Osteofit - Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Osteofit - Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pengobatan

16 Oktober 2025 5 menit waktu baca
osteofit adalah

Bone spur atau yang lebih dikenal sebagai osteofit adalah tonjolan tulang yang muncul di sekitar persendian. Meskipun pada awalnya tidak menimbulkan gejala yang signifikan, osteofit dapat membuat penderitanya kesulitan beraktivitas dan menyebabkan sejumlah masalah kesehatan tertentu jika tidak dikelola dengan baik. 

 

Lantas, apakah osteofit berbahaya? Dan apakah osteofit bisa disembuhkan? Mari pahami apa itu osteofit, termasuk gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, komplikasi, hingga pengobatan dan pencegahannya di bawah ini.

 

Apa itu Osteofit?

 

Osteofit adalah pertumbuhan abnormal pada tepi tulang yang biasanya terjadi sebagai respons terhadap tekanan berulang pada tulang. Biasanya, osteofit muncul di sekitar tulang yang dekat dengan sendi yang mengalami kekakuan dan nyeri (osteoartritis). Meski bisa muncul di bagian tulang mana pun, beberapa jenis tulang yang sering mengalami osteofit adalah:

 

  • Kaki, terutama di bagian tumit, jempol kaki, atau pergelangan kaki.

  • Tangan atau jari tangan.

  • Bahu.

  • Leher.

  • Lutut.

  • Daerah tulang belakang.

  • Bagian bawah punggung.

 

Osteofit lebih sering ditemukan pada orang berusia di atas 60 tahun, namun juga bisa dialami oleh kelompok usia yang lebih muda akibat cedera atau kondisi kesehatan tertentu.

 

Kondisi ini umumnya tidak menyebabkan risiko serius, kecuali jika terjadi tekanan pada saraf. Jika seseorang mengalami gejala penekanan pada saraf, pengobatan akan diperlukan untuk mencegah potensi komplikasi yang signifikan.

 

Gejala Osteofit

 

Osteofit biasanya tidak menunjukkan gejala, kecuali jika pertumbuhannya menyebabkan gesekan pada tulang atau struktur lain, membatasi gerakan, atau menekan saraf terdekat. Meski demikian, dilihat dari lokasinya, secara umum gejala osteofit dapat meliputi:

 

  • Lutut: Nyeri saat menekuk atau meluruskan kaki.

  • Jari tangan dan jari kaki: Benjolan tulang, kapalan, atau kalus.

  • Tulang belakang: Nyeri dan kekakuan di punggung.

  • Pinggang: Nyeri yang menyebabkan pergerakan pinggang menjadi terbatas.

  • Leher: Jika terjadi tekanan pada saraf, gejala nyeri, kesemutan, dan mati rasa di lengan dapat terjadi.

  • Bahu: Pembatasan gerakan, pembengkakan, dan nyeri terkait dengan tendonitis atau cedera sendi rotator.

 

Penyebab Osteofit

 

Osteofit biasanya terjadi sebagai respons tubuh terhadap tekanan berlebih pada tulang. Perlu diketahui, penyebab paling umum dari osteofit adalah osteoartritis. Selain itu,  beberapa kondisi yang dapat menyebabkan osteofit juga termasuk:

 

 

Faktor Risiko Osteofit

 

Osteofit dapat dialami oleh siapa saja. Meski begitu, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami osteofit, yaitu:

 

  • Genetik.

  • Obesitas. 

  • Sering mengalami cedera sendi.

  • Berusia di atas 60 tahun.

  • Kebiasaan berdiri atau duduk yang buruk.

  • Mengalami kelainan tulang, seperti skoliosis.

 

Diagnosis Osteofit

 

Dalam proses diagnosis osteofit, pertama-tama, dokter akan melakukan wawancara dengan pasien untuk menilai riwayat kesehatan dan gejala terkait. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area yang mengalami gejala, dengan fokus pada pergerakan sendi dan kekuatan otot.

 

Adapun beberapa tes pemindaian yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis osteofit adalah:

 

  • Sinar-X, untuk melihat kondisi tulang dan artritis pada sendi. 

  • MRI, untuk memeriksa ligamen dan tendon dengan lebih rinci.

  • CT scan, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tulang, sendi, atau jaringan lain yang terkena osteofit.

  • Myelogram, untuk melihat gangguan di ruas tulang belakang (ditujukan bagi pasien yang tidak bisa menjalani prosedur MRI).

 

Komplikasi Osteofit

 

Pertumbuhan osteofit pada tulang belakang diketahui berpotensi mengakibatkan myelopathy, yaitu sebuah kondisi yang merujuk pada cedera pada saraf tulang belakang. Sementara itu, beberapa gejala yang mungkin dialami penderita myelopathy akibat osteofit adalah:

 

  • Kesulitan berjalan.

  • Sensasi mati rasa atau kesemutan.

  • Ketidakseimbangan dan koordinasi tubuh terganggu.

  • Kesulitan mengontrol buang air kecil dan buang air besar.

  • Nyeri pada kaki, leher, lengan, atau pinggang.

 

Gejala myelopathy dapat beragam pada setiap orang tergantung pada area saraf tulang belakang yang terdampak.

 

Pencegahan Osteofit

 

Meskipun tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya, beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko pengembangan osteofit adalah:

 

  • Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi risiko arthritis.

  • Hindari aktivitas yang memberi beban berlebihan pada satu sendi.

  • Konsumsi makanan kaya vitamin, mineral, terutama kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

  • Mencukupi kebutuhan cairan untuk menjaga kesehatan cakram tulang belakang dan sendi.

  • Lakukan aktivitas fisik rutin untuk menjaga kekuatan tulang dan otot di sekitar sendi.

  • Batasi olahraga intensitas tinggi yang dapat menyebabkan iritasi dan luka pada tulang.

  • Kenakan sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki untuk mendukung kesehatan sendi.

  • Menjaga atau memperbaiki postur tubuh saat berdiri atau duduk untuk menjaga tulang belakang.

 

Pengobatan Osteofit

 

Pengobatan osteofit dapat melibatkan berbagai pendekatan, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi kondisi tersebut. Secara umum, beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengobati osteofit adalah: 

 

1. Obat-obatan

 

Pengobatan farmakologis dapat melibatkan pemberian obat-obatan untuk mengurangi gejala peradangan yang dialami pasien. Jenis obat yang mungkin diresepkan oleh dokter termasuk paracetamol, ibuprofen, naproxen, atau bahkan injeksi kortikosteroid secara langsung ke sendi yang mengalami peradangan.

 

2. Fisioterapi

 

Fisioterapi atau terapi fisik juga merupakan alternatif pengobatan yang berfokus untuk memulihkan kekuatan otot dan meningkatkan kemampuan gerak di sekitar sendi yang terkena gangguan. Proses ini dapat mencakup serangkaian latihan peregangan otot, teknik pemijatan, serta penggunaan kompres hangat atau dingin untuk meredakan rasa nyeri.

 

3. Operasi

 

Tindakan operasi dapat dipertimbangkan jika osteofit telah mengakibatkan penekanan saraf dan menyebabkan nyeri hebat yang membatasi gerak tubuh. Prosedur operasi ini umumnya dilakukan untuk menangani kasus osteofit yang menyebabkan gangguan pada lutut, pinggang, atau bagian tubuh lain yang mengalami keterbatasan gerakan. 

 

Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengangkat osteofit, memperbaiki kondisi penekanan saraf, atau mengatasi keterbatasan gerakan akibat osteofit . Penting untuk diingat bahwa pengobatan alternatif yang tidak teruji secara ilmiah dan dilakukan tanpa pengawasan dari dokter berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada jaringan tulang.  

 

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengeluhkan gejala di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang sesuai, seperti terapi fisik, obat-obatan, atau tindakan pembedahan jika diperlukan.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Fisioterapi yang bisa diakses dari rumah Anda melalui layanan Siloam at Home. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Paket Fisioterapi di rumah tersedia untuk semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. 

 

Paket Fisioterapi dapat dipesan dengan mudah melalui aplikasi MySiloam. Dengan MySiloam, Anda dapat mengakses beragam layanan kesehatan lainnya. Unduh MySiloam sekarang dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail