Pola Hidup Sehat
Ini Manfaat Calcitonin dalam Penanganan Osteoporosis

Table of Contents
Pada dasarnya, calcitonin adalah salah satu hormon yang berperan mengatur kadar kalsium dalam darah. Pada penanganan osteoporosis, terutama pada wanita pascamenopause, calcitonin sering digunakan sebagai terapi untuk membantu meningkatkan massa tulang. Sebenarnya, bagaimana cara kerja calcitonin dalam penanganan osteoporosis? Simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Calcitonin?
Calcitonin adalah hormon yang berperan dalam mengatur kadar kalsium di dalam darah dengan cara menurunkannya. Hormon ini dilepaskan oleh kelenjar tiroid, khususnya oleh sel-C (sel parafolikel) yang berada di dalam kelenjar tersebut. Tiroid sendiri terletak di bagian depan leher, berbentuk seperti kupu-kupu.
Sebelum penggunaan bifosfonat yang sekarang menjadi pilihan utama dalam mengatasi osteoporosis, calcitonin sintetis (buatan) digunakan untuk mengobati kondisi seperti penyakit tulang Paget, hiperkalsemia, dan osteoporosis. Namun, saat ini penggunaan calcitonin sintetis semakin jarang karena dinilai kurang efektif dibandingkan dengan obat-obatan lain dan memiliki potensi efek samping, seperti reaksi alergi, hipersensitivitas, serta peningkatan risiko kanker.
Cara Kerja Calcitonin dalam Membantu Mengatasi Osteoporosis
Sebelumnya, perlu dipahami bahwa fungsi utama calcitonin adalah menurunkan kadar kalsium dalam darah (bukan tulang). Hormon ini bekerja dengan cara:
-
Menghambat aktivitas osteoklas (sel yang memecah tulang). Saat osteoklas berfungsi untuk memecah tulang, sehingga kalsium dari tulang akan dilepaskan ke aliran darah. Oleh karena itu, pemblokiran osteoklas secara sementara oleh calcitonin dapat membantu mengurangi jumlah kalsium yang masuk ke dalam darah dan menetap di tulang.
-
Menurunkan jumlah kalsium yang diserap kembali oleh ginjal dari urine sehingga kalsium yang dikeluarkan dari tubuh akan lebih banyak. Hal ini bisa menurunkan kadar kalsium dalam darah.
Lantas, bagaimana calcitonin membantu mengatasi osteoporosis? Sebagai informasi, osteoporosis adalah kondisi penurunan kepadatan tulang dan kemampuan regenerasi tulang bagian dalam sehingga memicu terjadinya pengeroposan tulang. Kondisi ini membuat tulang menjadi rentan mengalami fraktur (patah tulang).
Calcitonin dimanfaatkan dalam penanganan osteoporosis karena cara kerjanya yang bisa memblokir aktivitas osteoklas. Pada akhirnya, hal ini akan membantu memperlambat pengeroposan tulang dan meningkatkan massa tulang. Dengan begitu, perkembangan osteoporosis akan terhambat.
Kelenjar tiroid melepaskan calcitonin dengan mendeteksi kadar kalsium dalam darah. Jika kadar kalsium sedang meningkat di dalam darah, kelenjar tiroid akan melepaskan calcitonin lebih banyak. Ketika kadar kalsium dalam darah mulai menurun, tiroid akan mengurangi jumlah calcitonin yang dilepaskan.
Efek Samping Penggunaan Calcitonin sebagai Obat Osteoporosis
Calcitonin bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti obat lainnya. Adapun sejumlah efek samping yang bisa diakibatkan oleh penggunaan calcitonin adalah sebagai berikut:
-
Kehilangan selera makan.
-
Mual ringan.
-
Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut.
-
Buang air kecil lebih sering.
-
Kulit tangan, wajah, dan kaki memerah.
-
Kesemutan di telapak tangan dan kaki.
-
Kulit gatal.
-
Mimisan, hidung tersumbat dan berair akibat penggunaan calcitonin dalam bentuk semprot.
-
Reaksi anafilaksis.
-
Hipokalsemia.
Kondisi Medis Lain yang Perlu Dipertimbangkan
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan calcitonin untuk memastikan obat tersebut tidak akan berinteraksi dengan obat lain atau memengaruhi kondisi kesehatan lain yang diderita pasien. Calcitonin diketahui bisa menyebabkan penurunan kadar litium dalam darah sehingga orang dengan gangguan bipolar sebaiknya berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi calcitonin.
Orang yang sedang hamil juga perlu berkonsultasi dokter jika ingin mengonsumsi calcitonin. Dengan begitu, dokter akan memantau dan memutuskan resep calcitonin yang tepat selama kehamilan atau menyarankan pengobatan lainnya untuk mengatasi osteoporosis.
Selain itu, orang yang memiliki kadar kalsium rendah dalam darah juga tidak disarankan mengonsumsi calcitonin karena bisa menyebabkan kejang otot, kram otot, dan detak jantung tidak teratur.
Saat ini, calcitonin sudah jarang digunakan karena termasuk obat osteoporosis dengan efektivitas rendah dan terdapat obat yang lebih efektif untuk mencegah pengeroposan tulang dan patah tulang. Calcitonin dapat digunakan apabila manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya.
Sebagai contoh, pada kasus osteoporosis akut yang nyeri, calcitonin dapat dipertimbangkan untuk diberikan. Jika nyeri sudah hilang, calcitonin dapat diganti dengan obat lainnya yang lebih efektif.
Itulah penjelasan mengenai calcitonin dan perannya dalam penanganan osteoporosis. Guna memahami lebih lanjut mengenai calcitonin serta bagaimana cara menstimulasinya untuk memaksimalkan pengobatan osteoporosis, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat.
Bila direkomendasikan oleh dokter, Anda juga dapat memesan Paket Radiologi untuk Tulang yang bermanfaat untuk mendeteksi masalah pada tulang serta gangguan lainnya yang masih berkaitan. Paket ini bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam.
Sumber
Cleveland Clinic. Calcitonin. Diakses pada 2024 | StatPearls Publishing. Calcitonin. Diakses pada 2024 | Medical News Today. What to know about calcitonin for osteoporosis. Diakses pada 2024 | FDA. Questions and Answers: Changes to the Indicated Population for Miacalcin (calcitonin-salmon). Diakses pada 2024 | UpToDate. Calcitonin in the Prevention and Treatment of Osteoporosis. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






