Apa Itu Nefrologi? Ini Jenis Penyakit & Dokter yang Menangani
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Nefrologi? Ini Jenis Penyakit & Dokter yang Menangani

12 Maret 2026 5 menit waktu baca
nefrologi adalah

Nefrologi adalah cabang ilmu kedokteran dan subspesialisasi ilmu penyakit dalam yang mempelajari fungsi, struktur, hingga penyakit yang berkaitan dengan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit ginjal tersebut meliputi gangguan ginjal akut, infeksi pada ginjal, gagal ginjal kronis, dan sebagainya.

 

Dokter yang mendalami cabang ilmu nefrologi pada pasien dewasa memiliki gelar Sp.PD-KGH (spesialis penyakit dalam subspesialis ginjal hipertensi). Sementara itu, dokter yang menangani pasien anak-anak memiliki gelar Sp.A(K) Nefrologi (spesialis anak subspesialis nefrologi). Mari ketahui lebih lanjut apa itu nefrologi melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Nefrologi?

 

Nefrologi adalah cabang subspesialisasi ilmu penyakit dalam dan ilmu kesehatan anak yang khusus mempelajari diagnosis, pemeriksaan, pengobatan, serta manajemen penyakit yang berkaitan dengan fungsi ginjal. Ginjal adalah organ vital pada tubuh yang menyaring hasil metabolisme tubuh dalam darah. Artinya, masalah kecil pada ginjal dapat berdampak besar terhadap kesehatan seseorang.

 

Tidak hanya sebatas itu, ginjal juga berperan dalam:

 

  • Menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

  • Mengatur produksi sel darah merah.

  • Menyaring dan membuang limbah atau sisa-sisa produk dari tubuh.

  • Mengontrol tekanan darah dan kadar garam di dalam tubuh.

  • Mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi.

  • Menjaga keseimbangan asam-basa darah.

  • Menjaga kadar elektrolit dan mineral.

 

Penyakit yang Termasuk dalam Lingkup Cabang Subspesialisasi Nefrologi

 

Adapun beberapa penyakit yang termasuk dalam lingkup cabang subspesialisasi nefrologi adalah sebagai berikut:

 

  • Gangguan pada glomerulus (unit penyaringan utama dalam ginjal) yang memengaruhi sistem penyaringan darah dan pembuangan limbah. Misalnya, penyakit glomerulonefritis (peradangan pada glomerulus).

  • Kelainan pada urine, misalnya hematuria (adanya darah di dalam urine).

  • Infeksi ginjal yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

  • Batu ginjal (endapan mineral dan garam yang mengeras menjadi batu di dalam ginjal).

  • Gagal ginjal akut dan kronis.

  • Penyakit ginjal polikistik (terbentuknya banyak kista di dalam ginjal).

  • Kanker ginjal, kanker kandung kemih, dan kanker uretra.

  • Sindrom uremik hemolitik.

  • Stenosis arteri ginjal (penyempitan pembuluh darah arteri yang menuju ginjal).

  • Sindrom nefrotik (kondisi ketika terjadi kerusakan pada ginjal yang menyebabkan kandungan protein dalam urine meningkat).

  • Penyakit ginjal stadium akhir.

  • Efek samping dari obat-obatan tertentu atau racun, sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal.

  • Penyakit yang menyerang pembuluh darah ginjal.

  • Dampak penyakit diabetes dan hipertensi terhadap ginjal.

  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan vaskulitis autoimun.

  • Komplikasi dari prosedur dialisis.

  • Hidronefrosis (pembengkakan pada salah satu atau kedua ginjal akibat penumpukan urine yang tidak dapat mengalir keluar dari tubuh).

 

Dokter yang Menangani Masalah Nefrologi

 

Dokter dengan subspesialisasi nefrologi dapat dibedakan berdasarkan usia pasien yang ditangani, yaitu orang dewasa (usia di atas 18 tahun) dan anak-anak (usia 0–18 tahun). Gelar dokter dengan subspesialis nefrologi yang menangani pasien dewasa adalah Sp.PD-KGH dan untuk pasien anak-anak adalah Sp.A(K) Nefrologi.

 

Dokter dengan gelar Sp.PD-KGH yang menangani pasien dewasa perlu menyelesaikan pendidikan spesialis ilmu penyakit dalam terlebih dahulu untuk dapat melanjutkan ke pendidikan subspesialis ginjal hipertensi. Sementara itu, dokter dengan gelar Sp.A(K) Nefrologi perlu menuntaskan pendidikan spesialis ilmu kesehatan anak (pediatri) terlebih dahulu untuk dapat melanjutkan pendidikan subspesialis nefrologi.

 

Prosedur Medis yang Dapat Dilakukan oleh Dokter Subspesialis Nefrologi

 

Guna membantu menegakkan diagnosis serta memberikan penanganan yang tepat terkait permasalahan ginjal, beberapa pemeriksaan penunjang dan pengobatan yang biasanya dilakukan oleh dokter Sp.PD-KGH dan Sp.A(K) Nefrologi adalah sebagai berikut:

 

A. Pemeriksaan

 

Terdapat dua jenis tes laboratorium yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengevaluasi fungsi ginjal, di antaranya:

 

  • Tes darah: Pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (GFR), nitrogen urea darah (BUN), dan serum kreatinin.

  • Tes urine: Pemeriksaan urinalisis, rasio albumin/kreatinin (ACR), creatinine clearance test, dan pemeriksaan urine tampung 24 jam.

  • Tes pencitraan: Digunakan untuk mengetahui kondisi ginjal dengan USG, CT scan, atau foto rontgen KUB (untuk melihat kondisi ginjal, ureter, dan kandung kemih).

  • Biopsi ginjal: Mengambil sampel jaringan ginjal untuk diperiksa di laboratorium.

 

B. Pengobatan

 

Selain melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis kondisi ginjal, dokter Sp.PD-KGH dan Sp.A(K) Nefrologi juga dapat menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien penyakit ginjal. Beberapa prosedur pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter Sp.PD-KGH dan Sp.A(K) Nefrologi adalah sebagai berikut:

 

  • Dialisis: Prosedur cuci darah yang digunakan sebagai terapi untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bekerja dengan optimal dalam membuang zat sisa metabolisme keluar tubuh. Terdapat dua metode dialisis, yaitu hemodialisis dan continuous ambulatory peritoneal dialysis.

  • Transplantasi ginjal: Prosedur pembedahan untuk menggantikan ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan ginjal sehat dari pendonor. Prosedur transplantasi ini biasanya melibatkan kerja sama dokter subspesialis nefrologi dengan dokter bedah transplantasi.

  • Terapi konservatif: Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal tanpa transplantasi ginjal maupun dialisis. Selama terapi ini, dokter akan menganjurkan penerapan gaya hidup sehat, mengonsumsi obat-obatan secara teratur, dan menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang untuk mengendalikan atau mencegah perburukan penyakit ginjal.

 

Kapan Perlu Mengunjungi Dokter Subspesialis Nefrologi?

 

Gejala penyakit ginjal sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Pasalnya, penyakit ginjal jarang menunjukkan gejala secara spesifik hingga fungsi ginjal mulai menurun. Segera kunjungi dokter Sp.PD-KGH atau Sp.A(K) Nefrologi jika mengalami beberapa gejala yang mengarah pada penyakit ginjal stadium awal, seperti:

 

  • Mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan merasa kekurangan energi sepanjang waktu yang terjadi karena penumpukan racun serta kotoran dalam darah.

  • Sering buang air kecil, terlebih saat malam hari.

  • Kulit menjadi kering dan gatal karena ginjal tidak dapat menjaga keseimbangan mineral dalam darah.

  • Kesulitan tidur.

  • Urine berbusa yang menandakan adanya kelebihan protein dalam urine.

  • Urine berdarah (hematuria).

  • Nyeri pada pinggang bagian belakang yang merupakan lokasi tempat ginjal berada.

  • Kehilangan nafsu makan karena gejala mual yang disebabkan oleh penumpukan zat sisa dalam aliran darah.

  • Pembengkakan (edema) pada lengan dan kaki.

 

Adapun beberapa kelompok orang yang berisiko lebih tinggi mengalami penyakit ginjal dan disarankan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin adalah:

 

  • Penderita penyakit jantung.

  • Penderita diabetes.

  • Penderita tekanan darah tinggi.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan ginjal.

 

Itulah informasi seputar cabang ilmu kedokteran nefrologi yang perlu Anda pahami. Ginjal merupakan salah satu organ vital di dalam tubuh sehingga kesehatannya pun perlu diperhatikan dan dijaga. Maka dari itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ginjal secara berkala sebagai bentuk deteksi dini penyakit ginjal. Dalam hal ini, Anda dapat memesan paket Skrining Ginjal melalui aplikasi MySiloam.

 

Anda juga dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat, terutama jika mengalami keluhan yang mengarah pada kondisi ginjal, seperti perubahan frekuensi buang air kecil, urine berbusa, disertai nyeri pada pinggang yang tak kunjung membaik.

 

Gunakan pula aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail