Kesehatan Mental
Venustraphobia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Normalnya, setiap pria akan merasa kagum saat melihat wanita yang menurutnya cantik. Namun, pada beberapa kasus, ada pria yang justru merasa ketakutan bila berhadapan dengan wanita cantik. Kondisi ini disebut juga dengan venustraphobia atau caligynephobia.
Venustraphobia adalah jenis fobia yang perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin agar pengidapnya bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal. Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Venustraphobia?
Venustraphobia adalah jenis fobia spesifik saat seseorang merasakan ketakutan berlebih dengan wanita cantik. Venustraphobia berasal dari bahasa Yunani, yaitu Venus yang merupakan dewi Yunani yang mewakili wanita dan phobos yang berarti kebencian atau ketakutan yang mendalam.
Sebenarnya, banyak pria yang merasa gugup saat berkencan dengan wanita cantik. Namun, hal ini tidak sampai menyebabkan munculnya reaksi fisik dan akan membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Berbeda pada kondisi venustraphobia, seseorang justru merasa kesulitan saat berada di dekat wanita yang dianggapnya cantik, sekalipun tidak memiliki ketertarikan seksual. Bahkan, bukan hanya takut, penderita mungkin dapat merasakan berbagai gejala fisik dan psikis yang tidak dapat dikendalikan. Rasa takut ini bisa saja muncul hanya dengan melihat foto atau gambar wanita cantik.
Penyebab Venustraphobia
Seperti halnya jenis fobia lainnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab venustraphobia. Namun, terdapat dugaan bahwa fobia ini terjadi ketika seseorang pernah mengalami peristiwa traumatis yang berkaitan dengan wanita cantik di masa lalu, seperti ditolak, pernah diejek, dihina atau dipermalukan di depan umum, hingga ditertawakan sehingga membuat penderita merasa tidak aman dengan kehadiran wanita cantik.
Selain pengalaman traumatis di masa lalu, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh. Pasalnya, seseorang yang memiliki keluarga dengan kondisi mental tertentu, seperti fobia atau gangguan cemas, mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami venustraphobia karena orang tersebut lebih mungkin memiliki tipe kepribadian yang lebih reaktif, sensitif, takut, atau cemas.
Di samping itu, citra wanita cantik di lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi persepsi seseorang. Bila seorang pria sudah terpapar hal-hal negatif tentang wanita cantik sejak kecil, ia berisiko terkena venustraphobia.
Fobia juga dapat terjadi karena pengamatan dari lingkungan yang kemudian diinternalisasi. Sebagai contoh, seorang anak laki-laki mungkin melihat teman, saudara laki-laki, atau ayahnya takut pada wanita cantik, secara tidak disadari ia dapat melakukan hal yang sama.
Adapun faktor lain yang juga memengaruhi terjadinya venustraphobia adalah kondisi mental lain yang sudah diderita sebelumnya, seperti gangguan cemas. Selain itu, harga diri yang rendah (low self-esteem) juga dapat menjadi faktor penyebab venustraphobia yang signifikan.
Gejala Venustraphobia
Kecemasan yang intens adalah salah satu gejala yang paling umum dari semua fobia spesifik. Namun, seseorang dengan venustraphobia juga dapat mengalami kebencian terhadap diri sendiri, depresi, serta perilaku egois. Secara umum, gejala venustraphobia terbagi menjadi gejala fisik dan psikis. Berikut masing-masing penjelasannya.
Gejala fisik:
-
Detak jantung meningkat.
-
Gemetar.
-
Keluar keringat secara berlebihan.
-
Sesak napas.
-
Jantung berdebar (palpitasi).
-
Pusing dan mual.
-
Tersedak.
Gejala psikis:
-
Ketakutan yang intens dan tidak masuk akal terhadap wanita cantik.
-
Dorongan untuk menghindari atau melarikan diri dari situasi ketika ada wanita cantik.
-
Ketakutan untuk dipermalukan.
-
Memikirkan kematian.
-
Sulit membedakan realita dan khayalan.
-
Merasa seakan keluar dari raga.
Diagnosis Venustraphobia
Seseorang terdiagnosis venustraphobia apabila gejala yang muncul berlangsung setidaknya selama enam bulan dan tidak disebabkan oleh kondisi mental lain, misalnya gangguan kecemasan sosial, OCD (obsessive-compulsive disorder), atau PTSD (gangguan stres pascatrauma).
Guna mengonfirmasi hal tersebut, psikolog atau psikiater akan melakukan wawancara medis (anamnesis) dan menggunakan alat penilaian khusus. Dokter biasanya mendiagnosis fobia spesifik bila ketakutan yang dialami pasien sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti kehidupan sekolah dan pekerjaannya.
Cara Mengatasi Venustraphobia
Pada dasarnya, tidak ada perawatan khusus untuk menangani venustraphobia. Namun, sama seperti penanganan fobia pada umumnya, jenis fobia ini juga dapat diatasi dengan kombinasi terapi, obat-obatan tertentu, serta perawatan mandiri. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.
A. Psikoterapi
Tujuan psikoterapi dalam menangani venustraphobia adalah membimbing pasien agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya dengan mengenali masalah yang sedang dihadapi, serta membentuk perilaku positif dalam mengatasi masalah tersebut. Psikoterapi terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:
-
Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT). Pada terapi ini, terapis akan membimbing pasien untuk menciptakan perilaku positif dalam menghadapi suatu masalah.
-
Exposure therapy. Terapi ini cukup sering dilakukan untuk mengatasi fobia. Exposure therapy melibatkan pemaparan objek yang ditakuti oleh penderita secara bertahap, dalam hal ini mungkin video atau gambar wanita cantik hingga dipertemukan secara langsung.
-
Dialectical behavior therapy (DBT). Terapi ini melatih penderita untuk “tersenyum” saat sedang merasa cemas karena fobianya. Hal tersebut dapat mencegah munculnya pikiran dan emosi negatif.
-
Hipnoterapi. Terapi ini dapat membantu mengungkap pengalaman traumatis yang menyebabkan perkembangan venustraphobia, sekaligus memungkinkan pasien untuk pulih dari pengalaman tersebut.
B. Obat-obatan
Manfaat obat-obatan untuk penderita venustraphobia adalah mengurangi gejala kecemasan yang muncul saat terpapar objek yang membuatnya fobia. Adapun contoh obat yang biasa diberikan adalah obat anticemas, seperti benzodiazepine. Obat tersebut dapat mengatasi gejala kecemasan dalam jangka pendek.
C. Relaksasi Mandiri
Menerapkan teknik relaksasi juga dapat membantu penderita mengurangi gejala cemas saat berhadapan dengan wanita cantik. Beberapa teknik relaksasi yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah adalah menarik napas dalam-dalam, menggunakan aromaterapi, atau mendengarkan musik yang tenang.
Venustraphobia adalah salah satu jenis fobia yang perlu segera ditangani dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karenanya, jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada venustraphobia, mengunjungi Psikiatri di Siloam Hospitals bisa menjadi langkah awal untuk menangani kondisi tersebut dengan tepat.
Anda juga dapat menggunakan juga layanan Telekonsultasi yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan saran perawatan serta resep obat-obatan dari dokter tanpa harus keluar rumah. Namun, jika pasien diresepkan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan dan antipsikotik, pasien perlu mengambilnya secara langsung atau self pick up.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







