Spondylolisthesis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Spondylolisthesis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

09 Oktober 2025 4 menit waktu baca
spondylolisthesis adalah

Spondilolistesis atau spondylolisthesis adalah kondisi pergeseran tulang belakang dari posisi normalnya. Pada umumnya, spondilolistesis dapat membuat penderitanya merasakan nyeri yang tak tertahankan. Bahkan apabila tidak segera ditangani dengan tepat, spondylolisthesis dapat menyebabkan kelumpuhan. 

 

Sebenarnya, apa saja faktor risiko yang dapat memicu terjadinya spondylolisthesis dan bagaimana cara mengobatinya? Mari simak informasi lebih lanjut tentang spondylolisthesis melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Spondylolisthesis?

 

Spondylolisthesis adalah kondisi ketika satu atau beberapa ruas tulang belakang (vertebra) keluar atau bergeser dari posisi normalnya. Spondylolisthesis dapat terjadi di mana saja dari bagian tulang belakang, mulai dari servikal, torakal, lumbar, hingga sacrum.

 

Dalam kasus ringan, spondylolisthesis umumnya tidak menyebabkan gejala atau keluhan apa pun, namun tetap ada potensi munculnya rasa nyeri. Terlepas dari hal tersebut, kondisi ini perlu segera ditangani karena dapat memicu sejumlah komplikasi, seperti kelumpuhan, saraf terjepit, dan penyempitan ruas tulang belakang (stenosis spinal).

 

Penyebab Spondylolisthesis

 

Spondylolisthesis adalah suatu gangguan tulang belakang yang dapat dialami oleh siapa pun, mulai dari anak-anak hingga lansia. Adapun beberapa hal yang diketahui bisa menjadi penyebab spondylolisthesis adalah:

 

  • Kelainan bawaan atau cacat lahir di tulang belakang.

  • Riwayat keluarga yang menderita spondylolisthesis.

  • Cedera tulang belakang yang terjadi secara tiba-tiba atau berulang.

  • Radang sendi.

  • Mengidap penyakit degeneratif, seperti arthritis.

  • Mengidap penyakit tertentu, seperti gangguan autoimun, tumor, dan TB tulang belakang.

  • Melakukan olahraga yang memberikan banyak tekanan berlebih pada tulang belakang.

 

Jenis-Jenis Spondylolisthesis

 

Dilihat dari penyebabnya, spondylolisthesis dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Spondylolisthesis kongenital: Terjadi ketika tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan sempurna sebelum lahir.

  • Spondylolisthesis isthmic: Terjadi pada penderita yang memiliki riwayat masalah tulang belakang di masa lalu.

  • Spondylolisthesis degeneratif: Terjadi karena faktor usia dan merupakan jenis spondylolisthesis yang paling umum.

  • Spondylolisthesis traumatis: Tulang belakang bergeser yang diakibatkan oleh cedera.

  • Spondylolisthesis patologis: Terjadi akibat penyakit tertentu, seperti tumor dan osteoporosis.

  • Spondylolisthesis pascabedah: Terjadi akibat operasi tulang belakang. 

 

Gejala Spondylolisthesis

 

Spondylolisthesis sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena jarang menimbulkan gejala yang spesifik. Namun, dalam kasus yang parah, gejala spondylolisthesis biasanya dapat berupa:

 

  • Kesemutan atau mati rasa dari punggung sampai kaki.

  • Punggung kaku.

  • Nyeri punggung bawah, yang dapat menjalar hingga ke pinggul, bokong, dan jari-jari kaki.

  • Nyeri paha.

  • Otot bokong yang terasa tegang.

  • Kaki terasa lemah dan lemas.

  • Tulang belakang melengkung sehingga postur tubuh terlihat bengkok ke belakang secara abnormal (kifosis).

  • Kesulitan berjalan atau berdiri dalam waktu lama.

 

Faktor Risiko Spondylolisthesis

 

Beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami spondylolisthesis adalah:

 

  • Faktor genetik.

  • Berprofesi sebagai atlet.

  • Berjenis kelamin wanita.

  • Lansia berisiko lebih tinggi untuk mengalami spondylolisthesis.

 

Diagnosis Spondylolisthesis

 

Sebelum menegakkan diagnosis spondylolisthesis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala, riwayat kesehatan, serta cedera yang mungkin dialami pasien. Kemudian, dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik yang meliputi:

 

  • Memeriksa area tulang yang menimbulkan rasa nyeri.

  • Memeriksa ada atau tidaknya kejang otot.

  • Mengamati postur tubuh dan gaya berjalan pasien.

  • Memeriksa apakah pasien memiliki rentang gerak yang terbatas atau tidak.

 

Setelah itu, akan dilakukan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk membantu penegakan diagnosis. Adapun tes pencitraan yang dapat membantu menegakkan diagnosis spondylolisthesis adalah sebagai berikut:

 

  • CT scan atau MRI.

  • Foto rontgen atau sinar-X, untuk mendeteksi pergeseran dan melihat kondisi tulang belakang secara keseluruhan.

 

Komplikasi Spondylolisthesis

 

Seperti yang telah disinggung, kondisi spondylolisthesis yang tidak kunjung ditangani dengan tepat dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius. Adapun komplikasi yang berkaitan dengan spondylolisthesis adalah:

 

  • Buang air kecil dan buang air besar yang tidak terkontrol.

  • Nyeri punggung bawah yang berkepanjangan.

  • Cedera permanen pada saraf tulang belakang.

  • Kelumpuhan di kaki.

 

Pengobatan Spondylolisthesis

 

Pengobatan spondylolisthesis didasarkan pada tingkat keparahan dan gejala yang dialami pasien. Berikut penjelasannya.

 

1. Spondylolisthesis Ringan

 

Pasien dengan gejala spondylolisthesis ringan disarankan untuk menghindari aktivitas tertentu, seperti mengangkat benda berat dan membungkuk, serta memperbanyak istirahat. Apabila diperlukan, dokter juga akan melakukan beberapa tindakan berikut:

 

  • Injeksi steroid ke area punggung yang mengalami spondylolisthesis.

  • Tindakan fisioterapi untuk menguatkan punggung pasien.

  • Memberikan korset khusus untuk anak-anak guna menstabilkan tulang belakang.

  • Pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau naproxen, untuk meredakan rasa nyeri.

 

2. Spondylolisthesis Berat

 

Apabila kondisi pasien tidak kunjung membaik setelah menjalani pengobatan di atas atau jika tulang belakang telah bergeser hingga menekan saraf, dokter biasanya akan merekomendasikan pasien untuk menjalani prosedur pembedahan, yaitu operasi tulang belakang. 

 

Adapun metode operasi yang dilakukan untuk menangani spondylolisthesis adalah kombinasi robotic spine surgery dan bedah terbuka. Dalam operasi tersebut, dokter akan mengambil tulang dari bagian tubuh lain atau memasang implan tulang belakang dengan baut khusus.

 

Pencegahan Spondylolisthesis

 

Pada dasarnya, spondylolisthesis adalah gangguan tulang belakang yang dapat dicegah. Adapun beberapa cara yang diketahui dapat mencegah spondylolisthesis adalah:

 

  • Rutin berolahraga.

  • Memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang, seperti vitamin D, fosfor, dan kalsium.

  • Mempertahankan berat badan ideal.

  • Menghindari olahraga yang berisiko mengakibatkan cedera tulang belakang.

 

Selain itu, spondylolisthesis juga dapat dicegah dengan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan, terutama jika Anda berisiko tinggi untuk mengalami gangguan tulang belakang ini. Sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan tulang secara rutin di Siloam Hospitals terdekat menggunakan paket medical check up Paket Cek kesehatan Tulang untuk mendeteksi masalah pada tulang sejak dini.

 

Anda juga dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut terkait dengan gangguan tulang, jaringan ikat, atau sendi. Siloam Hospitals Mampang merupakan pusat unggulan ortopedi yang dilengkapi dengan fasilitas medis modern dan tim ahli ortopedi yang berpengalaman sehingga dapat memberikan diagnosis, perawatan, serta rehabilitasi gangguan ortopedi secara optimal. 

 

Manfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan Anda dalam mengakses informasi jadwal praktik dokter dan membuat janji temu dengan dokter terkait. Anda juga dapat mengunduh aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur check in mandiri, antre secara online, hingga konsultasi virtual dengan dokter. Unduh MySiloam sekarang dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail