Kesehatan Tubuh
Mengenal Bone Scan, Prosedur untuk Deteksi Gangguan Tulang

Table of Contents
Seperti namanya, bone scan adalah tes pencitraan yang digunakan untuk membantu mendiagnosis atau mendeteksi berbagai jenis gangguan pada tulang. Alat ini juga bermanfaat untuk mendeteksi gangguan tulang yang tidak menampakkan gejala apa pun. Pelajari lebih lanjut tentang bone scan melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Bone Scan?
Bone scan adalah tes pencitraan nuklir yang digunakan untuk mendiagnosis dan mendeteksi berbagai jenis penyakit tulang. Pencitraan nuklir adalah alat medis yang melibatkan penggunaan sejumlah kecil zat radioaktif (pelacak radioaktif), kamera khusus yang bisa mendeteksi radioaktivitas, dan komputer. Kombinasi dari beberapa alat tersebut akan membantu dokter melihat struktur tulang dalam tubuh dan menemukan adanya kelainan.
Secara spesifik, scan tulang dilakukan untuk melihat apakah terdapat masalah atau gangguan pada metabolisme tulang. Metabolisme tulang merupakan proses ketika sel tulang yang rusak dihancurkan dan digantikan dengan sel yang sehat.
Pelacak radioaktif yang digunakan pada scan tulang akan diserap lebih banyak oleh sel dan jaringan tulang yang mengalami perubahan. Alhasil, bone scan bisa digunakan untuk menemukan sumber nyeri tulang meski penyebabnya tidak jelas. Sumber nyeri tersebut mungkin berupa infeksi atau cedera yang tidak tampak dengan sinar-X biasa.
Tujuan Bone Scan
Tujuan utama bone scan adalah mendeteksi adanya kelainan pada struktur tulang yang tidak terlihat melalui pemeriksaan fisik. Namun, tidak hanya mendeteksi penyakit, bone scan juga bisa dimanfaatkan untuk memantau apakah aktivitas regenerasi tulang setelah patah tulang berjalan dengan baik.
Selain itu, scan tulang juga dapat membantu dokter untuk mendeksi secara spesifik apakah terjadi penyebaran kanker (metastasis) ke tulang dari lokasi awal tumor, seperti pada kanker payudara atau kanker prostat.
Secara umum, bone scan dapat memperlihatkan beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan kelainan tulang di bawah ini:
-
Arthritis (radang sendi).
-
Nekrosis avaskular (jaringan tulang mati akibat kurangnya suplai darah).
-
Penyebaran (metastasis) kanker.
-
Fibrous dysplasia (terjadi ketika jaringan fibrosa abnormal menggantikan jaringan tulang yang sehat).
-
Osteomielitis (infeksi tulang).
Prosedur Bone Scan
Pada dasarnya, prosedur scan tulang tidak memerlukan persiapan khusus. Pasien hanya perlu datang ke rumah sakit sesuai dengan hari atau janji temu yang sudah ditentukan. Namun, selama menjalani prosedur, dokter akan meminta pasien melepaskan semua perhiasan dan aksesori. Bila diperlukan, dokter dapat memberikan obat penenang ringan agar pasien tetap nyaman selama prosedur berlangsung.
Dalam melakukan prosedur bone scan, pertama-tama dokter akan memberikan suntikan zat radioaktif melalui lengan. Kemudian, zat tersebut akan menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui aliran darah dan didiamkan selama 2–4 jam ke depan. Tujuannya adalah agar sel-sel tulang yang rusak menarik zat tersebut sehingga berkumpul di sumber masalah.
Setelah itu, dokter akan menggunakan kamera khusus untuk memindai tulang. Bagian tulang yang rusak ditunjukkan dengan munculnya titik-titik gelap pada hasil scan. Umumnya, waktu yang diperlukan dalam prosedur bone scan adalah sekitar 1 jam. Namun, bila hasilnya kurang akurat, dokter biasanya meminta pasien untuk mengulang tes.
Pascaprosedur Bone Scan
Zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 24 jam, dan beberapa sisanya mungkin bertahan selama 3 hari. Di samping itu, prosedur ini umumnya juga tidak menimbulkan efek samping apa pun. Hasil bone scan dianggap normal jika pewarnaan zat radioaktif tampak merata di seluruh tubuh.
Jika hasil bone scan memperlihatkan bahwa ada bagian yang lebih terang (cold spot) dan lebih gelap (hot spot) atau dengan kata lain tampak tidak merata, hal tersebut akan dianggap tidak normal. Setelah pemeriksaan, dokter yang akan menjelaskan hasil pemeriksaan secara langsung kepada pasien.
Efek Samping Bone Scan
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bone scan adalah prosedur yang cenderung aman dan tidak menimbulkan efek samping apa pun. Meski prosedur ini menggunakan zat radioaktif untuk dapat menghasilkan gambar, zat tersebut menghasilkan paparan radiasi lebih sedikit dibadingkan paparan radiasi oleh CT scan.
Hanya saja, prosedur ini biasanya tidak direkomendasikan untuk ibu yang sedang hamil atau menyusui karena ada kekhawatiran mengenai paparan radiasi pada bayi. Selain itu, apabila pasien memiliki riwayat alergi, pasien diharapkan untuk memberitahu dokter sebelum prosedur dilakukan. Meski zat pelacak radioaktif sangat jarang menimbulkan reaksi alergi, pasien tetap perlu memberi tahu dokter atau petugas medis bila mempunyai alergi tertentu.
Bone scan mungkin akan menimbulkan rasa nyeri ringan dan kemerahan. Jika kondisi ini tak kunjung membaik atau semakin memburuk, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Apabila Anda mengalami keluhan yang mengarah pada masalah tulang, segera kunjungi Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) di Siloam Hospitals.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)
Radiologi
Subspesialis Intervensional
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







