Apakah Detak Jantung Lambat Bahaya? Begini Penjelasannya!
Kesehatan Tubuh

Apakah Detak Jantung Lambat Bahaya? Begini Penjelasannya!

09 Juni 2025 4 menit waktu baca
detak jantung lambat

 

Detak jantung lebih lambat dari biasanya dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Perlu diketahui, detak jantung adalah salah satu indikator utama kesehatan tubuh. Ritme yang teratur dan kekuatan denyut jantung dapat mencerminkan seberapa baik organ vital ini memompa darah ke seluruh tubuh. Lantas, mengapa detak jantung lambat bisa terjadi dan apakah kondisi ini berbahaya? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apakah Detak Jantung Lambat Berbahaya?

 

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa detak jantung normal berkisar antara 60–100 bpm, meski dapat turun hingga 40 bpm saat tidur nyenyak. Sementara itu, detak jantung di bawah 60 bpm di siang hari dapat dianggap sebagai detak jantung lambat atau yang dikenal sebagai bradikardia.

 

Detak jantung yang stabil bergantung pada sekelompok kecil sel yang terletak di ruang kanan atas jantung atau nodus sinoatrial (nodus sinus). Sel-sel ini menghasilkan sengatan listrik kecil yang membuat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Nodus sinus sering kali disebut sebagai alat pacu jantung alami karena tugasnya mengatur kecepatan dan ritme jantung.

 

Lantas, bagaimana jika detak jantung lambat? Apakah kondisi ini berbahaya dan menandakan kondisi serius? Pada dasarnya, detak jantung lambat yang tidak disertai gejala apa pun tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini sering kali ditemukan pada atlet karena mereka dapat memiliki detak jantung istirahat hingga 40 bpm. Hal ini tergolong normal karena efisiensi jantung para atlet dalam memompa darah lebih baik daripada orang-orang pada umumnya.

 

Namun, apabila detak jantung lambat disertai dengan pusing, pening, lelah, sesak napas, tekanan darah rendah, kebingungan, pingsan, nyeri dada khas angina, atau tanda syok, hal tersebut perlu dikonsultasikan dengan dokter. Hal ini bisa mengindikasikan masalah serius yang memerlukan pengobatan medis.

 

Secara umum, semakin rendah denyut jantung istirahat seseorang, semakin sehat otot jantungnya. Namun, denyut jantung yang sangat lambat dapat mengindikasikan masalah pada sistem kelistrikan jantung. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan detak jantung sangat lambat adalah sebagai berikut:

 

 

Apakah Detak Jantung Lambat Dipengaruhi oleh Usia dan Aktivitas?

 

Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi detak jantung, termasuk usia dan aktivitas. Anak-anak terutama anak kecil cenderung memiliki detak jantung lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Detak jantung istirahat orang dewasa berkisar antara 60–100 bpm. Namun, beberapa orang bisa saja memiliki detak jantung istirahat yang sangat rendah.

 

Selain itu, detak jantung juga bisa menurun secara alami saat tidur. Detak jantung kebanyakan orang cenderung turun di bawah 60 bpm, terutama orang yang memiliki detak jantung lebih lemah saat terjaga. Namun, setelah bangun, detak jantung akan mulai meningkat mendekati detak jantung normal saat istirahat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Meski secara umum detak jantung lambat tidak perlu dikhawatirkan bila tidak disertai gejala apa pun, penting untuk mengenali kapan kondisi ini memerlukan perhatian medis. Jangan ragu untuk mengunjungi dokter apabila:

 

  • Menyadari bahwa detak jantung istirahat tiba-tiba berubah.

  • Mengalami perubahan detak jantung yang menyebabkan kecemasan.

  • Mengalami perubahan detak jantung setelah minum obat baru.

  • Sering mengalami detak jantung tidak teratur.

 

Segera pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) apabila mengalami beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Hipotensi atau tekanan darah rendah.

  • Sesak napas.

  • Pusing, pening, bingung, hingga pingsan.

  • Nyeri dada.

  • Gejala syok.

  • Gejala gagal jantung.

 

Tanpa pengobatan yang tepat, detak jantung yang disebabkan oleh kondisi serius dapat menyebabkan:

 

  • Pusing.

  • Kelelahan.

  • Bingung.

  • Pingsan.

 

Seiring waktu, detak jantung lambat yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. Selain itu, denyut jantung yang sangat rendah juga bisa membuat organ tubuh lainnya rusak. Kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan tekanan darah rendah atau tanda-tanda syok lainnya.

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa detak jantung rendah atau lambat umumnya tidak berbahaya bila tidak disertai dengan gejala apa pun. Kondisi ini mungkin terjadi sementara dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, bila detak jantung terlalu lambat dan disertai gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter.

 

Perlu dipahami bahwa informasi di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan dalam menilai detak jantung lambat. Apabila mengalami keluhan tak biasa yang mengarah pada kondisi jantung, seperti detak jantung abnormal disertai pusing dan sesak napas, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari ketersediaan fasilitas kesehatan. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter secara lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter hingga mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Medical News Today. When does a person’s heart rate become ‘dangerous’?. Diakses pada 2024 | Harvard Health Publishing. The lowdown on a low heart rate. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Low Heart Rate: What It Is and When to Worry. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Bradycardia: Slow Heart Rate. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail