Bahaya Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?
Kesehatan Tubuh

Bahaya Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

05 Juni 2025 4 menit waktu baca
bahaya kolesterol tinggi

Hiperkolesterolemia adalah kondisi ketika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi atau melebihi batas normal. Kondisi ini perlu diwaspadai dan segera ditangani dengan tepat. Sebab, apabila dibiarkan, kolesterol tinggi dapat menimbulkan komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan tubuh. Untuk mengetahui bahaya kolesterol tinggi selengkapnya, mari simak artikel berikut ini.

 

Bahaya Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hiperkolesterolemia adalah kondisi ketika nilai kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Kadar kolesterol normal dapat dibedakan dari jenis-jenis kolesterol, jenis kelamin, dan juga usia.

 

Terdapat beberapa bahaya kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia yang perlu diwaspadai, mulai dari tekanan darah tinggi, batu empedu, penyakit arteri perifer, hingga serangan jantung (infark miokard, kondisi ketika aliran darah mengalami penurunan). Berikut penjelasan selengkapnya mengenai berbagai bahaya kolesterol tinggi.

 

1. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

 

Bahaya kolesterol tinggi yang pertama adalah dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi). Pasalnya, kolesterol tinggi bisa menyebabkan menumpuknya plak pada dinding pembuluh darah arteri (aterosklerosis). Hal ini dapat membuat jantung perlu bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah menjadi meningkat.

 

2. Serangan Jantung (Infark Miokard)

 

Selain dapat meningkatan risiko terjadinya hipertensi, penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah arteri juga bisa mengganggu aliran darah menuju jantung. Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya penyakit jantung, salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu komplikasi yang berbahaya, yaitu serangan jantung (infark miokard).

 

3. Penyakit Arteri Perifer (Peripheral Artery Disease)

 

Penyakit arteri perifer adalah kondisi ketika pembuluh darah arteri yang berfungsi mengalirkan darah ke lengan atau tungkai mengalami penyempitan maupun penyumbatan. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya sumbatan lemak atau kolesterol di pembuluh darah arteri yang membawa darah dari jantung ke ekstremitas (lengan atau kaki). Karena itulah, orang dengan kolesterol tinggi lebih berisiko mengalami penyakit arteri perifer.

 

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa munculnya rasa nyeri di kaki, terutama ketika sedang melakukan aktivitas fisik dan bisa mereda setelah beristirahat. Selain itu, beberapa gejala umum dari penyakit arteri perifer, di antaranya:

 

  • Lengan atau tungkai terlihat pucat dan terasa dingin.

  • Sering kesemutan.

  • Luka pada lengan atau tungkai cenderung sulit sembuh.

 

4. Penyakit Arteri Karotis (Carotid Artery Disease)

 

Bahaya kolesterol tinggi selanjutnya adalah penyakit arteri karotis (carotid artery disease), yaitu penumpukan plak pada pembuluh darah arteri karotis (pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen ke kepala, otak, dan wajah). Hal ini dapat menyebabkan otak, wajah, leher, serta kepala kekurangan asupan darah yang kaya oksigen.

 

Pada tahap awal, penyakit arteri karotis mungkin tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu fungsi otak hingga menyebabkan terjadinya transient ischemic attack (TIA) serta stroke. TIA adalah serangan yang muncul secara tiba-tiba berupa gejala stroke yang akan bertahan selama beberapa menit hingga jam, kemudian mereda dalam waktu 24 jam.

 

5. Stroke

 

Seperti yang telah dijelaskan, kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyakit arteri karotis yang bisa menimbulkan komplikasi berupa stroke. Stroke adalah kondisi ketika pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Gejala stroke cenderung bervariasi dan bisa muncul secara tiba-tiba maupun bertahap. Adapun beberapa gejala umum stroke, di antaranya:

 

  • Wajah yang tidak simetris akibat melemahnya otot-otot wajah.

  • Kesulitan mengangkat tungkai atau lengan.

  • Kesemutan mendadak pada salah satu sisi kepala, wajah, tangan, atau kaki.

  • Mual dan muntah.

  • Gangguan penglihatan.

  • Gangguan keseimbangan.

  • Bicara cadel, tidak beraturan, atau bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.

  • Penurunan kesadaran.

 

6. Batu Empedu

 

Batu empedu juga menjadi salah satu bahaya kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai. Pada dasarnya, kolesterol dibutuhkan oleh sistem pencernaan untuk memproduksi cairan empedu. Namun, jika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal, risiko terbentuknya batu empedu akan meningkat. Adapun beberapa gejala umum batu empedu adalah:

 

  • Nyeri pada perut bagian kanan atas.

  • Mual dan muntah.

  • Demam akibat adanya infeksi pada kantong empedu.

  • Penyakit kuning (jaundice).

  • Tinja berwarna pucat.

  • Urine berwarna lebih gelap,  merah tua, atau kecoklatan seperti teh.

  • Nafsu makan menurun.

  • Kulit terasa gatal.

 

Cara Mencegah Risiko Komplikasi Kolesterol Tinggi

 

Secara umum, kolesterol tinggi kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, bukan berarti hal tersebut bisa disepelekan dan dibiarkan begitu saja. Terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan agar terhindar dari bahaya kolesterol tinggi seperti ulasan di atas. Beberapa upaya tersebut, di antaranya:

 

  • Menghindari konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan lain sebagainya.

  • Memperbanyak konsumsi makanan sehat dan berserat tinggi, seperti sayuran, buah-buahan, serta biji-bijian.

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3.

  • Berhenti merokok.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Rutin berolahraga. Aktivitas fisik dapat memperbaiki kadar kolesterol dalam tubuh. Anda disarankan untuk berolahraga selama 150 menit dalam seminggu atau 30 menit setiap harinya dengan frekuensi minimal 3-5 hari dalam seminggu. Usahakan untuk berolahraga selama 30-60 menit tiap hari. 

  • Mengelola stres dengan baik.

  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah secara rutin.

  • Mengonsumsi obat-obatan penurun kadar kolesterol dalam darah, yaitu obat golongan statin, sesuai dengan rekomendasi dokter.

 

Demikian informasi mengenai berbagai bahaya kolesterol tinggi yang penting untuk diwaspadai. Jika Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi dan melakukan kontrol rutin ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals agar terhindar dari risiko komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan tubuh.

 

Sebagai upaya antisipasi bahaya kolesterol tinggi, Anda juga dapat melakukan Cek Kolesterol rutin dengan memesan paketnya melalui aplikasi MySiloam. Paket medical check up ini sudah termasuk pemeriksaan kadar kolesterol total, LDL (low density lipoprotein), HDL (high density lipoprotein), serta trigliserida.

 

Digital Booking Laboratorium

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail