Kesehatan Mental
Arachnophobia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Arachnophobia atau yang dikenal dengan fobia laba-laba merupakan kondisi ketika seseorang memiliki ketakutan berlebih saat melihat atau hanya sekadar memikirkan laba-laba. Arachnophobia adalah salah satu jenis fobia spesifik yang cukup umum terjadi, namun bukan berarti setiap orang yang takut terhadap laba-laba menderita kondisi ini.
Mari simak penjelasan lebih jauh mengenai penyebab, gejala, diagnosis, hingga cara mengatasi arachnophobia melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Arachnophobia?
Fobia adalah gangguan kecemasan yang menyebabkan seseorang mengalami ketakutan berlebihan terhadap suatu situasi atau objek tertentu yang umumnya tidak membahayakan. Sementara arachnophobia sendiri merupakan salah satu jenis fobia spesifik (fobia terhadap suatu objek, keadaan, atau situasi tertentu secara spesifik) yang dalam hal ini adalah laba-laba.
Seperti yang sudah dijelaskan, arachnophobia adalah kondisi di mana seseorang merasakan ketakutan intens terhadap laba-laba. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa takut, tetapi juga bisa menyebabkan penderitanya dapat mengalami gemetar, keringat dingin, bahkan sesak napas saat melihat atau hanya sekadar membayangkan laba-laba.
Prevalensi arachnophobia berkisar antara 2,7–6,1% pada populasi. Kondisi ini juga secara signifikan lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria. Arachnophobia biasanya muncul sejak masa kanak-kanak (usia 6–11 tahun). Intensitas rasa takut bisa berkurang seiring dengan bertambahnya usia, atau dapat bertahan dan bertambah parah hingga penderitanya dewasa.
Penyebab Arachnophobia
Belum diketahui secara pasti apa penyebab arachnophobia. Namun, terdapat dugaan kuat bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh pengalaman buruk atau trauma yang berhubungan dengan laba-laba. Selain trauma masa lalu, beberapa kemungkinan lain yang dapat menyebabkan arachnophobia adalah sebagai berikut.
-
Anak melihat orang tua menunjukkan kecemasan berlebih saat melihat laba-laba, sehingga memengaruhi penilaiannya terhadap laba-laba.
-
Kepercayaan terhadap budaya atau agama tertentu dapat memengaruhi perkembangan fobia pada seseorang.
-
Terdapat keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan.
-
Sering mendengar cerita-cerita buruk atau menakutkan tentang laba-laba yang membuat ketakutan terhadap hewan ini menjadi berkembang.
-
Terdapat rangsangan atau stimulasi berlebih pada saraf di area amigdala (struktur otak yang mengendalikan rasa takut), sehingga bisa seseorang mengalami ketakutan berlebih.
Jenis fobia ini biasanya juga bisa muncul bersamaan dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti gangguan panik, gangguan kecemasan umum, dan PTSD (post-traumatic stress disorder).
Gejala Arachnophobia
Arachnophobia dapat menimbulkan gejala yang menyerupai anxiety disorder dan panic attack. Saat berhadapan dengan laba-laba, beberapa gejala fisik yang biasanya ditunjukkan oleh penderita arachnophobia adalah sebagai berikut.
-
Berkeringat atau gemetar.
-
Detak jantung meningkat.
-
Rasa sesak di dada.
-
Kesulitan bernapas atau laju napas meningkat.
-
Muka memerah (wajah memanas).
-
Menggigil.
-
Perasaan tercekik.
-
Perut terasa mulas.
-
Pusing dan terkadang pingsan.
Di samping itu, saat berhadapan dengan laba-laba, penderita arachnophobia juga cenderung menunjukkan beberapa reaksi di bawah ini:
-
Menghindari tempat atau situasi yang memungkinkan mereka melihat laba-laba.
-
Berlari, berteriak, dan menangis saat melihat laba-laba.
-
Berdiam diri di tempat saat melihat laba-laba karena merasa takut.
-
Menghindari kegiatan sosial di luar rumah dan memilih menuju tempat yang menurutnya paling aman.
Diagnosis Arachnophobia
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan bertanya seputar gejala yang dialami penderita, intensitas dan durasi gejala tersebut, serta riwayat kesehatan pasien. Di samping itu, dokter biasanya juga menanyakan tentang kemampuan pasien dalam menghadapi ketakutannya selama ini.
Dalam menentukan diagnosis arachnophobia, dokter akan membandingkan gejala yang dialami pasien dengan kriteria yang tercantum dalam The Diagnostic and Statistical Manual of Mental disorders, 5th Edition (DSM-5). Berdasarkan panduan tersebut, beberapa kriteria arachnophobia adalah sebagai berikut.
-
Rasa takut berlebihan dan berkelanjutan terhadap laba-laba, setidaknya berlangsung selama 6 bulan.
-
Takut, panik, dan cemas saat melihat atau hanya sekadar membayangkan laba-laba.
-
Tetap merasa takut meski situasi yang membuatnya berhadapan dengan laba-laba tidak berisiko menyebabkan bahaya.
-
Menghindari situasi atau tempat yang berpotensi terdapat laba-laba.
-
Stres berat dan memiliki kesadaran bahwa rasa takut berlebih tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cara Mengatasi Arachnophobia
Arachnophobia parah yang tidak ditangani dapat menyebabkan penderitanya merasa takut dan cemas secara terus-menerus terhadap laba-laba. Pada dasarnya, laba-laba sering ditemukan di rumah dan tidak mudah untuk dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentunya dapat berampak negatif pada kualitas hidup penderitanya.
Maka dari itu, tujuan utama pengobatan arachnophobia adalah meredakan rasa takut, cemas, dan panik yang muncul saat penderitanya berhadapan dengan laba-laba. Adapun beberapa pilihan pengobatan arachnophobia adalah sebagai berikut.
-
Psikoterapi
Psikoterapi adalah terapi yang dilakukan untuk mengendalikan pikiran, emosi, perasaan, dan perilaku pasien saat gejala arachnophobia muncul. Terdapat beberapa jenis psikoterapi, yaitu terapi perilaku kognitif (terapi untuk mengubah cara berpikir dan penilaian penderita terhadap laba-laba), exposure therapy (terapi paparan untuk membiasakan penderita berhadapan dengan laba-laba), dan terapi relaksasi (terapi agar penderita menjadi lebih tenang dan dapat mengurangi ketegangan yang dialami saat berhadapan dengan laba-laba).
-
Obat-obatan
Sebagian pasien mungkin memerlukan obat-obatan untuk mengurangi gejala cemas dan panik saat berhadapan dengan laba-laba. Obat-obatan tersebut meliputi benzodiazepine untuk mengatasi gangguan kecemasan dan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) untuk meredakan gejala gangguan kecemasan dan memperbaiki suasana hati.
Di samping itu, penderita arachnophobia juga disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, menjaga pola tidur, dan rutin berolahraga setidaknya 30 menit per hari. Pasalnya, menerapkan pola hidup sehat diketahui dapat menurunkan kecemasan.
Itulah penjelasan mengenai arachnophobia atau fobia laba-laba yang perlu Anda ketahui. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang mengarah pada arachnophobia yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat, salah satunya melakukan Telekonsultasi yang memungkinakan Anda berkonsultasi secara virtual dengan psikolog atau psikiater. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







