Ibu dan Anak
Ciri Menopause pada Payudara, Benarkah Dapat Berubah Bentuk?

Table of Contents
Masa menopause adalah bagian alami dari siklus kehidupan wanita yang ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi dan adanya perubahan yang signifikan pada kadar hormon, khususnya estrogen dan progesteron. Perubahan hormonal ini tidak hanya memengaruhi sistem reproduksi, tetapi juga bagian tubuh lainnya, termasuk payudara.
Menyadari ciri menopause pada payudara dapat membantu wanita merasa lebih siap, tidak panik saat menghadapi perubahan, sekaligus lebih peka dalam menjaga kesehatan payudara di masa transisi ini. Artikel ini akan mengulas secara mendalam berbagai perubahan fisik dan sensasi yang mungkin dialami pada payudara selama masa perimenopause dan menopause. Simak penjelasannya berikut ini.
Ciri Menopause pada Payudara
Menopause membawa perubahan besar pada tubuh wanita, salah satunya terlihat pada payudara. Berikut adalah beberapa ciri menopause pada payudara yang umum terjadi:
1. Payudara Terasa Nyeri dan Lunak
Nyeri payudara pada masa perimenopause dan menopause umumnya berkaitan dengan perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron. Saat memasuki masa transisi sebelum menopause (perimenopause), kedua hormon ini dapat naik turun dengan pola yang tidak teratur sebelum akhirnya menurun secara bertahap. Fluktuasi inilah yang dapat memengaruhi jaringan payudara sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman di area dada.
Biasanya, keluhan ini akan berkurang setelah menstruasi berhenti dan tubuh tidak lagi memproduksi hormon estrogen. Namun, pada wanita yang menjalani terapi hormon untuk membantu meredakan gejala menopause, nyeri payudara dapat tetap berlanjut.
2. Payudara Berubah Bentuk dan Ukuran
Saat mendekati menopause, kadar estrogen dalam tubuh menurun drastis. Hal ini menyebabkan jaringan kelenjar pada payudara menyusut dan digantikan oleh lebih banyak jaringan lemak. Akibatnya, payudara dapat terasa kurang padat, ukurannya berubah, bahkan tampak lebih kendur dibandingkan sebelumnya.
Hal ini didukung oleh hasil penelitian dari jurnal Women’s Health (2020) yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh (52%) wanita mengalami perubahan pada payudara setelah menopause, seperti perubahan ukuran (61%), perubahan bentuk (20%), serta payudara menjadi lebih sensitif (31%).
Meski tidak ada cara yang benar-benar dapat menghentikan perubahan ini, olahraga teratur, seperti push-up atau latihan beban ringan, dapat membantu mengencangkan otot di bawah payudara sehingga tampilannya lebih baik. Selain olahraga, pemilihan bra yang tepat juga penting untuk kenyamanan dan penampilan. Model bra tertentu, seperti push-up atau underwire, dapat memberikan efek mengangkat sehingga payudara tampak lebih kencang.
3. Terdapat Benjolan pada Payudara
Selama masa perimenopause, sebagian wanita mungkin menyadari adanya benjolan pada payudara. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh proses penuaan alami maupun perubahan hormon. Namun, penting dipahami bahwa tidak semua wanita akan mengalaminya, dan penyebab benjolan dapat sangat beragam.
Misalnya, benjolan dapat berupa kista, yaitu kantung berisi cairan yang umum ditemukan pada payudara dan biasanya tidak bersifat ganas. Pada sebagian wanita, kista dapat mengecil atau hilang setelah menopause, meski pada kasus tertentu bisa menetap, terutama bila pasien sedang menggunakan terapi pengganti hormon.
Selain itu, perubahan fibrokistik juga dapat dialami sebagian wanita sehingga membuat payudara terasa lebih padat, nyeri, atau memiliki area yang terasa kenyal seperti karet. Kondisi ini juga bersifat jinak dan tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Karena penyebab benjolan dapat berbeda-beda, pemeriksaan oleh dokter tetap penting untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Kapan Perlu Waspada dengan Nyeri Payudara Saat Menopause?
Nyeri payudara umumnya jarang terjadi setelah seorang wanita benar-benar memasuki masa menopause. Karena itu, bila muncul rasa nyeri baru, terutama hanya pada satu sisi payudara, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.
Perlu diketahui bahwa nyeri payudara saat menopause tidak selalu menandakan kondisi yang berbahaya. Dalam beberapa kasus, keluhan ini dapat disebabkan oleh benjolan jinak atau nyeri otot dada yang diakibatkan oleh aktivitas fisik tertentu. Untuk mengetahui penyebab pastinya, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan mammografi. Apabila diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti USG atau MRI, juga dapat dilakukan untuk memperoleh diagnosis yang lebih akurat.
Cara Mengatasi Nyeri Payudara
Banyak orang mengonsumsi obat yang dijual bebas, seperti obat anti nyeri nonsteroid (OAINS) untuk membantu meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman yang muncul pada payudara. Selain itu, mandi air hangat atau menggunakan kompres panas juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri.
Untuk pengelolaan jangka panjang, sebagian orang mencoba terapi alami, seperti:
-
Menggunakan bra yang nyaman.
-
Mengonsumsi suplemen seperti vitamin B6, vitamin D, vitamin E, dan suplemen evening primrose oil yang mengandung omega-6. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi vitamin tambahan tersebut.
-
Meningkatkan asupan serat dan lemak sehat, seperti asam lemak omega-3.
-
Membatasi kafein cokelat, makanan tinggi lemak jenuh.
Meski demikian, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen. Dengan begitu, dosis yang tepat maupun alternatif yang lebih sesuai dapat diberikan guna mengurangi risiko efek samping yang tidak diinginkan.
Hubungan Antara Menopause dan Risiko Kanker Payudara
Apakah menopause dapat menyebabkan kanker payudara? Menopause sendiri bukanlah penyebab langsung kanker payudara. Namun, sebagian besar kasus kanker payudara memang ditemukan pada wanita berusia di atas 50 tahun yang telah melewati masa menopause.
Seiring bertambahnya usia, risiko meningkat karena sel-sel tubuh dapat mengalami penumpukan mutasi yang memicu pertumbuhan abnormal, termasuk pada jaringan payudara. Selain itu, setelah menopause, kadar estrogen dalam tubuh menurun drastis, tetapi pada wanita dengan kelebihan berat badan, jaringan lemak dapat mengubah hormon lain menjadi estrogen melalui proses tertentu. Hal ini bisa membuat kadar estrogen lokal di jaringan pada payudara relatif lebih tinggi dan ikut meningkatkan risiko kanker.
Adapun faktor lain yang ikut memengaruhi risiko kanker payudara setelah menopause adalah menopause yang terjadi setelah usia 55 tahun, kelebihan berat badan atau obesitas, diabetes tipe 2, serta penggunaan terapi hormon pengganti dalam jangka panjang.
Demikian penjelasan mengenai ciri menopause pada payudara, mulai dari timbulnya rasa nyeri, perubabahan bentuk dan ukuran, hingga adanya benjolan. Perlu diingat bahwa informasi di atas bertujuan sebagai edukasi semata sehingga tidak dapat menggantikan saran maupun diagnosis langsung dari dokter.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala menopause pada payudara, seperti nyeri dan benjolan, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Obsteri dan Ginekologi (Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, memberikan penjelasan yang tepat mengenai kondisi Anda, serta menyarankan langkah penanganan atau perawatan yang sesuai dengan kebutuhan.
Untuk proses pemesanan yang lebih praktis, Anda dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat mengakses berbagai layanan kesehatan lainnya, seperti melihat jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati kemudahan mengelola kesehatan.
Sumber
WebMD. Breasts. Diakses pada 2025 | Women’s Health. The Relationship Between Breast Size and Aspects of Health and Psychological Wellbeing in Mature-Aged Women. Diakses pada 2025 | Healthline. Are Sore Breasts a Sign of Menopause?. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Does Menopause Cause Breast Pain?. Diakses pada 2025 | WebMD. Breast Cancer and Menopause. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
MCU Paket Wanita Dasar (SHBS)
Skrining Pria & Wanita
13 Service/Item
Rp830.000
Paket Gold Wanita - SHBS
14 Service/Item
Rp3.400.000
TERPOPULER
Organ Reproduksi (Wanita) Komprehensif
Skrining Kanker
7 Service/Item
Rp4.000.000
TERPOPULER
Organ Reproduksi (Wanita) Tingkat Lanjut
Skrining Kanker
7 Service/Item
Rp5.600.000






