Mengenal Berbagai Efek Samping Dialisis yang Perlu Diketahui
Kesehatan Tubuh

Mengenal Berbagai Efek Samping Dialisis yang Perlu Diketahui

03 Juni 2025 5 menit waktu baca
efek samping dialisis

Cuci darah atau dialisis adalah prosedur medis untuk menangani pasien gagal ginjal kronis tahap akhir. Prosedur ini dapat dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bisa bekerja secara normal. Penderita gagal ginjal biasanya perlu melakukan prosedur dialisis secara rutin, yang mana hal tersebut rentan menimbulkan sejumlah efek samping. Lantas, apa saja efek samping dialisis? Mari simak ulasannya di bawah ini.

 

Berbagai Efek Samping Dialisis

 

Cuci darah atau hemodialisis adalah prosedur pengobatan yang dapat dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak. Prosedur ini dapat membantu membuang racun, zat sisa metabolisme, serta cairan berlebih di dalam tubuh. Selain itu, dialisis juga bisa membantu mengendalikan tekanan darah yang kerap terdampak akibat gangguan ginjal.

 

Secara umum, dialisis paling sering menimbulkan efek samping berupa rasa lelah yang berkepanjangan. Namun, di samping efek samping dialisis, kelelahan yang berkepanjangan juga bisa muncul akibat kombinasi dari gangguan fungsi ginjal, perubahan pola makan, serta stres dan cemas selama menjalani pengobatan gagal ginjal ini.

 

Selain itu, efek samping dialisis ginjal juga bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis prosedurnya, yaitu hemodialisis, dialisis peritoneal, dan continuous renal replacement therapy (CRRT). Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Efek Samping Hemodialisis

 

Hemodialisis adalah prosedur cuci darah menggunakan mesin khusus, yaitu hemodialyzer untuk menyaring sisa-sisa metabolisme dan limbah dari darah. Sebelum melakukan prosedur ini, dokter dapat memasang selang khusus pada lengan atau leher. 

 

Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 4–5 jam dan dilakukan sebanyak 2–3 kali seminggu, tergantung pada kondisi pasien. Adapun beberapa masalah kesehatan yang dapat muncul sebagai efek samping hemodialisis adalah sebagai berikut:

 

1. Tekanan Darah Terlalu Rendah atau Terlalu Tinggi

 

Efek samping hemodialisis yang paling umum terjadi adalah tekanan darah rendah (hipotensi). Kondisi ini dapat terjadi karena menurunnya kadar cairan di dalam tubuh selama prosedur hemodialisis. Tekanan darah rendah dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti mual, pusing, pandangan kabur, dan lain-lain.

 

Pada beberapa kondisi, hemodialisis juga bisa menyebabkan tekanan darah meningkat secara signifikan, terutama jika pasien menderita penyakit ginjal disertai dengan riwayat hipertensi dan masih mengonsumsi garam secara berlebihan.

 

2. Kelelahan

 

Efek samping lainnya yang umum terjadi pada orang yang melakukan hemodialisis dalam jangka panjang adalah kelelahan. Kelelahan dapat disebabkan oleh kombinasi dari menurunnya fungsi ginjal normal, pembatasan diet terkait dengan dialisis, serta stres dan kecemasan secara keseluruhan yang dialami banyak orang dengan gagal ginjal. Selain itu, hemodialisis juga bisa menimbulkan beberapa efek samping lainnya, seperti:

 

 

3. Kram Otot

 

Beberapa pasien yang menjalani perawatan hemodialisis mungkin akan mengalami kram otot, biasanya terjadi pada tungkai. Ini dapat terjadi karena otot bereaksi terhadap penurunan kadar cairan serta ketidakseimbangan elektrolit mineral, seperti magnesium, kalsium, sodium, serta kalium di dalam tubuh selama prosedur hemodialisis.

 

4. Kulit Gatal

 

Hemodialisis juga berpotensi menyebabkan terjadinya penumpukan fosfor di dalam tubuh. Di mana, penumpukan fosfor tersebut bisa mengakibatkan kulit terasa gatal. Apabila terjadi di area kaki, efek samping ini juga bisa menyebabkan restless leg syndrome.

 

Pada dasarnya, kulit gatal merupakan efek samping hemodialisis yang umum terjadi. Untuk mengatasinya, pasien dapat menjalani diet khusus dan mengonsumsi pengikat fosfat sesuai dengan anjuran dokter.

 

5. Penggumpalan Darah

 

Dalam beberapa kasus, pemasangan alat-alat medis untuk hemodialisis bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, hal tersebut dapat mengakibatkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu atau bahkan penggumpalan darah.

 

6. Sepsis

 

Cuci darah juga berisiko membuat seseorang mengalami sepsis. Hal tersebut bisa terjadi ketika terdapat bakteri yang masuk ke dalam aliran darah selama menjalani prosedur hemodialisis. Adapun beberapa gejala sepsis yang perlu diwaspadai adalah demam, pusing, jantung berdebar, munculnya ruam pada kulit, dan lain-lain.



B. Efek Samping Dialisis Peritoneal

 

Dialisis peritoneal adalah prosedur cuci darah yang memerlukan pemasangan kateter di area perut melalui pembedahan. Prosedur ini menggunakan cairan filtrasi (dialisat) yang ditempatkan di dalam rongga peritoneum untuk membersihkan dan menyaring darah.

 

Serupa dengan hemodialisis, dialisis peritoneal juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Adapun beberapa risiko efek samping dialisis peritoneal adalah sebagai berikut:

 

1. Peritonitis

 

Peritonitis adalah kondisi medis yang terjadi ketika peritoneum mengalami infeksi. Peritoneum sendiri merupakan selaput yang melapisi dinding perut bagian dalam dan berfungsi sebagai pembatas dari organ-organ dalam perut. Peritonitis bisa muncul sebagai efek samping dari dialisis peritoneal karena penggunaan alat-alat dialisis yang tidak steril, sehingga memungkinkan bakteri masuk dan menyebar ke peritoneum.

 

2. Hernia

 

Hernia merupakan kondisi yang terjadi ketika organ atau jaringan lemak terdorong masuk melalui dinding otot atau jaringan yang seharusnya menahan merekat. Pasien yang sedang menjalani perawatan dialisis peritoneal berisiko mengalami hernia di area perut karena cairan dialisat yang digunakan dapat memberikan tekanan berlebih pada dinding perut.

 

3. Kenaikan Berat Badan

 

Cairan dialisat yang digunakan dalam prosedur dialisis peritoneal umumnya mengandung molekul gula yang bisa diserap oleh tubuh. Karena itu, dialisis peritoneal bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah serta meningkatkan asupan kalori harian tubuh. Apabila tidak diimbangi dengan rutin berolahraga, hal tersebut berisiko menyebabkan berat badan meningkat.

 

Selain yang telah dijelaskan di atas, dialisis peritoneal juga bisa menimbulkan beberapa efek samping lain, seperti:

 

 

C. Efek Samping Continuous Renal Replacement Therapy (CRRT)

 

Continuous renal replacement therapy (CRRT) atau hemofiltrasi adalah prosedur medis yang menggunakan mesin khusus untuk menyaring darah. Terapi ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit dan biasanya ditujukan bagi pasien gagal ginjal akut akibat kondisi medis tertentu.

 

Secara umum, terdapat beberapa risiko efek samping CRRT yang kerap dialami oleh pasien, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Gangguan keseimbangan elektrolit tubuh, seperti hipokalemia (kurangnya kadar kalium dalam darah), hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah), dan hiperfosfatemia (kelebihan kadar fosfat dalam tubuh).

  • Tekanan darah rendah atau hipotensi.

  • Hipotermia, yaitu suhu tubuh berada di bawah batas normal.

  • Gangguan irama jantung atau aritmia.

  • Gangguan darah seperti, anemia (kurang sel darah merah) dan trombositopenia (jumlah trombosit rendah dalam tubuh).

 

Prosedur dialisis memang berisiko menimbulkan sejumlah efek samping, mengingat metode pengobatan ini digunakan untuk menangani penyakit kronis dan perlu dilakukan secara rutin. Agar terhindar dari risiko efek samping dialisis di atas, alangkah baiknya untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals.


Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam yang menyediakan fitur lengkap untuk memudahkan pasien dalam mengakses layanan kesehatan secara virtual. Aplikasi tersebut bisa diunduh secara gratis melalui smartphone Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail