Kenali Penyebab NAFLD (Nonalcoholic Fatty Liver Disease)
Kesehatan Tubuh

Kenali Penyebab NAFLD (Nonalcoholic Fatty Liver Disease)

20 Mei 2025 3 menit waktu baca
nafld adalah

Nonalcoholic fatty liver disease atau NAFLD adalah salah satu jenis penyakit perlemakan hati (fatty liver) yang tidak berhubungan dengan konsumsi alkohol. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, NAFLD dapat menyebabkan komplikasi, misalnya sirosis atau kerusakan hati kronis. Lantas, apa penyebab NAFLD? Bagaimana cara mengobatinya? Simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu NAFLD (Nonalcoholic Fatty Liver Disease)?

 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, NAFLD adalah penyakit perlemakan hati (fatty liver) yang dialami oleh orang-orang yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi alkohol. Kondisi ini terjadi ketika terlalu banyak lemak yang menumpuk pada organ hati.

 

NAFLD adalah salah satu penyakit hati yang umum terjadi di seluruh dunia. Kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih parah, yaitu NASH (nonalcoholic steatohepatitis). NASH ditandai dengan pembengkakan dan kerusakan awal jaringan hati. Jika tidak ditangani, NASH dapat semakin memburuk dan menjadi sirosis atau kerusakan hati kronis.

 

Penyebab NAFLD

 

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab langsung NAFLD. Namun, beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko NAFLD adalah genetik, pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi sistem pencernaan. Selain itu, beberapa kondisi kesehatan tertentu juga dapat menjadi faktor risiko NAFLD, di antaranya:

 

 

Gejala NAFLD

 

Nonalcoholic fatty liver disease atau NAFLD tidak menimbulkan gejala apa pun pada mayoritas penderita, terutama di tahap awal timbulnya penyakit. Tetapi, sebagian penderita NAFLD dapat mengalami gejala sebagai berikut:

 

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di area perut kanan atas.

  • Cepat lelah.

  • Tidak enak badan.

 

Ketika NAFLD sudah berkembang menjadi NASH atau sirosis, gejala yang dialami penderita akan lebih berat. Beberapa gejala yang mungkin dialami tergantung dengan derajat keparahan penyakit, di antaranya:

 

  • Pembengkakan perut (asites).

  • Mual dan muntah.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Gatal-gatal.

  • Pembuluh darah di bawah permukaan kulit tampak seperti laba-laba.

  • Pembengkakan pada kaki.

  • Pembesaran limpa.

  • Sesak napas.

  • Penyakit kuning (jaundice).

 

Diagnosis NAFLD

 

NAFLD adalah suatu kondisi yang biasanya tidak menimbulkan gejala. Mayoritas penderita NAFLD terdiagnosis saat penderitanya melakukan medical check up, atau ketika sedang melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui fungsi hati.

 

Bila dokter mencurigai seseorang mengalami NAFLD, dokter akan merencanakan pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis, serta melihat seberapa besar kerusakan yang terjadi pada hati. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:

 

  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini meliputi:

    • Pemeriksaan enzim hati dan fungsi hati.

    • Pemeriksaan darah lengkap.

    • Kadar lemak darah.

    • Tes virus hepatitis.

    • Pemeriksaan kadar zat besi.

    • Gula darah puasa.

    • Hemoglobin A1C.

  • Tes pencitraan, yang meliputi:

    • USG perut.

    • MRI atau CT scan.

    • Transient elastography (USG untuk mengukur kekakuan hati).

    • Magnetic resonance elastography (MRI untuk mengukur area kekakuan hati).

  • Biopsi hati, yaitu mengambil sampel jaringan hati untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

 

Cara Mengobati NAFLD

 

Pengobatan awal untuk NAFLD adalah modifikasi gaya hidup. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, tidur cukup, dan berolahraga secara rutin. Untuk pasien overweight atau obesitas, menurunkan berat badan dapat membantu memperbaiki kondisi NAFLD.

 

Selain itu, dokter biasanya juga meresepkan obat-obatan pada pasien dengan kondisi tertentu, misalnya obat yang dapat membantu mengurangi jumlah lemak yang menumpuk di hati. Tetapi, jika sudah timbul komplikasi kerusakan atau sirosis hati, prosedur transplantasi hati mungkin dapat dipertimbangkan.

 

Komplikasi NAFLD

 

Komplikasi utama NAFLD adalah NASH, yang jika terus dibiarkan dapat menjadi sirosis hati. Ketika terjadi peradangan karena NAFLD atau NASH, hati akan mencoba menghentikan peradangan dan membentuk jaringan parut yang disebut sebagai fibrosis. Jaringan parut tersebut akan membuat hati semakin kaku. Jika terus berlanjut, kekakuan dapat menyebar ke lebih banyak jaringan hati, sehingga merusak fungsi hati (sirosis).

 

Jika sudah mengalami sirosis, beberapa komplikasi yang bisa terjadi adalah:

 

  • Penumpukan cairan di area perut (asites).

  • Pembengkakan pembuluh darah vena di kerongkongan (varises esofagus), yang bisa pecah dan berdarah.

  • Ensefalopati hepatik, yaitu penurunan kesadaran yang ditandai dengan kebingungan, mengantuk, dan berbicara cadel.

  • Kanker hati.

  • Gagal hati, yaitu ketika hati berhenti bekerja.

 

Mengingat tahap awal kondisi ini jarang menimbulkan gejala, akan lebih baik bila Anda melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi hati, guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika ingin melakukan konsultasi lebih lanjut terkait NAFLD, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals.

 

Lebih lanjut, bagi Anda yang ingin melakukan pemeriksaan organ hati, Siloam Hospitals menyediakan paket medical check up Tes Fungsi Hati. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada organ hati lebih dini.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail