Apa itu Xerophthalmia? Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Xerophthalmia? Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

22 Agustus 2024 • 5 menit waktu baca
xerophthalmia adalah

Xerophthalmia adalah penyakit mata yang diakibatkan oleh defisiensi atau kekurangan vitamin A. Penyakit ini bersifat progresif, yang artinya dapat berkembang secara perlahan seiring waktu dan menimbulkan gejala seperti mata kering, rabun senja, hingga kebutaan.

 

Pada dasarnya, vitamin A merupakan salah satu nutrisi yang memiliki fungsi penting, yaitu memberi nutrisi pada mata, termasuk kornea. Ketika tubuh kekurangan vitamin A, produksi air mata juga akan berkurang sehingga menyebabkan mata menjadi kering.

 

Mari simak ulasan lengkap mengenai apa itu xerophthalmia, penyebab, gejala, hingga langkah pengobatannya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Xerophthalmia?

 

Perlu diketahui terlebih dahulu, vitamin A merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan berbagai fungsi tubuh, termasuk mata. Karena itu, kurangnya asupan vitamin A bisa berisiko menyebabkan berbagai gangguan mata, salah satunya adalah xerophthalmia.

 

Xerophthalmia adalah kondisi yang meliputi beberapa gejala dan tanda pada mata, seperti kerusakan pada konjungtiva, kerusakan pada kornea, kerusakan retina, mata kering, hingga rabun senja. Jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, xerophthalmia dapat terus memburuk hingga menyebabkan kebutaan.

 

Penyebab Xerophthalmia

 

Penyebab utama xerophthalmia adalah defisiensi vitamin A. Vitamin ini tidak diproduksi secara alami oleh tubuh, namun bisa didapatkan melalui asupan makanan. Secara umum, defisiensi vitamin A bisa terjadi karena dua hal, yaitu:

 

  • Tidak memperoleh asupan vitamin A yang cukup melalui makanan.

  • Tubuh tidak bisa menggunakan vitamin A yang diperoleh dari makanan secara efektif.

 

Di samping itu, sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami xerophthalmia adalah sebagai berikut.

 

  • Bayi dan anak-anak. Semakin muda usia seseorang, maka semakin berat efek defisiensi vitamin A yang dialaminya.

  • Kecanduan minuman beralkohol.

  • Menderita gangguan saluran cerna yang dapat menghambat penyerapan zat gizi, seperti penyakit Celiac, penyakit liver, radang usus, pankreatitis, dan lain-lain.

  • Menderita diare kronis, cystic fibrosis, atau giardiasis.

  • Sedang menjalani terapi radioiodine untuk menangani kanker tiroid.

 

Gejala Xerophthalmia

 

Pada tahap awal, xerophthalmia menunjukkan gejala yang cenderung ringan. Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan lapisan konjungtiva menipis, kering, serta mengerut sehingga menimbulkan gejala berupa mata kering.

 

Xerophthalmia juga bisa semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu, terutama jika asupan vitamin A tidak kunjung terpenuhi. Berdasarkan tingkat keparahannya, gejala xerophthalmia dapat dibagi menjadi beberapa kondisi, yaitu:

 

  • Buta senja (night blindness/nyctalopia): Kondisi ketika penderita kesulitan untuk melihat pada kondisi pencahayaan yang redup atau ketika mulai senja. Kondisi ini merupakan gejala awal dari xerophthalmia dan dapat menjadi tanda terjadinya penurunan kadar vitamin A di dalam darah.

  • Xerosis konjungtiva (X1A): Lapisan konjungtiva menjadi kering dan terjadi perubahan sel.

  • Bercak Bitot (Bitot’s spot/X1B): Bercak putih yang terbentuk pada lapisan konjungtiva akibat adanya penumpukan keratin dari sisa-sisa sel konjungtiva yang rusak karena kekurangan air mata.

  • Xerosis kornea (X2): Kekeringan pada kornea mata.

  • Ulserasi kornea atau keratomalasia (X3A dan X3B): Melunaknya lapisan kornea yang menyebabkan kornea berubah bentuk menjadi lebih lembut, serta terbentuk ulkus atau luka pada kornea.

  • Scar kornea (XS): Adanya pembentukan bekas luka pada kornea yang bisa terjadi di kedua bola mata. Kondisi ini juga sering disertai dengan gangguan gizi lain, seperti malnutrisi, atau penyakit infeksi tertentu (infeksi saluran pernapasan akut atau diare).

  • Xerophthalmic fundus (XF): Perubahan struktur dan fungsi retina yang dapat mengganggu kerja bola mata. Kondisi ini muncul sebagai efek lanjutan dari kekurangan vitamin A.

 

Komplikasi Xerophthalmia

 

Xerophthalmia perlu segera ditangani dengan tepat guna menghindari terjadinya kerusakan mata yang lebih parah. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu terjadinya sejumlah komplikasi, seperti kerusakan saraf dan jaringan mata hingga menyebabkan kebutaan permanen.

 

Diagnosis Xerophthalmia

 

Untuk menegakkan diagnosis xerophthalmia, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, pola makan sehari-hari, dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi mata.

 

Agar dapat membedakan diagnosis xerophthalmia dengan penyakit mata lainnya, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang lainnya, seperti:

 

  • Pemeriksaan laboratorium darah: Untuk memeriksa kadar vitamin A di dalam tubuh.

  • Night vision test and dark adaptation testing: Untuk mengevaluasi fungsi penglihatan pada kondisi cahaya redup atau gelap.

  • Impression cytology: Untuk mendeteksi perubahan sel pada permukaan mata.

  • Electroretinogram: Untuk menilai kemampuan mata dalam merespons cahaya.

 

Pengobatan Xerophthalmia

 

Dalam kasus yang tergolong ringan, dokter dapat menangani xerophthalmia dengan memberikan suplemen vitamin A untuk mengatasi rabun senja serta membantu meningkatkan produksi air mata.

 

Dosis suplemen vitamin A yang diberikan dokter untuk menangani xerophthalmia cenderung bervariasi, tergantung dari usia dan kondisi tubuh pasien. Namun, dosis suplemen vitamin A yang disarankan untuk menangani xerophthalmia adalah 200.000 IU vitamin A.

 

Dokter juga dapat memberikan artificial tears atau air mata buatan untuk menangani kondisi mata kering. Sementara itu, jika terjadi kerusakan lapisan kornea yang berat, dokter dapat memberikan terapi antibiotik guna mengatasi dan mencegah infeksi sekunder, serta menutup mata pasien dengan eyepatch hingga kornea pulih.

 

Pasien juga disarankan untuk memenuhi kebutuhan vitamin A dengan mengonsumsi makanan atau minuman tinggi vitamin A, seperti:

 

  • Minyak hati ikan.

  • Hati ayam atau sapi.

  • Daging unggas.

  • Daging sapi.

  • Telur.

  • Susu dan produk olahannya, seperti yoghurt, kefir, keju, dan lain-lain.

  • Sayuran hijau, seperti sawi hijau dan bayam.

  • Sayuran dan buah yang berwarna kuning atau oranye, seperti labu, wortel, jeruk, dan pepaya.

 

Pencegahan Xerophthalmia

 

Langkah utama yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya xerophthalmia adalah dengan memastikan kebutuhan vitamin A tubuh selalu tercukupi setiap harinya. Jika diperlukan, penderita dengan gangguan penyerapan vitamin A juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin A sesuai dengan anjuran dokter.

 

Di samping itu, beberapa modifikasi atau perubahan gaya hidup sehat yang dapat diterapkan untuk meminimalkan risiko terjadinya xerophthalmia adalah sebagai berikut:

 

  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

  • Menghindari konsumsi obat atau jamu herbal tanpa petunjuk dari dokter.

  • Menggunakan pelembap udara (humidifier) untuk mencegah mata kering.

  • Minum air putih yang cukup, setidaknya 2 liter atau setara dengan 8 gelas setiap hari.

  • Melakukan pemeriksaan mata setiap 6 bulan sekali.

 

Apabila Anda mengalami keluhan terkait dengan gangguan mata, segera lakukan konsultasi virtual dengan dokter melalui layanan Telekonsultasi. Lewat layanan ini, Anda dapat memperoleh saran perawatan serta resep obat-obatan dari dokter tanpa perlu keluar rumah.

 

Namun, sebagai informasi, terdapat beberapa jenis obat-obatan tertentu yang mungkin memerlukan pasien untuk datang melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter terlebih dahulu.

 

Selain itu, manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam mengakses layanan kesehatan, seperti memesan paket medical check up, buat janji temu dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat, check in mandiri, hingga antre secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail