.
Cara Mengatasi Ankle Strain
Langkah utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi salah urat pada pergelangan kaki atau ankle strain adalah menggunakan metode PRICE atau protection, rest, ice, compresion, dan elevation. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Protection (perlindungan): Melakukan perlindungan terhadap area yang cedera agar tidak terjadi cedera tambahan.
-
Rest (istirahat): Mengurangi aktivitas selama 3 hari pertama setelah kejadian cedera. Meski bisa berjalan, penderita ankle strain tetap disarankan untuk membatasi aktivitas yang memerlukan penggunaan otot secara berlebihan guna menghindari pemicu cedera tambahan. Penderita juga bisa menggunakan bantuan tongkat khusus agar lebih nyaman saat berjalan.
-
Ice (kompres dingin): Dilakukan dengan menempelkan es batu yang dibungkus plastik atau kain di area yang terasa nyeri. Lakukan kompres dingin selama 10 menit setiap satu jam sekali. Pemberian kompres bisa dilakukan hingga 3 hari pertama untuk meredakan nyeri.
-
Compression (penekanan): Dilakukan dengan memberikan balutan elastis pada area yang cedera. Hindari penekanan yang terlalu kencang atau ketat agar tidak menghambat aliran darah.
-
Elevation (pengangkatan): Mengangkat kaki yang cedera lebih tinggi dari tubuh saat sedang berbaring selama 1–2 hari pertama setelah cedera. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pembengkakan.
Apabila nyeri dan bengkak sudah membaik, penderita dapat melakukan latihan menggerakkan kaki secara perlahan. Jika diperlukan, penderita juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai dengan anjuran dokter.
Pencegahan Ankle Strain
Ankle strain adalah salah satu risiko yang perlu waspadai ketika sedang berolahraga ataupun aktivitas berat lainnya. Bahkan, kondisi ini cenderung tidak dapat diprediksi. Adapun beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah ankle strain adalah:
-
Meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot dengan melakukan olahraga secara rutin.
-
Melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga.
-
Tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas apa pun.
-
Menggunakan alas kaki yang sesuai dengan ukuran kaki agar terasa nyaman saat berjalan sehingga dapat mengurangi risiko terjatuh.
-
Hindari melakukan gerakan secara berulang dan terus-menerus dalam waktu yang lama.
Apabila Anda mengalami cedera pada pergelangan kaki yang mengarah ke ankle strain dan ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang dapat Anda akses melalui aplikasi MySiloam.
Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk memberikan saran perawatan yang tepat serta meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien. Dan, pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang juga dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Pedis / Rontgen Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
Ankle / Rontgen Pergelangan Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp289.000
MRI Pergelangan Kaki/Ankle Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







