Ciri-Ciri Telat Haid karena Stres, Penyebab, & Penanganannya
Ibu dan Anak

Ciri-Ciri Telat Haid karena Stres, Penyebab, & Penanganannya

23 November 2024 5 menit waktu baca
ciri ciri telat haid karena stres

 

Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah stres. Sebetulnya, ciri-ciri telat haid karena stres hampir sama dengan gejala telat haid pada umumnya. Namun, hal ini tentunya tak boleh diabaikan begitu saja mengingat siklus menstruasi yang teratur adalah salah satu indikator kesehatan bagi wanita. Lantas, apa saja ciri-ciri telat haid karena stres dan bagaimana stres dapat menyebabkan telat haid? Mari simak penjelasannya di sini.

 

Kenapa Stres Bisa Menyebabkan Telat Haid?

 

Normalnya, siklus menstruasi atau haid wanita adalah sekitar 21–35 hari. Meski begitu, rata-rata wanita memiliki siklus haid selama 28 hari. Lebih lanjut, seorang wanita dapat dikatakan telat haid apabila siklus menstruasinya lebih dari 35 hari.

 

Beberapa wanita mungkin mengalami siklus menstruasi tidak teratur atau telat haid. Selain kehamilan, salah satu penyebab telat haid yang paling umum terjadi adalah stres. Pasalnya, stres dapat menyebabkan metabolisme hormon-hormon di seluruh tubuh menjadi kacau, termasuk hormon yang berpengaruh pada siklus menstruasi.

 

Siklus menstruasi diatur oleh bagian dalam otak yang disebut dengan hipotalamus dan kelenjar pituitari. Normalnya, hipotalamus akan melepaskan hormon pelepas gonadotropin (GnRH) yang merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH).

 

Kedua hormon ini bertugas untuk menjaga siklus menstruasi agar dapat berjalan dengan normal. Kemudian, kelenjar pituitari juga akan mendorong ovarium untuk melepaskan hormon estrogen dan progesteron. Jika tubuh dalam keadaan stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Saat hormon kortisol berinteraksi dengan hipotalamus atau ovarium, pelepasan hormon-hormon yang mengatur siklus menstruasi pun akan mengalami gangguan.

 

Menurunnya hormon estrogen dan progesteron dapat menunda terjadinya haid. Bahkan, ketika stres semakin parah, wanita berisiko mengalami amenore sekunder. Amenore sekunder adalah kondisi ketika wanita yang awalnya memiliki siklus menstruasi normal, kemudian tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan atau lebih secara berurutan.

 

Ciri-Ciri Telat Haid karena Stres

 

Ciri-ciri telat haid karena stres pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari seberapa berat stres yang dialami, kemampuan dalam mengelola stres, dan riwayat siklus haid individu. Beberapa orang dengan stres ringan mungkin hanya mengalami telat haid selama beberapa hari. Namun, sebagian lainnya bisa saja merasakan ciri-ciri telat haid lainnya dan durasi telat haid yang lebih lama.

 

Adapun penjelasan lebih detail tentang beberapa ciri-ciri telat haid karena stres yang perlu dipahami adalah sebagai berikut.

 

1. Siklus Haid Lebih dari 35 Hari

 

Stres berlebih dapat menyebabkan menstruasi tertunda sehingga siklus haid menjadi lebih panjang atau lebih dari 35 hari. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hal ini berkaitan dengan pelepasan hormon kortisol yang menyebabkan gangguan pada hormon-hormon yang mengatur siklus menstruasi, seperti penurunan hormon estrogen dan progesteron.

 

2. Siklus Perubahan Suhu Basal yang Tidak Teratur

 

Ketika akan menstruasi, wanita pasti akan melewati fase ovulasi. Adapun salah satu tanda ovulasi adalah perubahan suhu basal. Suhu basal tubuh merupakan kondisi suhu yang dimiliki tubuh ketika sedang beristirahat, tidur, atau tidak sedang melakukan aktivitas apa pun.

 

Suhu basal tubuh cenderung lebih rendah selama fase menstruasi dan fase folikular, kemudian meningkat sebesar 0,3–0,5 derajat Celsius hingga fase luteal. Namun, saat dalam kondisi stres, siklus ovulasi pun menjadi terganggu, sehingga perubahan suhu basal menjadi tidak beraturan.

 

3. Kram Perut

 

Ciri-ciri telat haid karena stres berikutnya adalah kram perut. Siklus haid yang lebih panjang dapat menyebabkan proses peluruhan dinding rahim menjadi lebih lama. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kram perut. Selain itu, saat sedang dalam kondisi stres, tubuh juga melepaskan prostaglandin yang dapat memicu kontraksi otot-otot rahim sehingga menyebabkan terjadinya kram dan nyeri pada perut.

 

4. Perubahaan Suasana Hati

 

Perubahan suasana hati pada dasarnya merupakan salah satu ciri-ciri telat haid karena stres maupun tanda menjelang menstruasi (premenstrual syndrome/PMS). Namun, pada kondisi stres, seseorang dapat mengalami rasa sedih, marah, dan cemas sehingga kadar hormon kortisol di dalam tubuh akan meningkat dan menyebabkan telat haid.

 

5. Perubahan Nafsu Makan

 

Telat haid akibat stres juga dapat menyebabkan perubahan nafsu makan. Gejala ini sebenarnya muncul karena kondisi stres itu sendiri. Pasalnya, orang yang sedang stres cenderung lebih fokus pada masalah yang dialami, sehingga mengabaikan isyarat lapar yang dikirimkan oleh tubuh.

 

Namun di sisi lain, stres juga dapat menyebabkan nafsu makan meningkat secara drastis sebagai cara mengalihkan stres, menenangkan diri, atau sebagai bentuk self-reward (memberikan apresiasi atau hadiah untuk diri sendiri). Hal ini perlu diwaspadai dan tidak boleh dibiarkan karena dapat memicu terjadinya stress eating dan meningkatkan risiko obesitas.

 

6. Perdarahan Banyak saat Mens

 

Ketika seorang wanita mengalami stres, kondisi ini dapat menyebabkan kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh tidak seimbang. Hal inilah yang kemudian dapat memicu keluarnya darah yang lebih banyak ketika waktu menstruasi datang.

 

Cara Mengatasi Telat Haid karena Stres

 

Jika merasa mengalami ciri-ciri telat haid karena stres, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasinya, yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat. Adapun beberapa gaya hidup sehat yang perlu diterapkan agar siklus haid kembali normal adalah sebagai berikut.

 

  • Mengurangi makanan atau minuman yang mengandung tinggi kafein, gula, dan alkohol.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

  • Berolahraga secara rutin.

  • Tidur yang cukup, minimal 7–9 jam setiap malam.

  • Istirahat mental untuk atasi stres.

  • Berhenti merokok.

  • Melakukan meditasi (latihan pernapasan).

  • Menjalani hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton film atau pergi berlibur.

  • Apabila stres tak kunjung membaik, cobalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar bisa mendapatkan saran yang tepat dalam mengatasi stres.

 

Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri telat haid karena stres yang perlu diketahui. Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa tanda-tanda tersebut juga dapat merujuk pada kondisi medis lainnya sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional pun akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail