Kesehatan Tubuh
Perforasi Gastrointestinal - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Perforasi gastrointestinal adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan perawatan medis sesegera mungkin. Pasalnya, kondisi ini terjadi ketika terdapat lubang di lambung, usus halus, atau usus besar. Tindakan pembedahan diperlukan untuk menutup lubang tersebut agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut dan sistem pencernaan penderitanya dapat kembali normal. Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Perforasi Gastrointestinal?
Perforasi gastrointestinal (gastrointestinal perforation) adalah terbentuknya lubang di saluran pencernaan. Sebagai informasi, saluran pencernaan merupakan organ berongga yang berfungsi untuk mengolah makanan dan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Organ ini juga membantu mencerna makanan dan minuman tersebut, serta menyerap nutrisinya. Organ-organ di saluran pencernaan meliputi:
-
Lambung.
-
Usus halus.
-
Usus besar.
Terbentuknya lubang di saluran pencernaan, misalnya di usus, dapat menyebabkan saluran pencernaan kehilangan kontinuitas. Hal tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama bila makanan yang dicerna atau feses bocor keluar ke rongga abdomen atau perut melalui perforasi (lubang) tersebut.
Penyebab Perforasi Gastrointestinal
Penyebab perforasi gastrointestinal bisa berbeda-beda. Namun, salah satu yang paling umum adalah adanya trauma atau kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan saluran pencernaan. Sejumlah faktor yang dapat menyebabkan cedera atau trauma sehingga menciptakan lubang pada saluran pencernaan adalah sebagai berikut:
-
Tidak sengaja menelan benda atau zat berbahaya, seperti baterai, bahan kimia korosif, magnet, atau benda tajam yang dapat merobek dinding kerongkongan, lambung, dan usus.
-
Impaksi usus: Penumpukan tinja dalam jumlah besar di dalam usus besar yang tersangkut atau sulit keluar.
-
Luka akibat peristiwa traumatis, misalnya kecelakaan mobil.
-
Luka akibat tusukan pisau atau luka tembak di bagian perut.
-
Prosedur medis. Perforasi bisa menjadi salah satu komplikasi yang terjadi akibat operasi atau tindakan medis lainnya pada saluran gastrointestinal, misalnya kolonoskopi. Namun, kondisi ini cukup jarang terjadi.
Sementara itu, beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan terjadinya gastrointestinal perforation adalah sebagai berikut:
-
Kanker yang memengaruhi sistem pencernaan, seperti kanker kolorektal.
-
Obstruksi usus.
-
Penyakit radang usus, termasuk kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.
-
Penyakit tukak lambung.
Gejala Perforasi Gastrointestinal
Perforasi gastrointestinal cenderung tidak menunjukkan gejala yang jelas di tahap awal sehingga sering kali tidak disadari. Biasanya, gejala akan muncul secara bertahap dan semakin lama semakin jelas. Secara umum, beberapa gejala gastrointestinal perforasi adalah sebagai berikut:
-
Sakit perut hebat.
-
Menggigil.
-
Demam.
-
Mual dan muntah.
-
Kelelahan.
-
Buang air kecil, tinja, atau gas lebih sedikit.
-
Detak jantung cepat.
-
Perut kembung.
-
Pusing.
Jika seseorang mengalami gastrointestinal perforation sekaligus peritonitis, bagian perutnya akan terasa sangat nyeri. Kondisi ini bisa semakin memburuk jika seseorang menyentuh area tersebut atau saat bergerak. Perut juga cenderung lebih menonjol dan terasa keras seperti papan.
Diagnosis Perforasi Gastrointestinal
Untuk mendiagnosis perforasi gastrointestinal, dokter biasanya akan melakukan rontgen abdomen (perut) 3 posisi. Kemudian, dokter juga dapat melakukan CT scan atau upper endoscopy untuk melihat lokasi perforasi secara lebih jelas. Bersamaan dengan tes tersebut, dokter juga akan meminta pasien menjalani pemeriksaan laboratorium untuk:
-
Mencari tanda-tanda infeksi, seperti jumlah sel darah putih yang tinggi.
-
Mengevaluasi kadar hemoglobin melalui cek darah yang dapat mengindikasikan apakah terdapat tanda-tanda pasien kehilangan banyak darah.
-
Mengevaluasi keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
-
Mengevaluasi kadar asam dalam darah.
-
Menilai fungsi hati.
-
Menilai fungsi ginjal.
Cara Mengatasi Perforasi Gastrointestinal
Perforasi gastrointestinal adalah suatu kondisi yang membutuhkan pembedahan darurat. Metode operasi yang digunakan bisa berbeda-beda dan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan serta lokasi perforasi. Adapun beberapa metode operasi untuk mengatasi perforasi gastrointestinal, di antaranya:
-
Endoskopi: Prosedur ini menggunakan alat berupa tabung fleksibel dengan kamera di ujungnya (endoskop) untuk memandu instrumen operasi masuk ke dalam saluran pencernaan. Endoskopi umumnya tidak memerlukan sayatan.
-
Laparoskopi: Prosedur minimal invasif ini juga melibatkan penggunaan kamera untuk melihat bagian dalam perut. Dokter akan membuat sayatan kecil guna memasukkan instrumen laparoskopi.
-
Pembedahan terbuka: Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan yang lebar di perut untuk melakukan tindakan penutupan perforasi.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perforasi gastrointestinal adalah kondisi darurat medis sehingga memerlukan penanganan dengan cepat. Bila tidak, pasien bisa mengalami sejumlah komplikasi serius, seperti perdarahan internal, peritonitis, kerusakan permanen pada saluran pencernaan, dan sepsis. Oleh sebab itu, jika Anda atau kerabat mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada gangguan sistem pencernaan ini, segera kunjungi Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam tepercaya.
Selain itu, bagi Anda yang ingin melakukan pemeriksaan sistem pencernaan secara rutin, Anda bisa memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap yang juga tersedia di Siloam Hospitals. Gunakan aplikasi MySiloam untuk melakukan pemesanan sekaligus melihat hasil pemeriksaan secara praktis.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini







