Kesehatan Tubuh
Triple-Negative Breast Cancer: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Triple-negative breast cancer adalah jenis kanker payudara yang agresif dan ditandai dengan tidak adanya reseptor atau protein yang membantu pertumbuhan serta perkembangan kanker. Secara umum, kanker ini termasuk jenis kanker langka. Lantas, apa penyebab triple-negative breast cancer dan bagaimana dengan metode pengobatannya? Mari simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Triple-Negative Breast Cancer (TNBC)?
Seperti yang telah dijelaskan, TNBC atau triple-negative breast cancer adalah salah satu jenis kanker payudara yang bersifat invasif atau agresif. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Medicina menyebutkan bahwa TNBC mencakup 10–15% dari total kasus kanker payudara. Selain itu, hampir semua kanker payudara terkait mutasi (perubahan) gen BRCA1 adalah triple-negative breast cancer.
Secara umum, triple-negative breast cancer memiliki beberapa karakteristik berikut ini:
-
Sel kanker TNBC tidak memiliki reseptor untuk hormon estrogen dan progesteron. Reseptor merupakan molekul pada permukaan sel yang berfungsi untuk menentukan zat-zat apa saja yang bisa menempel pada sel dan memengaruhi aktivitas sel. Pada dasarnya, sekitar ⅔ kasus kanker payudara memiliki reseptor hormon estrogen (estrogen receptor/ER) dan hormon progesteron (progesteron receptor/PR). Namun, TNBC tidak memiliki reseptor tersebut.
-
Sel kanker TNBC tidak memiliki reseptor HER2. Dilansir dari Cleveland Clinic, terdapat 15–20% kasus kanker payudara yang memiliki reseptor HER2 (human epidermal growth factor receptor 2) pada sel kankernya. Reseptor ini memungkinkan sel kanker untuk tumbuh dan membelah dengan cepat.
Penyebab Triple-Negative Breast Cancer
Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya triple-negative breast cancer. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan (mutasi) pada gen BRCA. Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami triple-negative breast cancer adalah:
-
Wanita berusia di bawah 40 tahun.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat TNBC.
-
Wanita premenopause dengan berat badan berlebih atau obesitas.
Gejala Triple-Negative Breast Cancer
Gejala triple-negative breast cancer tidak berbeda jauh dengan gejala kanker payudara pada umumnya. Kanker ini dapat memengaruhi jaringan kulit dan kelenjar getah bening di sekitar payudara. Adapun beberapa gejala yang kerap dialami oleh penderita triple-negative breast cancer adalah sebagai berikut:
-
Munculnya benjolan atau massa di sekitar payudara.
-
Membengkaknya seluruh atau sebagian payudara.
-
Puting payudara terasa nyeri.
-
Retraksi puting, yaitu kondisi ketika puting payudara masuk atau tertarik ke dalam.
-
Keluarnya cairan dari puting payudara, namun bukan ASI.
-
Perubahan pada kulit di area payudara maupun puting, seperti kulit kering, mengelupas, menebal, atau memerah.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar payudara, seperti di ketiak atau dekat tulang selangka.
Diagnosis Triple-Negative Breast Cancer
Dalam menegakkan diagnosis kanker payudara triple-negative, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terlebih dahulu guna mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien maupun keluarganya. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi gejala-gejala yang dikeluhkan oleh pasien.
Kemudian, pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan oleh dokter untuk membantu mengonfirmasi diagnosis triple-negative breast cancer adalah sebagai berikut:
-
Tes darah.
-
Tes pencitraan seperti mammografi, USG, CT scan, MRI, PET scan.
-
Pemeriksaan genetik, untuk melihat mutasi gen BRCA.
Pengobatan Triple-Negative Breast Cancer
Hingga kini, para ahli masih terus melakukan penelitian untuk mengetahui metode pengobatan yang efektif dalam menangani triple-negative breast cancer. Terapi yang dilakukan oleh dokter pun akan tergantung dari jenis, lokasi, stadium kanker, serta kesehatan pasien secara umum.
TNBC sebagian besar bersifat agresif dan mempunyai prognosis lebih buruk. Meskipun demikian, tumor masih dapat diterapi baik dengan kombinasi tindakan operasi atau pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dan terapi target.
Perlu diingat, informasi yang dijelaskan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran medis dari dokter. Maka dari itu, apabila Anda memiliki keluhan yang terkait dengan kanker payudara, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Untuk penanganan lebih lanjut, Anda juga dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang menjadi pusat unggulan kanker di Indonesia dari Siloam Hospitals Group. Sebagai pusat unggulan kanker, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menyediakan Breast Cancer Care Alliance (BCCA) yang merupakan layanan one stop service khusus untuk menangani kanker payudara secara komprehensif.
BCCA didukung dengan tim dokter multidisiplin, laboratorium immunohistochemistry, serta fasilitas kesehatan lainnya dengan teknologi mutakhir yang dapat memberikan diagnosis akurat untuk keperluan prognosis dan merencanakan pengobatan kanker payudara secara tepat dan sesuai kondisi tubuh.
Lebih lanjut, Anda juga dapat melakukan medical check up Skrining Kanker Payudara dengan memesan paketnya melalui aplikasi MySiloam. Paket ini memungkinkan Anda untuk deteksi dini kanker payudara secara keseluruhan, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit tersebut.




