Kesehatan Tubuh
Mengenal Penyebab Diare Persisten dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Apa itu Diare Persisten?
Pada dasarnya, diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar bertekstur encer atau sangat lembek hingga cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari. Sementara itu, diare persisten merupakan jenis diare yang berlangsung lama (namun tidak lebih lama dari diare kronis), yakni terjadi selama 2–4 minggu.
Sama halnya dengan diare pada umumnya, diare persisten juga menyebabkan penderitanya sering buang air besar disertai konsistensi feses yang cair atau lembek.
Penyebab Diare Persisten
Secara umum, diare disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit pada saluran cerna. Namun, bila terjadi secara persisten, diare bisa saja menjadi salah satu tanda dari kondisi tertentu yang berkaitan dengan gangguan sistem pencernaan, di antaranya sebagai berikut:
1. Intoleransi Laktosa
Salah satu penyebab diare persisten adalah intoleransi laktosa. Kondisi ini merupakan salah satu jenis malabsorpsi yang ditandai dengan ketidakmampuan usus untuk mencerna laktosa akibat tidak adanya enzim laktase yang cukup.
Laktosa yang tidak tercerna akan membuat usus besar mengeluarkan lebih banyak air agar laktosa dapat didorong ke luar usus. Selain itu, produksi gas juga akan meningkat akibat hasil dari fermentasi bakteri pada usus sehingga akan terjadi rasa nyeri pada perut dan juga diare.
2. Penyakit Celiac
Penyakit celiac adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sistem pencernaan ketika ada gluten (protein yang biasanya ditemukan pada gandum) yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh tersebut salah mengartikan gluten sebagai zat berbahaya bagi tubuh sehingga harus dilawan.
Seiring waktu, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan usus halus dan mengganggu proses penyerapan zat gizi, kondisi ini disebut juga dengan malabsorpsi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kadar air pada usus meningkat sehingga terjadi diare yang cair hingga berminyak. Selain diare persisten, penyakit celiac juga dapat menyebabkan anemia, kelelahan, hingga menurunnya berat badan.
3. Penyakit Crohn
Penyebab diare persisten berikutnya adalah penyakit Crohn. Kondisi ini disebabkan oleh adanya peradangan di dalam sistem pencernaan, mulai dari usus sampai anus. Dalam kondisi tersebut, usus tidak dapat menyerap seluruh cairan ke dalam tubuh sehingga kadar air di dalam feses lebih banyak dan membuat feses menjadi encer. Konsistensi feses yang cair tersebut akan melewati usus besar secara lebih cepat sehingga frekuensi buang air besar pun menjadi lebih sering.
4. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS) juga bisa menjadi salah satu penyebab diare persisten. IBS adalah gangguan pencernaan yang disebabkan oleh adanya masalah pada fungsi usus. Pada kondisi normal, otot usus besar seharusnya berkontraksi untuk menyerap air, membuat feses lebih lunak, lalu mendorong feses keluar.
Namun, pada penderita IBS, otot usus besar dapat berkontraksi terlalu sering dan berjalan cepat atau terlalu lambat. Saat kontraksi terjadi terlalu cepat, hal tersebut dapat memicu terjadinya diare.
IBS sering kali dikaitkan dengan penyakit lain atau kondisi medis yang mendasarinya, misalnya sistem imun yang tidak baik, ketidakseimbangan bakteri di usus, keracunan makanan, serta memiliki riwayat depresi atau kecemasan.
5. Efek Samping Antibiotik
Diare persisten tidak hanya disebabkan oleh penyakit tertentu, namun juga dapat dipicu oleh efek samping antibiotik. Diare akibat antibiotik atau antibiotic-associated diarrhea terjadi ketika jumlah bakteri baik di dalam usus tidak seimbang.
Pada dasarnya, fungsi antibiotik adalah melawan bakteri yang menyebabkan penyakit. Namun, pada kasus ini, obat tersebut tidak dapat membedakan bakteri jahat dan bakteri baik sehingga memicu ketidakseimbangan bakteri yang mengakibatkan diare.
Gejala Diare Persisten
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gejala utama diare persisten adalah diare yang berlangsung selama 2–4 minggu. Penting untuk mengenali gejala persisten karena kondisi ini perlu segera disadari dan mendapatkan perawatan yang tepat. Adapun gejala-gejala tersebut, di antaranya:
-
Nyeri dan kram perut.
-
Mual.
-
Feses keluar dalam jumlah banyak.
-
Feses lebih cair dan lembek.
-
Inkontinensia alvi (ketidakmampuan mengendalikan keinginan untuk buang air besar atau defekasi sehingga feses dapat keluar tanpa disengaja).
Cara Mengobati Diare Persisten
Langkah utama dalam mengobati diare persisten adalah mengunjungi dokter. Setelah pasien menjabarkan keluhannya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan guna mencari tahu penyebab yang mendasari diare pada pasien. Dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan dan obat-obatan yang telah pasien konsumsi.
Selanjutnya, doktr akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada bagian abdomen (perut pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, pemeriksaan feses (tinja), serta kolonoskopi.
Setelah memastikan penyebab diare persisten, selanjutnya dokter akan memberikan obat-obatan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Adapun beberapa jenis obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi diare persisten adalah:
-
Obat antibiotik, diberikan bila diare disebabkan oleh infeksi.
-
Obat antidiare.
-
Probiotik, untuk mengembalikan keseimbangan bakteri di dalam usus.
-
Suplementasi zink, untuk mencegah komplikasi dari diare terutama pada balita yang diberikan selama 10 hari berturut-turut.
Selain itu, dokter biasanya juga menyarankan pasien untuk menghindari makanan yang dapat memicu munculnya gejala, seperti makanan yang mengandung gluten bagi penderita penyakit celiac atau makanan yang mengandung laktosa bagi penderita intoleransi laktosa. Dokter juga dapat menyarankan pasien untuk mengelola stres atau kecemasan pada penderita IBS.
Diare persisten sebaiknya tidak disepelekan. Untuk itu, bila Anda mengalami diare lebih dari 2 minggu dan tak kunjung membaik, Anda bisa mengonsultasikan kepada Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda.
Menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat penting agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar. Untuk mewujudkan hal tersebut, Anda dapat melakukan medical check up secara rutin menggunakan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap di Siloam Hospitals. Paket pemeriksaan tersebut bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Sistem Pencernaan Basic
Skrining Lite
6 Service/Item
Rp1.250.000
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
TERPOPULER
Feme Faeces / Feses Lengkap
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp144.900
TERPOPULER
Routine Faeces / Feses Rutin
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp112.500
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300







