Kesehatan Tubuh
Hubungan Penyakit Jantung dengan Stroke, ini Penjelasannya

Table of Contents
Stroke dan penyakit jantung adalah dua kondisi medis yang kerap berkaitan dengan aliran darah. Karena hal tersebut, sebagian orang kerap bertanya-tanya, apakah terdapat hubungan antara penyakit jantung dengan stroke? Secara umum, dua kondisi tersebut memang bisa berkaitan satu sama lain. Untuk memahami hubungan penyakit jantung dengan stroke selengkapnya, mari simak pembahasan di bawah ini sampai tuntas.
Apakah Penyakit Jantung dan Stroke Saling Berhubungan?
Stroke adalah kondisi ketika terdapat gangguan aliran darah ke otak yang terjadi akibat penyumbatan (stroke iskemik) ataupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini juga kerap dikaitkan dengan penyakit jantung, mengingat jantung memiliki peran penting dalam memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Sebetulnya, adakah hubungan penyakit jantung dengan stroke?
Pada dasarnya, memang ada hubungan antara penyakit jantung dengan faktor risiko stroke. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal internasional The Lancet menunjukkan bahwa penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner, atrial fibrilasi, dan penyakit katup jantung bisa meningkatkan risiko terjadinya stroke secara signifikan.
Penelitian lain berjudul Large Burden of Stroke Incidence in People with Cardiac Disease: A Linked Data Cohort Study juga menyimpulkan bahwa insiden stroke pada orang dengan penyakit jantung tergolong tinggi. Dalam hal ini, wanita lansia serta orang dewasa muda yang menderita beberapa jenis penyakit jantung memiliki risiko yang lebih tinggi.
Di samping itu, pasien yang pernah mengalami stroke akut juga berisiko terserang penyakit jantung. Dalam kebanyakan kasus, stroke, terutama stroke iskemik, terjadi karena adanya plak yang menyumbat pembuluh darah menuju otak atau disebut aterosklerosis. Aterosklerosis bisa menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung, utamanya serangan jantung (infark miokard).
Jenis-Jenis Penyakit Jantung yang Berkaitan dengan Stroke
Secara umum, terdapat beberapa jenis penyakit jantung yang diduga berkaitan dengan serangan stroke, mulai dari gangguan irama jantung (aritmia), gagal jantung, penyakit katup jantung, peradangan pada jantung, hingga serangan jantung (infark miokard). Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Aritmia
Aritmia adalah penyakit jantung yang ditandai dengan irama jantung tidak teratur. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya impuls listrik di dalam jantung yang tidak bekerja dengan normal. Akibatnya, jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik, termasuk ke otak.
Adapun salah satu jenis aritmia yang kerap berkaitan dengan stroke adalah atrial fibrilasi. Di samping itu, pada jenis aritmia lainnya, seperti bradikardia (detak jantung lebih lambat dari biasanya), juga kerap terjadi pada seseorang yang pernah mengalami stroke.
2. Gagal Jantung
Secara umum, stroke juga dapat dikaitkan dengan gagal jantung yang baru terjadi ataupun sudah bersifat kronis dan kian memburuk seiring berjalannya waktu. Kondisi ini bisa mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah ke otak. Karena itu, penderita gagal jantung memiliki risiko 2–3 kali lebih besar untuk mengalami serangan stroke.
Selain itu, stroke sendiri juga dapat memicu peningkatan kadar adrenalin di dalam tubuh. Hal tersebut bisa memengaruhi fungsi otot jantung dan disertai dengan iskemia jantung (kondisi ketika otot jantung kekurangan oksigen). Kondisi inilah yang membuat stroke dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung sementara, namun berat.
3. Penyakit Katup Jantung
Katup jantung adalah salah satu bagian jantung yang terletak di antara ruang jantung. Fungsinya adalah untuk mencegah darah mengalir kembali dari bilik (ventrikel) ke serambi (atrium) jantung atau dari pembuluh darah besar kembali ke bilik jantung. Kelainan katup jantung dapat memicu terjadinya gangguan pembekuan darah dan penyumbatan pada pembuluh darah. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya stroke.
4. Peradangan pada Jantung
Jenis penyakit jantung yang berkaitan dengan stroke berikutnya adalah peradangan pada jantung, seperti miokarditis, yang kerap disebabkan oleh infeksi patogen. Meski jarang terjadi, kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan stroke.
5. Serangan Jantung
Serangan jantung (infark miokard) adalah kondisi yang terjadi ketika terdapat penyumbatan aliran darah ke otot jantung. Kondisi ini kerap terjadi akibat penyakit jantung koroner (kondisi ketika pembuluh darah koroner tidak bisa mengalirkan darah kaya oksigen secara optimal ke jantung) dan aterosklerosis.
Di samping itu, serangan jantung pada dasarnya bisa memicu terjadinya kerusakan struktur jantung. Tergantung pada bagian jantung yang terdampak, serangan jantung juga bisa memicu terjadinya aritmia yang kerap mengganggu suplai darah menuju otak. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke pada penderita serangan jantung.
Pencegahan Stroke yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung
Agar terhindar dari risiko stroke dan penyakit jantung yang berkaitan satu sama lain, penting bagi setiap individu untuk menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin. Dalam hal ini, beberapa upaya yang bisa dilakukan, di antaranya sebagai berikut:
-
Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok.
-
Rutin berolahraga.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak dan gula agar tidak berlebihan.
-
Istirahat yang cukup.
Di samping itu, bagi penderita penyakit jantung, terutama serangan jantung mendadak, pencegahan stroke dapat dilakukan dengan konsumsi obat trombolitik yang diresepkan oleh dokter. Obat tersebut bekerja dengan cara memecah gumpalan darah yang bisa menyumbat aliran darah menuju otak.
Itulah penjelasan mengenai hubungan penyakit jantung dengan stroke yang penting untuk dipahami. Namun, perlu diketahui bahwa informasi yang disampaikan hanya untuk tujuan edukasi. Gejala yang disebutkan tidak dapat memastikan bahwa penderita penyakit jantung pasti akan mengalami serangan stroke, begitu pun sebaliknya.
Segera kunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah atau Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang sesuai guna menghindari risiko terjadinya stroke.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah pada stroke, segera hubungi emergensi stroke 1-500-911 untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Siloam Hospitals Group memiliki layanan Stroke Ready Hospitals yang selalu siaga 24 jam untuk memberikan penanganan yang cepat dan tepat.
Sumber
Journal of Clinical Epidemiology. Large Burden of Stroke Incidence in People with Cardiac Disease: A Linked Data Cohort Study. Diakses pada 2024 | AMS Cardiology. How Heart Disease Can Lead to a Stroke: National Stroke Awareness Month. Diakses pada 2024 | Endeavor Health. Heart attack and stroke – is there a connection? Diakses pda 2024 | Very Well Health. Heart Problems That Go Hand in Hand With Strokes. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







